
Estian mendudukan Elena di ranjang tepat di sebelah Kinna, dan saat ini Kinna masih saja tertawa melihat sikap manja sahabatnya itu. Dan mereka berdua pun membaringkan tubuh mereka di ranjang, lalu Estian menyelimuti tubuh Eleba. Setelah menyelimuti tubuh adiknya, bukannya pergi dan keluar dari kamar Estian malah tetap berdiri sambil menatap adiknya
"Kakak kenapa masih berdiri disitu, kakak nggak pergi tidur? " tanya Elena
"Nanti saja soalnya kakak masih kangen sama kamu dek! " jawab Estian dengan jujur
"Dasar dari tadi bilang kangen terus, tapi gimanapun juga kalau lama nggak ketemu pasti kangen. Baiklah sekarang kakak kemarilah, aku akan memberikanmu pelukan! "
Elena yang sebelumnya masih berbaring santai pun, langsung beranjak lalu memeluk kakaknya. Memang benar kata Estian jika dia sangat merindukan Elena, karena semuanya bisa terlihat dari balasan pelukan Estian pada Elena. Namun tiba-tiba Elena membuka pembicaraan
"Kak sebenarnya ada hal yang mau adek ceritakan ke kakak, tapi boleh atau nggak nih? " tanya Elena
"Tentu saja boleh cepat ceritakanlah, kakak merasa sangat penasaran sekarang! "
"Tepat dua bulan yang lalu sebelum kita berdua libur kuliah, Elena bertemu dengan pria di salah satu gang di daerah s. Dan setelah Elena menolong pria itu dari kematiannya, tiba-tiba saja teman pria itu kasih Elena cek dengan nominal 1M! " jelas Elena
"Dan besoknya kebetulan banget kita berdua ketemu pria itu di restoran, tempat dimana Elena sama Kinna beli makanan pesanan aunty. Namun disaat pria itu menatap mataku dan Elena menatap balik matanya, entah kenapa kepalaku langsung pusing kak"
"Dan kalau aku nggak salah ingat nama teman pria itu adalah Daniel" sahut Kinna
"Dan? Daniel? Iya benar kata Kinna nama teman pria itu adalah Daniel, bagaimana bisa aku lupa nama pria tampan seperti dia"
"Matanya berwarna biru" gumam Estian
"Lah kakak kok tahu kalau mata pria itu warnanya biru? " Elena melepaskan pelukannya lalu menatap serius ke arah Estian
"Ah nggak, kakak cuman tebak aja kok. Tapi kamu nggak apa-apa kan dek? "
"Iya adek baik-baik aja kok"
"Iya sudah kalau begitu sekarang sudah malam, kalian tidur ya. Kakak juga mau tidur" kata Estian
"Iya, Elena sama Kinna juga mau tidur. Tapi sebelum tidur, Elena mau dicium dulu"
Estian hanya bisa terkekeh melihat ekspresi adiknya yang menggemaskan itu, dan tentu saja dia tidak bisa menolak permintaan Elena. Karena dia juga suka mencium adiknya
"Mau dicium? kalau begitu sini lah!! " kata Estian
Estian mencium keningnya, lalu beralih mencium kedua pipi Elena dengan gemas
"Sudah sekarang gantian Elena yang cium kakak"
Cup
Cup
Cup
"Good night kakak" jawab Elena
"Good night kak tian, semoga mimpi indah" kata Kinna
"Iya good night juga"
• • • • •
Saat ini mereka berdua sedang bersiap-siap untuk pergi ke Metropolitan Museum of Arts. Mereka memutuskan untuk mengawali destinasi pertama mereka ke museum, dan selanjutnya akan pergi ke Central Park. Dan tidak lupa mereka memakai pakaian couple yang dibeli di Indonesia
Selesai sudah mereka turun ke bawah untuk sarapan, terlihat semua orang sudah duduk meja makan. Elena dan Kinna langsung bergegas menuju meja makan, dan sarapan pun dimulai. Skip
"Sekarang Elena sama Kinna mau pergi dulu ya ma"
"Iya sayang hati-hati ya, Kinna juga"
"Iya aunty terima kasih"
Mereka berangkat menuju museum nya, di mobil mereka berdua tidur karena entah kenapa saat ini mereka sangat mengantuk. Dan tidak terasa akhirnya mereka sudah sampai di depan museum nya dan driver meninggalkan mereka pergi
Bangunan megah berwarna putih tulang berada tepat di depan mereka berdua, tanpa menunggu lama Kinna langsung menggandeng tangan Elena untuk masuk ke dalam museum nya.
"Kenapa diam aja ayo masuk El"
"Iya Kin tunggu jangan tarik tangan aku"
Mereka membeli tiket lalu masuk ke dalam museum nya, di dalam sana terdapat banyak sekali benda-benda yang ber-sejarah, unik, dan langka.
• • • • •
Setelah mereka selesai menjelajahi museum terbaik di kota New York itu, Elena dan Kinna melanjutkan perjalanan mereka menuju Central Park dengan berjalan kaki. Karena jarak dari museum menuju taman itu cukup dekat, meskipun kita berjalan kaki
Elena dan Kinna tidak bosan sama sekali, mereka berdua sangat menikmati perjalanan mereka menuju taman tersebut. Dan akhirnya mereka pun sampai di tempat tujuan mereka yaitu Central Park
Note : Maaf jika informasi mengenai dua destinasi diatas tidak sesuai atau bagaimana