After You Left Me

After You Left Me
Bersenang-senanglah



Akhirnya mereka pun sampai ke tempat yang dimaksud oleh Estian, ternyata tempat yang dimaksud adalah sebuah pasar malam dimana banyak sekali pedagang kaki lima yang berjualalan berbagai macam barang-barang. Estian langsung turun dari mobil di ikuti oleh Elena dan Kinna


Mereka bertiga berjalan bersebelahan dengan posisi Estian - Elena - Kinna, menyusuri jalanan yang membuat mereka bingung harus membeli apa karena semua makanannya sangat menggiurkan. Tiba-tiba Estian jalan mendahului mereka berdua, mau tidak mau mereka harus ikut


Ternyata Estian berhenti di tempat seorang penjual aksesoris dimana dia menjual berbagai macam bando, mulai dari yang lucu-lucu sampai menyeramkan. Kinna langsung memilih bando untuk dirinya sendiri begitu juga Elena, selesai juga memilih dan mereka langsung memakainya. Elena memilih bando telinga jerapah sedangkan Kinna memilih bando kepiting, tapi hanya Estian yang tidak


Elena dan Kinna saling melirik satu sama lain, ternyata mereka bekerja sama mencari bando yang lucu untuk dipakai Estian. Setelah lama memilih akhirnya mereka sudah memutuskan akan memilih bando yang mana


"Kak tian sini" menyuruh Estian mendekat ke arahnya


"Iya Kin ada apa? " Elena hanya senyum-senyum sendiri melihat interaksi kakak dan sahabatnya itu


"Kakak boleh menuduk sebantar nggak? " Estian yang tidak mengerti maksud sahabat adiknya sama sekali hanya menurut, dia menundukkan kepalanya. Dengan cepat Kinna langsung memasangkan bando telinga kelinci, dimana telinganya itu panjang dan menjulang ke atas


"Huh, apa ini" memegangi bando itu sambil mengeluarkan ponsel yang ada di saku celananya, dan saat melihat jika dirinya di pakaikan bando lucu membuatnya gemas. Estian langsung berjalan ke arah Kinna memeluknya lalu mencopot bandonya dan menggosok-gosok kepalanya sampai rambutnya sedikit berantakan


"Ampun kak tian, ampun hahaha" meminta ampun sambil tertawa terbahak-bahak


"Berani ya kamu" melepaskan Kinna dari pelukannya


"Iya nggak apa-apa kak, sekali-sekali seorang CEO pakai bando  kan lucu" sahut Elena


Estian pun pasrah dan membayarnya, menurutnya lucu juga jika dia memakai bando. Mereka berjalan lagi menyusuri jalanan, kali ini mereka akan mencari minuman yang menyegarkan. Di ujung sana mereka melihat ada penjual Es Cincau, Elena langsung menggandeng tangan Estian dan Kinna agar cepat sampai kesana


"Kakak sama Kinna, mau Es Cincau juga kan? " memastikan dan keduanya menjawab dengan anggukkan


"Pak Es Cincau nya 3 " pada sang penjual


"Ini neng Es Cincau nya 3, totalnya Rp. 9000" Elena menerima cup gelasnya lalu memberikan pada kakak dan sahabatnya. Elena mengeluarkan dompetnya mengambil uang berwarna merah lalu mebayarkan pada sang penjual


"Ini pak, sisanya buat bapak aja ya"


"Alhamdulillah Ya Allah, terima kasih banyak ya neng terima kasih" berterima kasih pada Elena


Mereka melanjutkan berjalan lagi tapi ke arah mobil, sambil meminum Es Cincau yang mereka beli. Di perjalanan tiba-tiba ada seseorang yang menelepon di ponsel Elena, dia langsung mengangkat panggilannya tanpa melihat siapa peneleponnya


"Halo, Elena ini aku Jaka" masih ingatkah kalian dengan Jaka?


"Iya Kak Jaka ada apa? " karena jarang sekali Jaka meneleponnya


"Itu El, nyonya besar tadi tiba-tiba pingsan saat turun tangga dan jatuh. Tapi sekarang sudah ada dokter yang menanganinya"


"Apa grandma jatuh dari tangga?, yaudah kalau gitu Elena pulang sekarang"


"Kakak ayo pulang sekarang, kata Kak Jaka grandma tadi pingsan di tangga" Elena mengucapkannya dengan tergesa-gesa


"Ayo kita pulang"


Estian berlari menuju mobilnya, Elena masuk lebih dulu lalu Kinna. Estian langsung tancap gas menuju mansion dia mengendarai mobilnya sedikit lebih cepat dari biasanya. Di mobil Elena sedikit panik, karena mendengar kondisi grandma nya begitu juga Estian


Jangan lupa like, dan tambahkan novel saya di favorit :)