
Besoknya alarm pun berbunyi, suara dari alarm itu membuat Elena terbangun dari tidur nya. Dia mengambil ponselnya dari meja nakas dan melihat jika masih jam 05.00 am. Elena menduduk kan tubuh nya di ranjang, kemudian dia berdiri
Elena menata bantal bekas tidurnya, kemudian membenarkan selimut yang dipakai suami nya. Dia menaikkan selimut nya sampai dada Edric, lalu berjalan membuka gorden agar cahaya matahari masuk ke dalam kamar. Terakhir Elena membuka sedikit pintu menuju balkon agar ada udara masuk ke dalam kamar
Setelah selesai Elena langsung masuk ke dalam bathroom untuk mandi dan selesai. Saat ini dia sedang memakai make up di depan cermin, terakhir tidak lupa Elena menyemprotkan sedikit parfume. Dia berdiri berjalan menuju ranjang lalu duduk di pinggiran nya
"Sayang... " panggilnya sambil mengelus pipi Edric
"Emm, ada apa baby? " jawabnya dengan mata yang masih tertutup
"Hari ini kamu berangkat kerjanya jam berapa? "
"Jam 06.30 kayak biasanya"
"Baiklah kalau begitu sebentar lagi bangun loh ya, aku mau masak dulu dibawah"
"Heem... "
Selesai berbicara pada suami nya, dia langsung turun ke bawah untuk memasak sarapan. Karena Elena sudah menyiapkan semua bahan-bahannya kemarin malam, hari Elena tinggal memasaknya saja. Dia mengeluarkan semua bahan dari dalam kulkas, lalu mulai memasak
"Hari pertama tinggal dirumah baru dan berstatus sebagai seoarang istri, semoga kebahagiaan selalu ada di dalam kehidupan pernikahan kita" kata Elena
Matang sudah makanan nya, Elena langsung memindahkan nya ke wadah lalu meletakkan nya diatas meja makan. Menatanya dengan rapi lalu kembali lagi ke dapur untuk membuat teh hangat, dan menyiapkan cangkir berisi kopi
Tiba-tiba bel rumah berbunyi, Elena yang mendengar nya langsung berjalan menuju pintu lalu membuka nya. Dia melihat ada seorang pria berpakain jas rapi berdiri di depan nya
"Selamat pagi nyonya" sapa pria yang tidak lain tidak bukan adalah Asisten Daniel
"Selamat pagi juga Daniel, ada apa pagi-pagi kamu sudah kemari? "
"Hari ini saya datang untuk menjemput tuan, nyonya"
"Oh, kalau begitu masuklah"
Asisten Daniel masuk ke dalam, lalu duduk di sofa ruang tamu. Sedangkan Elena langsung kembali lagi ke dapur, untuk menyiapkan minuman nya
"Kamu mau minum apa asisten Daniel? "
"Tidak perlu repot-repot nyonya, air putih saja sudah cukup"
"Okay ini minum untukmu, kalau begitu aku naik ke atas dulu ya"
"Iya nyonya silahkan" berdiri dari duduknya lalu duduk lagi
Sampai di dalam kamar Elena melihat jika Edric sudah tidak ada di ranjang, dia pun memutuskan untuk merapikan tempat tidur dan melipat selimut. Tidak lama Edric keluar dari walk in closet, dengan jas rapi dan sepatu pantofel mahal nya
"Kalau sudah selesai cepat turun, asisten Daniel sudah menunggumu dibawah"
Edric mengambil parfum dari laci meja rias, lalu mulai memakainya di depan istri nya. Disisi lain Elena hanya diam saja sambil menatap lekat ke arah suami nya
Hanya memakai parfum, bagaimana mungkin suami 'ku bisa se-sexy itu. Astaga kenapa aku baru sadar sekarang, jika suamiku sangat sexy. Batin Elena
"Kamu bilang sudah semua kan sayang, menurutku masih ada yang kurang loh? " Elena berjalan ke arah suami nya
"Apa yang kurang baby cepat katakan"
"Kamu bertanya apa yang kurang kan sayang, yang kurang itu ini"
Elena menarik dasi Edric agar mendekat ke arahnya, lalu menempelkan bibirnya ke bibir suami nya dan melum**nya perlahan. Saat ini Edric sangat terkejut, karena dia baru pertama kali melihat istri nya seperti ini. Namun Edric tidak akan bertindak bodoh, dia pun membalas lum**an istri nya
Berciuman mengikuti irama dimana saat pertama tadi mereka hanya ciuman biasa, namun saat ini bibir mereka sudah saling mengecap. Terdengar suara decakan dari ciuman mereka. Edric mendorong istri nya ke dinding, bibir mereka kembali bertautan lagi. Tidak ada yang ingin mengakhiri ciuman panas yang mereka lakukan ini
Karena Elena merasa sudah kehabisan nafas, dia pun langsung melepas ciuman nya. Terlihat mereka sangat terengah-engah, dada keduanya naik turun tidak beraturan. Edric sedikit kecewa karena tiba-tiba Elena melepas ciuman nya
Elena sedikit malu dengan tindakan nya yang sangat agresif tadi, namun Edric malah baik-baik saja. Tiba- tiba Edric mengarahkan kedua tangan nya, berada di sebelah kiri dan kanan untuk mengunci nya
Edric menempelkan dahi nya ke dahi Elena, seketika Elena langsung terkejut. Karena jarak sangat dekat hidung mereka pun bersentuhan satu sama lain, mereka bisa merasakan hembusan nafas yang perlahan kembali teratur
Mata Edric terpejam sedangkan mata Elena masih terbuka, sebenarnya Elena tau jika saat ini suami nya sedang berusaha sekuat tenaga untuk menahan nafsu nya. Semua itu terlihat dari tatapan mata Edric saat menatap ke arahnya tadi
Edric pernah berjanji padanya jika dia tidak akan menyentuhnya, kecuali Elena memperbolehkan nya. Karena Elena merasa kasihan pada suami nya, dia pun memberi kecupan di hidung, kedua pipi, dan terakhir di bibir sedikit lama
"Sayang ayo kita turun, pasti asisten Daniel sudah menunggumu"
Mengambil tas selempang, laptop, dan buku-bukunya lalu menggandeng tangan suami nya keluar kamar
"Iya baby"
Tidak terasa akhirnya mobil yang mereka naiki sudah di depan universitas Elena. Dia meraih tangan kanan Edric lalu mencium nya, Daniel yang berada di dalam mobil juga pura-pura tidak melihat nya
"Nanti pulangnya nggak usah dijemput ya sayang, soalnya aku masih ada urusan sama Kinna"
"Iya, kalau begitu aku berangkat ya baby bye-bye"
"Bye-bye" melambaikan tangan nya sampai mobil Edric menghilang dari pandangan nya
• • • • •
Elena : Maafkan aku sayang, jika saat ini aku masih belum bisa menyerahkan diriku padamu. Tapi jika suatu saat aku sudah yakin, maka aku akan memberikan hal yang memang sudah menjadi hakmu.