After You Left Me

After You Left Me
83. It's All About You Sayang



Cahaya matahari pagi ini telah menerangi bumi yang bulat ini, sedikit cahaya masuk melalui sela gorden di kamar sepasang suami istri yang masih tidur dengan nyenyak. Mereka berdua kelelahan setelah melewati malam kemarin yang penuh dengan gairah di antara mereka berdua


Karena terdapat sinar yang langsung mengenai wajah mereka, sang suami pun langsung terbangun dari tidur lelapnya. Pria itu nampak tersenyum saat melihat istrinya yang tidur dengan sangat nyenyak di dalam pelukannya, entah apa yang telah dilakukan pria itu sampai istrinya pun terbangun


"Good morning baby " kata Edric


"Morning juga sayang... " balas Elena mengulas senyum manisnya


"Bangunlah masa tidur terus, mau dilanjut lagi yang kemarin malam apa gimana? "


Elena yang sadar jika saat ini suaminya sedang jahil padanya pun ikut balik menjahilinya, Elena langsung menelusupkan wajahnya di dada Edric yang sedang telanjang dada. Elena membuka mulutnya sampai melihatkan gigi rapinya, lalu dengan perlahan Elena menggigit dada Edric


Namun ini semua memang aneh, seharusnya yang berteriak karena kesakitan adalah Edric tapi saat ini terbalik malah Elena yang berteriak bahkan sangat keras. Edric yang merasa panik karena istrinya teriak pun langsung memegang kedua pipi Elena, untuk menatap wajahnya


"Ada apa baby, kenapa kamu teriak? " tanya Edric


"Ini sangat sakit sayang, bagaimana bisa kemarin malam adik kecilmu yang sangat besar bahkan lebih besar dari pergelangan tanganku itu masuk ke dalam sini"


"Maksudnya apa baby, adik kecilku apa? Aku nggak punya adik! Adik kecilku oh hahaha" setelah sadar Edric langsung tertawa terbahak-bahak


"Kenapa kamu malah tertawa disaat istrimu sakit sayang, ini nggak lucu tahu"


"Maafin aku ya, babyku yang menggemaskan tapi sangat seksi"


"Sudah sekarang lepaskan pelukanmu sayang, aku harus mandi lalu masak untuk kita sarapan"


"Baiklah tapi bagaimana bisa kamu berjalan dengan kondisimu yang seperti itu hem? "


"Aku juga nggak tahu sayang, bantu aku dong" kata Elena dengan suara dan tatapan menggemaskan


Edric yang seakan lemah dengan sikap imut istrinya pun langsung beranjak dari tidurnya dan berdiri tegak tepat di samping Elena dengan keadaan naked. Elena yang sadar langsung menutup matanya, sedangkan Edric malah menyibak selimut yang menutupi tubuh wanitanya lalu menggendongnya ala bridal style


Saat ini Elena merasa sangat malu, karena tubuhnya langsung bersentuhan dengan tubuh Edric. Dimana itu bisa membuatnya mengingat kegiatan kemarin malam yang mereka lakukan, tapi Elena mencoba untuk biasa saja layaknya Edric


"Sayang apakah ada cara supaya rasa sakitnya cepat hilang? "


"Tentu saja ada baby, kamu mau cara yang langsung sembuh atau sembuhnya perlahan-lahan? "


"Kalau pilihannya begitu tentu aku akan memilih yang cepat sembuh sayang, aku merasa kalau untuk jalan saja sulit"


Edric yang merasa jika rencananya berhasil bahkan sangat berhasil pun nampak tersenyum kecil di bibir, dia langsung melanjutkan jalannya lagi ke bathroom. Sampai di ruang shower Edric menurunkan Elena di hadapannya, sedangkan Elena hanya diam sembari menatap Edric seperti anak kecil


"Apa cara menyembuhkannya dengan obat sayang, kalau iya maka cepat berikan itu padaku"


"Bagaimana bisa kamu begitu menggemaskan baby, terkadang kamu terlihat sangat polos seperti anak kecil, kadang juga terlihat lebih dewasa dariku" kata Edric hanya gumaman, jadi Elena tidak dapat mendengarnya


"Cepat sayang kenapa kamu diam saja, nanti kamu telat berangkat kerja loh"


"Cara yang paling cepat untuk menyembuhkan rasa sakitnya adalah dengan cara mengulangi kegiatan kita kemarin malam baby"


"Tapi kamu saya- aaahhh.... "


• • • • •


Berbagai drama yang Elena lewati pagi tadi, akhirnya saat ini Elena bisa meluangkan waktunya untuk kerja yaitu mencuci bedcover. Elena sedang duduk di kursi kayu kecil sambil menyikat bedcover, entah kenapa Elena lebih suka mencuci dengan tangan daripada mesin cuci. Kecuali jika Elena sedang lelah baru dia akan memakai mesin cuci


Selesai sudah Elena langsung membuang airnya dan memeras bedcover sampai dirasa airnya berkurang, baru Elena menjemurnya di tempat jemurannya dan menatanya dengan rapi. Setelah itu Elena membuka sliding door untuk masuk ke dalam rumah dan jalan menuju dapur, Elena mengambil jus dari kulkas lalu meminumnya segar rasanya~


"Bedcover biar saya saja yang cuci nyonya! " kata mbok Wisik


"Nggak usah mbok terima kasih, saya sudah selesai cuci sekalian sudah di jemur juga itu disana" Elena menunjuk bedcover yang di jemurnya tadi


"Sayang nanti tangan nyonya jadi kasar karena cuci baju"


"Kalau kasar masih bisa pakai krim tangan mbok, ada-ada saja mbok ini"


"Tapi nyonya mau kemana toh, kok sepertinya mau keluar ya? "


"Iya mbok saya mau ke rumah orang tua saya, bantu lihat persiapan pernikahan kakak saya soalnya. Nanti kalau waktunya pulang mbok kunci saja pintunya ya, soalnya saya mungkin pulang sore"


"Nggeh nyonya hati-hati di jalan ya~ "


• • • • •


Setelah sampai di mansion keluarganya (Clark) Elena langsung turun dari mobil dengan hati-hati, karena jujur saja rasa sakitnya itu masih sangat terasa saat ini juga. Mungkin memang benar kata Edric jika ingin rasa sakitnya itu cepat hilang, maka mereka harus mengulangnya lagi dan lagi


"Wah nona Elena, sudah lama tidak bertemu ya apa kabar? " tanya seorang pria yang merupakan salah satu pekerja mansion (Ayah Jaka) Ada yang masih ingat dengan Jaka?


"Tentu saja saya baik-baik saja pak, gimana dengan pak Mansur sendiri? "


"Saya baik nona, meskipun semakin lama umur saya bertambah tapi saya tetap sehat"


"Tapi bapak tidak berantem terus dengan ibu kan? "


"Mungkin kalau berantem hanya masalah kecil nona, berantemnya juga sama saja karena sepatu hilang satu"


"Ternyata dari dulu tidak berubah ya pak, kalau kabar Kak Jaka sendiri gimana pak? "


"Anak saya Jaka sudah magang di perusahaan besar, saya hanya bisa berdoa semoga anak saya itu cepat diterima menjadi karyawan tetap lalu menyusul nona Elena menikah"


"Aamiin pak semoga Kak Jaka cepat menyusul Elena ya. Baiklah kalau begitu sudah dulu ya pak, saya mau masuk ke dalam takut mama nunggu"


"Iya nona hati-hati ya"


Jika semua memori ini diputar kembali lagi kenapa Elena baru saja sadar, jika masih banyak orang yang sangat menyayanginya. Bahkan orang yang tidak ada hubungan darah pun menyayanginya, Elena sangat beruntung karena dia besar dari keluarga yang baik. Dan banyak orang di sekitarnya yang menyayanginya, contoh yang paling menonjol adalah orang tuanya & Estian


• • • • •