
"Sekarang pertanyaan nya aku ulangi lagi ya, mau temani aku makan siang nggak? " tanya Estian
"Tentu saja aku mau, sampai kapanpun aku akan setia menemanimu untuk makan siang" jawab Kinna
• • • • •
Setelah lamaran di pinggir pantai tadi, semua orang memberi selamat kepada Estian dan Kinna karena mereka juga ikut bahagia. Saat ini mereka bertujuh sedang perjalanan menuju restoran, untuk makan siang. Mereka memilih meja makan outdoor, agar bisa tetap menikmati pantai
"Ini buku menu nya silahkan, mau pesan apa? " tanya sang mas waitress
"Enaknya pesan makan yang mana nih? " tanya Elena
"Lebih baik yang pilih makanannya kalian saja, kita setuju karena makanan pilihan kalian pasti enak ya kan? " kata Estian
"Iya itu benar tian" jawab Edric
"Iya benar... " jawab Justin
"Kalau begitu saya mau pesan yang ayam koloke, gurami bakar, cah kangung, sambal petai, 6 es lemon tea" kata Kinna
"Baik pesanannya saya bacakan lagi ayam koloke, gurami bakar, cah kangkung, sambal petai, 6 es lemon tea ada lagi? " kata mas waitress
"Pesan air mineral saja mas satu" kata Kalina
"Baik berarti hanya tambah 1 air mineral ya, kalau begitu ditunggu makanan nya"
Setelah sang mas waitress meninggalkan meja mereka, saat ini mereka berenam ditambah Jayden anak asisten Justin jadi tujuh. Mereka semua sedang mengobrol bersama sambil menunggu makanannya datang, namun tiba-tiba Jayden menangis
"Papa... Papa... " oceh Jayden merentangkan tangan nya
"Iya sayang anak papa sudah lapar, mau makan disuapi sama papa ya? " kata Justin
Asisten Justin langsung mengambil anaknya dari pelukan sang istri, lalu menaruhnya di kursi khusus yaitu baby chair. Sembari menunggu makan anaknya siap, asisten Justin selalu memanfaatkan waktunya untuk bermain
"Gimana bos rasanya setelah melamar wanita yang sangat kamu cintai? " tanya Justin
"Ayolah panggil aku tian seperti biasanya, dan tentu saja aku sangat bahagia karena wanita yang aku cintai juga mencintaiku bukan begitu? " Estian menatap Kinna yang ada di depan nya
"Iya aku sangat mencintaimu kak" kata Kinna
"Sepertinya kita memang ditakdirkan untuk bersama sayang lihatlah 'Ternyata sahabatku adalah kakak iparku' bukankah ini sangat kebetulan? " kata Elena yang membuat semua orang tertawa
"Ini bukan sebuah kebetulan baby, tapi ini semua memang nyata buktinya! " kata Edric
Tidak lama makanan pesanan mereka pun sampai, mereka langsung makan bersama seraya begurau karena hari ini merupakan hari libur bagi Edric, Estian, dan Justin. Mereka ingin memanfaatkan waktunya sebaik mungkin
• • • • •
Setelah selesai makan siang tadi asisten Justin beserta istri dan anaknya langsung kembali kamar, untuk menidurkan baby Jayden. Saat ini hanya tersisa mereka berempat yang sedang duduk di pasir pantai, sembari menatap air yang datang kearah mereka
"Kemarin kakak sudah janji sama Elena, sekarang barangnya dibawa nggak? " kata Elena
"Sudah sebentar lagi dibawain sama Justin, mungkin dia masih perjalanan"
Setelah menunggu sekitar lima menitan sampai Elena berpindah duduk diatas batu, akhirnya barang yang ditunggunya pun sudah tiba. Elena langsung mengambilnya lalu mulai memainkan nya
"Jadi nggak nih nyanyinya kak? " tanya Elena
"Tentu saja jadi adekku sayang... " mengelus rambut Elena
Estian dan Elena berduet bersama menyanyikan lagu 'Can't Help Falling In Love' yang memang ditujukan untuk orang yang mereka cintai, sembari di selingi permainan gitar Elena
...Wise men say, only fools rush in...
...(Orang bijak berkata, hanya orang bodoh yang suka tergesa-gesa)...
...But i can't help falling in love with you...
...(Tapi aku tak bisa berhenti untuk jadi cinta padamu)...
...Shall i stay? Would it be a sin?...
...(Haruskah aku bertahan? Akankah ini dosa?)...
...If i can't help falling in love with you...
...(Jika aku tak bisa berhenti jatuh cinta padamu)...
...Like a river flows, surely to the sea...
...(Seperti sungai mengalir, pasti menuju ke laut...
...Darling so it goes, some things are meants to be...
...Take my hand...
...(Genggam tanganku)...
...Take my whole life too...
...(Genggam juga seluruh hidupku)...
...For i can't help falling in love with you...
...(Karena aku tidak bisa berhenti jatuh cinta padamu)...
Setelah selesai bernyanyi Kinna langsung memeluk tubuh Estian dengan erat, dan Estian juga membalas pelukan dari calon istri nya ini
"Gimana lagunya kamu suka nggak? "
"Suka banget... " menjawab dengan keadaan masih di pelukan Estian
Edric yang merasa jika istri nya menyanyikan lagu ini juga untuknya pun, langsung menghampirinya. Edric merangkul pundak Elena, lalu memanggil Estian agar melihat ke arahnya
"Kakak ipar bisakah kamu melihat kita sebentar saja" panggil Edric bercanda
"Baiklah adik ipar ada apa hem? " jawab Estian
"Lihat kita berdua, jangan mengalihkan pandanganmu kemanapun itu okay"
Setelah memperingati Estian untuk terus melihatnya, Edric langsung melancarkan aksinya. Dia mengecup wajah Elena mulai dari dahi, kedua mata, kedua pipi, dagu, dan terakhir Edric sengaja mengecup bibir istri nya berulang kali. Elena hanya bisa diam sambil menatap suami nya, meskipun kaget tapi dia senang jika Edric memperlakukan nya seperti itu
"Apa yang kalian lakukan di depanku? " tanya Estian
"Pertanyaannya, apakah kamu bisa melakukannya tian? " tanya Edric
"Tentu saja bisa... "
Estian beranjak dari duduknya untuk menghampiri adiknya, namun secepat mungkin Edric langsung menyembunyikan Elena di dadanya dan melarang Estian mendekat
"Kenapa kamu malah jalan kesini? "
"Bukankah kamu bertanya apa aku bisa melakukan nya, tentu saja aku akan membuktikan nya! "
"Iya itu benar, tapi aku nggak memperbolehkanmu mencium istriku"
"Hey kenapa nggak boleh Elena adalah adikku, dari kecil aku sudah menciumi nya"
"Tapi tantangan nya kamu harus melakukan nya dengan Kinna"
"Baiklah kalau begitu aku akan melakukan nya"
Estian kembali ke tempatnya semula, lalu duduk sembari merangkul leher Kinna. Estian mendekatkan Kinna kearahnya lalu mencium pucuk kepala nya dan selesai hanya itu saja
"Kenapa kakak hanya mencium Kinna di kepala? " tanya Elena
"Itu harus dek, kalau kakak cium Kinna di daerah yang lain maka kakak nggak bisa menahan nya"
"Hahaha.... " Edric hanya bisa tertawa
"Lebih baik sekarang kita istirahat, nanti sore kita keluar lagi untuk melihat sunset" kata Elena
"Kalau begitu kita istirahat dulu ya... " kata Estian menggandeng tangan Kinna menuju resortnya
"Eitss kakak mau kemana, kakak mau tidur siang sama Kinna iya? " tanya Elena
"Iya aku akan pergi ke kam- " belum sempat melanjutkan perkataan nya, sudah di dahului Elena
"Kalian belum menikah, jadi nggak boleh berduaan terus apalagi di dalam kamar. Sekarang kakak ikut kita ke resort okay! "
Elena melepaskan genggaman tangan kakaknya dari Kinna, lalu menggandengnya sedikit jauh dari posisi mereka sebelumnya
"Hahaha makasih El, kalau begitu aku balik dulu ya nanti aku telepon" Kinna berjalan meninggalkan mereka
"Iya jangan lupa loh ya... " jawab Elena
Kinna yang melihat calon suami nya dari kejauhan hanya bisa tertawa, tidak lupa sebelum semakin jauh Kinna memberikan flying kiss untuk Estian. Dan Estian juga membalasnya
"Jangan lupa telepon aku juga... " teriak Estian
"Iya... " jawab Kinna juga teriak
• • • • •
Estian : Nanti kalau Elena sudah tidur, aku ke kamar kamu ya?