
Sekarang juga setelah pulang kuliah, Kinna beserta kedua orang tuanya sedang perjalanan menuju Dermaga Ancol Marina. Mereka berangkat sedikit terlambat, di karenakan Kinna yang terlambat saat pulang
Tidak lama mereka pun telah sampai di dermaga nya, Kinna dan orang tuanya turun. Begitu juga dengan sang driver yang mengeluarkan koper mereka semua dari bagasi belakang mobil
"Terima kasih, tapi saya bawa kopernya sendiri saja pak" kata Kinna
"Baiklah nona Kinna... "
Karena Kinna membawa kopernya sendiri hasilnya, sang driver hanya perlu membawakan koper orang tuanya. Mereka berjalan masuk ke dalam, disana Kinna melihat banyak sekali kapal yang sudah siap untuk berangkat
"Papa, memangnya kita naik kapal yang mana? " tanya Kinna
"Kita bertiga akan naik speedboat yang itu sayang, yanga ada di ujung"
Papa Kinna menjawab pertanyaan anaknya, sambil menunjuk speedboat yang akan mereka naiki menuju pulau tujuan mereka
"Naik speedboat yang di ujung sana, baiklah"
Mereka bertiga berjalan beriringan membawa koper ke speedboat yang akan mereka naiki, sampai sudah di depan nya mereka pun naik dengan hati-hati dan langsung duduk
"Jangan bilang papa menyewa speedboat ini? " Kinna menatap mata papa nya curiga
"Sebenarnya bukan papa yang menyewanya sayang, tapi ada seseorang yang menyewakan nya untuk papa! "
"Tapi kenapa juga orang itu memberikan nya pada papa? "
"Nanti kamu akan tahu sendiri sayang, jangan lupa kalau sudah sampai berterima kasih lah pada orang itu okay"
"Tentu saja papa... "
• • • • •
Setelah memakan waktu perjalanan selama dua jam karena pulau tujuan mereka yang sedikit jauh meskipun menggunakan speedboat. Akhirnya mereka pun sudah sampai di resort nya, dan pas sekali saat ini juga sudah waktunya untuk makan siang
Mereka turun dari speedboat sambil membawa koper masing-masing, lalu berjalan menuju resort yang sudah di pesan oleh papa Kinna sebelumnya. Kinna masuk ke kamarnya sendiri, tampak senyuman yang muncul di bibirnya
"Entah kenapa aku merasa sangat senang hari ini, lebih baik aku berfoto dulu lalu mengirimkan nya pada Elena" Kinna berbicara sendiri
Setelah selesai berfoto-foto dan tidak lupa juga dia mengirimkan fotonya ke Elena, Kinna pun langsung keluar dari kamarnya. Kinna mengetuk pintu kamar orang tuanya
"Papa... Mama... Sekarang sudah jam makan siang, apa kalian tidak akan keluar kamar? "
"Kamu makan siang duluan saja sayang, mama sama papa mau istirahat dulu sebentar"
Mama Kinna membalas perkataan Kinna namun dari dalam kamar, tanpa membuka pintu
"Okay, kalau begitu Kinna kesana duluan ya... "
Setelah Kinna bilang kepada orang tuanya, dia pun langsung keluar dari resort nya menuju restoran untuk makan siang. Sampai sudah Kinna di tempat tujuan nya, dia pun masuk ke dalam sampai tiba-tiba ada seseorang yang menelepon nya
Disisi lain
Setelah anaknya keluar dari resort menuju restoran untuk makan siang, orang tua Kinna langsung berjalan keluar dari resort mereka menuju resort yang lain. Ternyata mereka sudah membuat janji untuk bertemu dengan Keluarga Clark
"Apa Kinna sudah keluar dari resort aunty? " tanya Elena
"Sudah sayang, sekitar lima menit yang lalu dia keluar"
"Kalau begitu sekarang aunty harus telepon Kinna, cepat"
Karena ada panggilan yang masuk di ponselnya, mau tidak mau Kinna pun harus menerima panggilan tersebut
Memulai Panggilan
"Sayang sekarang kamu sedang berada dimana? "
"Kinna sedang berada di restoran dekat resort, bukan nya tadi Kinna sudah kasih tahu mama ya? " kata Kinna memastikan
"Bisakah kamu makan siang nya nanti saja sayang, kamu harus keluar sekarang! "
"Maksud mama apa? " tanya Kinna kebingungan
"Sudah ikuti saja kata mama, sekarang kamu keluar dari restoran nya lalu berjalan lah menuju tepi pantai sudah? "
"Iya ini sudah sampai di tepi pantai, terus? "
"Sekarang kamu kan sedang menatap pantai, coba sekarang kamu hadap ke kanan lalu lihatlah di depan kamu tapi sedikit jauh. Apa ada satu orang berdiri disana? "
"Iya ada ma, apakah orangnya laki-laki lalu memakai kemeja pantai dan celana pendek hitam? "
"Sebentar sayang... "
Karena mama Kinna tidak tahu bagaimana penampilan laki-laki itu, dia pun segera bertanya kepada Elena
"Elena, baju dan celana nya benar warna hitam kan? " memastikan perkataan anaknya dengan lirih
"Iya aunty benar, sekarang suruh Kinna menghampiri orang itu" jawab Elena ikut lirih
Elena memberi tahu petunjuk untuk mama Kinna, dan dia hanya membalasnya dengan tanda okay dengan tangan kanan nya
"Iya benar itu dia sayang, sekarang apa kamu melihat wajahnya? "
"Kinna hanya bisa melihat punggungnya saja ma, karena dia berdiri membelakangi Kinna"
"Baiklah kalau begitu, sekarang kamu hampiri orang itu untuk berterima kasih okay"
"Jadi itu orangnya, baiklah ma... "
Mengakhiri Panggilan
Setelah diberi perintah oleh mama nya, Kinna pun menurut saja lalu dia berjalan menghampiri pria yang berjarak sedikit jauh dari posisi nya. Setelah lama dia berjalan kaki, akhirnya Kinna telah sampai juga
"Permisi tuan, apakah saya boleh berbicara sebentar dengan anda? " sapa Kinna
"..... " tidak ada jawaban
"Jadi maksud saya mendatangi anda kemari, karena saya ingin berterima kasih untuk-"
"Apakah hanya dengan mengucapkan kata terima kasih itu cukup? "
"Kak tian? " Kinna sangat terkejut, karena pria yang ada di depan nya ini adalah pria yang dicintainya
"Apa kamu bahagia bisa berlibur, meskipun hanya sebentar saja? " tanya pria yang tidak lain adalah Estian
"Bagaimana kakak tahu jika aku hanya berlibur sebentar? "
"Aku hanya menebak lagi pula kamu juga sedang skripsi, nggak mungkin kamu akan liburan untuk waktu yang lama! "
"Iya... " jawab Kinna singkat
"Apa kamu mau menemaniku makan siang sebentar Kinna? " kata Estian menatap Kinna
"Itu sepertinya aku nggak bisa, soalnya tadi waktu keluar resort aku belum izin sama papa. Jadi lebih baik aku kembali" Kinna berbohong untuk menolak ajakan Estian sambil berjalan meninggalkan nya
Karena melihat Kinna menolak ajakan nya, secepat mungkin Estian menarik tangan Kinna sampai Kinna berbalik lalu menabrak dada nya. Estian menatap mata Kinna dengan dalam, dengan keadaan masih mengenggam tangan nya
"Apa yang kamu lakukan kak, cepat lepaskan tanganku! " kata Kinna menatap Estian
"Aku nggak akan melepaskan genggaman tanganku, sebelum kamu mendengar perkataanku terlebih dahulu"
"Baiklah kalau begitu aku akan mendengarkan nya"
"Kinna, bisakah kamu memberiku kesempatan untuk menjadi pasangan hidupmu selamanya"
"Apa maksud dari perkataanmu kak, apa kamu sedang mabuk? " tanya Kinna
"Kinna kalau kamu nggak percaya sama perkataanku, sekarang juga cepat tatap mataku"
Karena Estian menyuruhnya untuk menatap matanya, Kinna pun hanya menurut dan langsung menatap mata biru Estian
"Kinna, apa kamu masih ingat malam dimana kamu menyatakan perasaanmu kepadaku? Saat itu kita berdua sedang duduk di bangku kayu halaman mansion, dan itu juga saat tengah malam" Estian menatap mata Kinna dengan serius
Kinna hanya membalas perkataan Estian dengan anggukkan
"Maafkan aku jika perkataanku malam itu sangat menyakiti hatimu, maafkan aku jika malam itu juga kamu menangis karena aku. Tapi semua itu hanyalah kebohongan, apa kamu masih ingat apa jawaban yang aku berikan kepadamu? "
"Kamu bilang kalau kamu tidak mencintaiku kak" jawab Kinna dengan mata berkaca-kaca dan suara bergetar
"Itu semua bohong Kinna, fakta nya adalah aku sangat mencintaimu"
"Nggak, aku nggak akan percaya. Kamu pasti bohong kan kak? " Kinna menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba untuk tidak percaya
"Aku nggak pernah bohong sama kamu Kinna, memang benar kenyataan nya bahwa aku sangat mencintaimu" mata Estian ikut berkaca-kaca
Karena melihat suasana nya yang sudah sangat mendukung, Estian pun langsung berjalan mundur satu langkah lalu dia bertekuk sebelah lutut dan mengeluarkan kotak berwarna hitam dari saku celana nya dan menatap kembali mata Kinna dengan serius
"Kinna hari ini aku ingin menyatakan perasaanku kepadamu dengan serius, jika aku memang sangat mencintaimu. Aku ingin kamu menjadi orang yang terpenting di dalam hidupku, setelah keluargaku, aku ingin menjadi bagian dari keluargamu, aku ingin menjadi orang yang menemanimu sampai tua nanti, aku ingin menjadi orang yang satu-satunya kamu cintai setelah orang tuamu, aku ingin mengisi hatimu yang saat ini sedang kosong dengan cinta dan kasih sayangku, aku ingin kamu menjadi pasangan hidupku untuk selamanya sampai maut memisahkan kita, dan yang paling penting adalah aku ingin kamu menjadi ibu dari anak-anakku nanti! Kinna maukah kamu menerima lamaran dari pria yang sangat mencintaimu ini, yang saat ini dia sedang bertekuk lutut di hadapanmu. Maukah kamu menerima lamaranku, dan menjadi istriku untuk selamanya? "
Disaat mengatakan semua kata itu, Estian dan Kinna sama-sama mengeluarkan air mata. Mereka berdua menangis sambil menatap satu sama lain, terutama Kinna
"Tapi kak, bagaimana dengan wanita yang aku lihat di pernikahan Elena? "
Setelah mendengar jawaban yang keluar dari mulut Kinna, Estian langsung memetikkan jarinya sampai ada dua orang yang keluar dari samping mereka, dan Kinna menatap dua orang itu
"Maafkan saya nyonya, sebelumnya perkenalkan nama saya Kalina. Saya istri dari asisten Justin, asisten pribadi tuan Estian"
"Iya nyonya, perkenalkan ini istri saya Kalina"
"Ja... Jadi? " Kinna yang kebingungan pun langsung menatap Estian yang masih setia bertekuk lutut di hadapan nya
"Bagimana apa kamu mau menerima lamaranku, dan menjadi nyonya Estian Danforth Clark? " tanya Estian menatap manik Kinna
"Maafkan aku kak, sepertinya aku nggak bisa" jawab Kinna spontan yang langsung membuat Estian berdiri
"Nggak bisa kenapa, aku janji aku akan menebus semua kesalahanku padamu! " memegang kedua tangan Kinna sambil menatap matanya
"Maksudnya aku nggak bisa nolak lamaran kakak! "
"Jadi maksudnya kamu menerima lamaranku? " Estian mencoba memastikan dan hanya dibalas anggukan sembari tersenyum oleh Kinna
Dengan cepat Estian langsung memeluk Kinna dengan erat, sampai-sampai Kinna melayang karena tubuhnya diangkat oleh Estian. Mereka berdua sama-sama berlinang air mata, dan hal yang paling penting adalah, Estian sampai lupa untuk memakaikan cincin ke jari manis Kinna
"Mulai sekarang aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia, jika kamu menangis maka itu juga tangisan bahagia bukan kesedihan" kata Estian
"Aku mencintaimu kak... " kata Kinna menatap mata pria yang baru saja melamarnya ini
"Aku bahkan lebih mecintaimu... " memeluk Kinna lagi
"Selamat bro, akhirnya kamu sudah melamar pujaan hatimu" kata pria yang berjalan ke arah mereka, dia adalah Edric
"Selamat kakak dan sahabatku, akhirnya cintamu dibalas juga oleh CEO dingin ini" kata Elena
"Selamat sayang, sebentar lagi kamu akan menjadi menantu keluarga clark" kata papa Elena
"Selamat sayang, benar kan apa kata grandma jika Estian juga mencintamu! " kata grandma
"Selamat sayangnya papa dan mama, sebentar lagi kamu akan mempunyai suami dan menjadi seorang istri" kata papa Kinna
"Estian apa kamu akan terus memeluk anak mama seperti itu, sedangkan kamu belum memakaikan cincin di jari manis nya? " kata mama Kinna
Mendengar tuturan dari ibu mertuanya langsung membuat Estian melepaskan pelukan nya dari Kinna, lalu mengambil cincin dari kotak dan memakaikan nya di jari calon istri nya
"Maafkan aku ma, aku hanya terlalu senang sampai-sampai aku lupa dengan hal yang sangat penting seperti ini" kata Estian
"Jadi mulai sekarang kamu sudah menjadi nyonya Estian Danforth Clark okay" memegang pinggul nya
Estian membawa Kinna ke dalam pelukan nya lagi lalu mencium pucuk kepalanya, hari ini dia sangat bahagia. Meskipun saat melamar tadi dia sedikit gugup, namun itu semua bisa dikalahkan dengan rasa cinta Estian yang sangat besar pada Kinna
• • • • •
Estian : Buat kalian semua yang belum tahu ini siapa, perkenalkan dia nyonya Estian Danforth Clark 😗