After You Left Me

After You Left Me
Kelebihanmu Adalah Menggodaku



Di dalam kamar terlihat sepasang suami istri sedang tidur siang, mereka berdua tidur dengan berpelukan satu sama lain. Mungkin karena tidur mereka sudah lebih dari cukup, salah satu dari mereka pun bangun. Pria itu terus tersenyum melihat istrinya tidur dengan sangat nyaman di pelukannya, dia mengusap rambut istrinya perlahan


"My baby bangun yuk sekarang sudah sore loh, kamu mau tidur terus hem? " ucap Edric


"Emm sekarang jam berapa sayang, soalnya aku belum masak untuk kita makan nanti"


"Kalau sekarang masih jam dua lebih lima belas baby, sudah masaknya nanti saja mbok kan bisa. Gimana kalau sore ini kita berenang saja, sejak kita pindah ke rumah ini kita belum pernah berenang loh"


"Sayang aku kan pernah bilang, kalau aku masih bisa masak maka aku yang masak. Kecuali kalau aku pulang dari tempat kuliah kesorean, terus nggak bisa masak baru mbok yang masak okay? "


"Okay tapi sekarang kita berenang ya masaknya nanti saja, kan selesai berenang kamu masih bisa masak untuk makan malam"


"Baiklah kalau begitu lepasin dulu peluknya, aku mau ganti baju berenang dulu masa pakai lingerie kayak begini"


"Sebentar dulu lah baby ada yang kurang tahu" kode Edric sembari memanyukan bibirnya


Cup


Cup


"Sudah kamu juga bangun lah sayang, memang kamu nggak ganti baju? " tanya Elena gemas dengan suaminya yang sangat manja


"Kalau aku nggak perlu ganti baby, kan tinggal lepas kaos saja"


Edric langsung bangun dari tidurnya, lalu berdiri menghadap ke arah Elena dan satu persatu mulai melepas kain yang melekat pada tubuhnya. Dimulai dengan t-shirt berwarna hitamnya yang bertuliskan burberry, dan ini lah bagian terpenting yaitu perut sixpacknya. Dengan cepat Elena langsung menutup matanya, saat Edric akan melepas celananya


"Kenapa kamu menutup matamu baby, apakah kamu nggak mau melihatnya. Padahal tubuhku ini sangat indah lihatlah! " Edric sengaja menggoda istri nya


Elena yang paham jika saat ini Edric sedang menggodanya pun berniat untuk membalasnya, Elena menurunkan tali lingerienya sampai melihatkan pundak mulusnya dan sedikit belahan dadanya. Sontak hal itu membuat Edric sulit untuk menelan ludahnya, Elena mendekat ke arah Edric lalu mengelus dadanya sampai ke perut sixpacknya. Terakhir Elena memberi cup*** tepat di dada kanan Edric


"Sshh... sekarang kamu sudah mulai berani untuk menggodaku ya baby? " kata Edric mengangkat dagu Elena dengan jari telunjuknya


"Tentu saja aku harus berani sayang, apalagi kalau untuk lalalala~ " Elena pergi meninggalkan suaminya ke dalam bathroom untuk berganti pakaian renang


• • • • •


Selesai berganti dengan pakaian renang, tidak lupa Elena memakai jubah renangnya begitu juga dengan suaminya (Edric). Mereka berdua turun berpegangan tangan, lalu berjalan menuju dapur dan terlihat ada mbok Wisik yang sedang mencuci piring


"Nyonya makan malamnya mau masak apa ya, biar saya masakkan sekarang" kata mbok Wisik


"Nggak usah mbok biar saya saja yang masak untuk makan malam, mbok hanya perlu siapkan bahan-bahan dan cuci ayam sama sayurnya saja ya? "


"Okelah kalau begitu nyonya" mbok Wisik langsung menjalankan tugasnya lalu dia bisa pulang ke rumah. Karena mbok Wisik hanya kerja sampai sore, dan tidak menginap disini


Edric langsung membuka sliding door menuju kolam renang, di ikuti Elena di belakangnya. Dengan cepat Edric melepas jubah yang dikenakannya, tanpa aba-aba dia langsung terjun dan hal itu membuat air kolan renangnya terciprat kemana-mana


"Airnya nggak dingin kan sayang? " tanya Elena


"Nggak baby buruan masuk saja nggak apa-apa atau mau aku gendong? " jawab Edric merentangkan tangannya ke Elena


"Maaf tapi aku bisa sendiri sayangku"


Elena langsung melepas jubah renangnya, terlihat dia memakai pakaian renang one piece berwarna merah maroon yang sangat cocok dengan tubuhnya. Elena langsung lompat ke dalam air, lalu dia berenang dari ujung sana sampai kembali lagi ke tempat asalnya tadi. Edric yang melihatnya hanya bisa diam terpukau dengan kemampuan berenang istrinya


"Kurasa semakin lama aku tahu apa saja kelebihan yang kamu miliki baby! " kata Edric


"Benarkah apa saja kelebihanku sayang? "


"Mungkin saja kelebihan terbaik yang kamu miliki adalah flirting to me baby"


(Menggodaku baby)


"Bisakah aku memastikannya sekarang? " tanya Elena pada Edric


"Tuan nyonya saya mau pamit pulang dulu, soalnya tugas saya sudah selesai semuanya" kata mbok Wisik tanpa rasa bersalah


"I-Iya mbok terima kasih ya" Elena yang merasa malu pun menyembunyikan wajahnya di dada Edric. Mbok Wisik yang melihat Elena malu hanya bisa tersenyum lebar


"Tidak apa-apa nyonya anda tidak perlu malu, saya bisa memaklumi karena tuan dan nyonya pengantin baru jadi hasrat nya masih membara"


"Tuh dengar kata mbok nggak apa-apa kan? "


"Iya sudah kalau begitu saya pulang dulu ya tuan dan nyonya, permisi" mbok Wisik meninggalkan mereka berdua, lalu berjalan keluar rumah


"Iya mbok hati-hati di jalan ya" jawab Edric menatap ke arah Elena dengan tatapan menggoda


"Gimana mau dilanjutkan lagi yang tadi baby? " kata Edric langsung mendapat cubitan dari Elena


Elena langsung berenang ke tepi kolam renang, lalu naik ke atas menuju kursi santai. Edric yang mengira jika Elena marah kepadanya pun ikut keluar dari air, Edric meraih tangan Elena lalu menciumnya


"Baby kamu marah sama aku? " tanya Edric mencium punggung tangan Elena


"Aku nggak marah sama kamu sayang"


"Kamu serius nggak marah kan? Kalau kamu serius sekarang cium bibir aku! "


Elena langsung mencium bibir Edric dengan durasi yang sangat lama, lalu menyudahinya. Edric yang sudah tahu jika Elena tidak marah padanya, langsung memakai jubah renangnya lalu membaringkan tubuh nya di kursi santai dengan posisi kaki terbuka. Elena yang melihat itu pun langsung ikut membaringkan tubuhnya di tengah-tengah kaki Edric


"I-Ini sekarang kamu, kamu mau duduk di depan aku dengan posisi seperti ini baby? " tanya Edric


"Iya sayang boleh kan, memang nggak boleh? "


"Bo-Boleh dong baby hanya saja aku belum terbiasa seperti ini"


Edric merasa aneh karena perut sixpacknya itu langsung bersentuhan dengan punggung Elena, tapi Elena merasa biasa saja dia malah nyaman dengan posisi seperti ini. Edric berusaha menarik bagian kiri - kanan jubahnya untuk menutupi tubuh Elena, meski hal itu tidak berhasil karena kainnya yang tak sampai atau kurang panjang


"Kalau jubah kamu nggak bisa tutup tubuh aku, lebih baik kamu peluk aku saja sayang" kata Elena


"Peluknya seperti ini? " Edric memeluk perut Elena dengan erat


"Iya sayang terima kasih ya, sudah nggak dingin lagi tubuh aku"


Setelah berterima kasih pada suaminya, Elena langsung membalikkan tubuhnya menjadi tengkurap agar dia bisa melihat wajah tampan suaminya. Elena menatap mata Edric lalu menenggelamkan wajahnya di dada sang suami


"Tidur saja nggak apa-apa nanti aku bangunin" kata Edric


"Nggak usah sayang nanti saja di dalam kamar, saat ini aku cuman ingin seperti ini"


"Aku sayang kamu baby! "


"Aku juga sayang sama kamu" jawab Elena


Cup


Cup


Cup


Cup


Memberi banyak ciuman ke dada Edric lalu tidak lupa untuk menatap matanya juga, Elena merasa dirinya sangat bahagia terutama setelah menikah. Elena selalu merasakan hal yang aneh jika bersama dengan Edric, entah apa itu tetapi Elena tetap merasa bahagia. Jika di ibaratkan Elena merasa (seperti) telah menemukan seseorang yang telah hilang dari hidupnya, namun orang itu kembali lagi untuk menjadi pelindung dirinya


• • • • •