After You Left Me

After You Left Me
Pulang Ke Rumah



Disisi lain


Setelah pulang kuliah, Elena memutuskan untuk pulang ke mansion Keluarga Clark untuk mengambil beberapa pakaian nya. Karena tadi dia diantar oleh suami nya, hasil nya Elena pun harus memesan taksi online untuk pulang ke mansion keluarga nya


Tidak pakai lama, taksi online yang dia pesan pun tiba. Elena langsung masuk ke dalam nya dan sang driver langsung tancap gas tanpa basa-basi. Di perjalanan seperti biasanya, dia mengeluarkan earphone untuk mendengarkan musik


Akhirnya taksi yang dia naiki sudah sampai di depan mansion keluarganya, Elena membayar taksi nya dengan uang lebih lalu dia turun. Terlihat pak satpam yang sedang berjaga langsung menyambut kehadiran nya


"Selamat datang nona Elena... " sapa pak satpam


"Terima kasih pak" jawabnya sambil menunjuk kan tanda oke


Elena masuk ke dalam, dan melihat pak Jay sedang berbincang-bincang dengan para pelayan. Elena langsung menghampiri nya, dan betapa terkejutnya pak Jay saat melihat kehadiran nya


"Nona Elena? Ini benar nona Elena kan? " kata pak Jay menatap nona mudanya, dari atas sampai bawah


"Ayolah pak Jay, ini aku Elena" jawabnya sambil tertawa


"Lanjutkan pekerjaan kalian" perintah pak Jay pada pelayan yang sebelumnya berbicara dengan nya


"Omong-omong, bukan nya sekarang nona tinggal di rumah tuan Edric? " tanya pak Jay


"Iya aku memang tinggal dirumah suamiku, tapi aku mampir kesini untuk mengambil pakaian. Oh iya pak Jay, mama dimana? "


"Nyonya sedang istirahat di kamar bersama tuan, nona"


"Kalau begitu, tolong buatkan teh hangat lalu antarkan ke kamar 'ku ya pak" pintanya pada pak Jay


"Baik nona" balas pak Jay


Elena naik menuju lantai atas, dan sampai di depan pintu kamar orang tuanya. Dia mengetuk pintunya, dan orang di dalam pun langsung membuka nya. Mama tampak terkejut saat melihat kehadiran anak bungsu nya ini


"Anak bungsu mama" langsung membawa Elena kedalam pelukan nya lalu melepaskan nya


"Kenapa kesini dek? " tanya mama Elena


"Elena mau beresin semua pakaian Elena ma, soalnya adek sudah nggak ada baju ganti"


"Yaudah kalau begitu ayo mama bantu berkemas, kebetulan mama juga sudah cukup istirahatnya"


Dia masuk bersama mama kedalam kamarnya, banyak sekali kenangan di dalam kamar ini. Jika tidak ada kegiatan, Elena selalu menghabiskan waktunya seharian di dalam kamar. Dia mengambil semua koper miliknya lalu membukanya dan  mulai memasukkan semua pakaian nya ke dalam koper


"Kakak dimana ma, kerja? " tanyanya sambil memasuk kan pakaian


"Nggak kakak kamu lagi di Amerika sekarang. Dia masih sibuk mengurus perusahaan, karena harus mengejar waktu katanya" jelas mama nya


"Mengejar waktu untuk itu ya ma" jawab Elena sambil tersenyum lalu dibalas angguk kan oleh mama nya


Setelah selesai berkemas ternyata semua pakain nya menjadi lima koper, belum lagi sepatunya. Elena yang sudah kelelahan pun membaringkan tubuhnya diatas ranjang


"Nanti kalau kamu pulang, bawa dua koper dulu aja ya dek. Sisanya dibawa kapan-kapan aja" jelas mamanya


"Yaudah hati-hati ya, mama suruh driver antar kamu"


Mereka turun ke lantai bawah, dan Elena berpamitan pada mamanya. Dan mobilnya langsung berangkat


• • • •


Setelah selesai meeting bulanan, mereka bertiga kembali menaiki elevator menuju lantai dimana ruangan mereka berada. Sampai sudah di lantai yang mereka tuju mereka langsung berpencar, Nindya langsung masuk ke ruangan nya sedangkan Daniel ikut masuk ke ruangan Edric


Sampai di dalam ruangan nya Edric langsung menjatuhkan tubuh nya diatas sofa, entah kenapa dia sangat lelah hari ini. Bukan hanya tubuh nya yang kelelahan, tapi pikiran nya juga lelah. Edric diam saja sambil menatap langit-langit ruang kerja nya


"Lebih baik kamu istrirahat dulu dric, sepertinya kamu sangat kelelahan" usul Daniel yang duduk di sofa seberang nya


"Nggak usah niel, aku baik baik aja" jawab Edric beranjak dari sofa lalu berjalan menuju kursi kebesaran nya lagi


Mereka memulai bekerja lagi, Daniel yang tidak mau menganggu bos nya pun pamit untuk ke ruangan nya sendiri. Edric hanya mengangguk, lalu melanjutkan hal yang wajib dia lakukan


Tidak terasa jam sudah menunjuk kan waktu pulang kerja, Edric langsung membereskan semua benda yang berserakan diatas meja nya. Setelah selesai dia keluar dari ruangan nya dan berpapasan dengan asisten nya, Daniel


"Apa tuan akan pulang? " tanya Daniel


"Ya aku akan pulang. Jika masih ada dokumen yang perlu 'ku periksa, kamu bisa mengirim nya lewat e-mail" jelasnya lalu berjalan meninggalkan Daniel


"Siap... tuan" balas Daniel lalu masuk ke dalam ruangan nya lagi


Elevator menuju basement sudah sampai, Edric keluar lalu memencet kunci mobil dan mobil nya pun menyala. Dia berjalan lalu masuk ke dalam mobil, dan tancap gas untuk pulang ke mansion Keluarga Winnight


Lama perjalanan akhirnya Edric pun sampai, dia memakirkan mobil nya lalu masuk ke dalam. Dia langsung naik ke lantai atas menuju kamarnya. Edric melihat istrinya sedang sibuk membereskan koper, dia membaringkan tubuh nya terlentang diatas ranjang


"Sudah pulang" kata Elena mengambil tas kerja suami nya lalu melepas jas dan sepatunya


"Hem" menutup matanya


"Aku siapin air hangat buat kamu mandi ya"


Elena berjalan menuju bathroom, mengisi bath up nya dengan air hangat. Setelah penuh Elena menuangkan essential oil miliknya ke dalam air, lalu dia keluar menuju suaminya


"Airnya sudah siap belum? " tanya Edric pada istrinya


"Sudah aku siapin, kamu bisa masuk sekarang" jawabnya


Edric masuk ke dalam bathroom, dan langsung mencium aroma yang dapat membuat pikiran nya menjadi tenang. Dia berendam di dalam bath up, selesai Edric langsung membilas tubuhnya dan keluar kamar. Edric masuk ke walk in closet untuk memakai pakaian lalu berbaring di ranjang dengan keadaan rambut yang basah


"Itu rambutnya masih basah kok tidur, sini aku keringin" menyuruh suaminya untuk duduk di depan cermin dan Edric menurut saja


Elena mengeluarkan hair dryer dan vitamin rambut miliknya, kemudian langsung mengeringkan rambut suaminya dan tidak lupa memberi vitamin lalu sedikit memijatnya agar cepat meresap. Edric hanya diam saja menikmati pijatan istrinya


Setelah selesai Edric langsung beranjak dari duduknya meninggalkan istrinya dan masuk ke ruang kerjanya. Elena yang melihat itu hanya bisa menghela napas


Aku tau sayang, jika saat ini kamu masih belum bisa menerima kehadiran 'ku sebagai istrimu. Itu semua karena kamu sudah mempunyai wanita yang sangat kamu cintai. Tapi aku sangat yakin, jika suatu saat nanti kamu pasti akan jatuh cinta padaku. Aku akan selalu sabar menunggu sampai dimana hari itu tiba. Batin Elena lalu mengusap air matanya yang mengalir tanpa izin