
Mendengar perkataan Edric barusan membuat Elena terdiam, memang benar jika mereka sekarang adalah teman jadi tidak salah jika Edric berniat untuk mengantarkan Elena pulang
Melihat Elena yang hanya diam tidak menanggapi perkataanya, Edric langsung membuka suara untuk memecah kecanggungan di antara mereka
"Kenapa kau diam saja? " tanya Edric pada Elena
"Aku hanya tidak tahu harus berbicara apa dengan kau tuan" balas Elena dingin
"Okay omong-omong, apa kau tidak ada niatan untuk memberitahuku alamat rumahmu? " melirik Elena sekilas lalu kembali menatap depan, karena dia sedang mengemudi
"Oh iya maaf aku lupa, alamatnya ada di... " Elena mengetikkan alamat rumahnya di gps mobil Edric
"Tapi bisakah kau tidak memanggilku dengan sebutan tuan, itu terkesan jika aku sudah sangat tua umurku masih 23 tahun okay! " jelas Edric
"Masih 23 tahun? Aku kira kau sudah berusia 24 tahun loj"
"Iya itu juga benar sih, bulan agustus tahun ini aku berusia 24 tahun"
"Bagaimana jika mulai sekarang, kita saling memanggil dengan nama kita masing-masing? " usul Edric
"Boleh saja tuan tapi masalahnya, aku tidak tahu siapa namamu" perkataan Elena itu membuat Edric sangat terkejut
"Apa? Kau tidak tahu siapa namaku, baiklah kalau begitu kita mulai pertemanan kita dengan berkenalan lebih dulu. Bisa-bisa nya kau tidak mengenaliku nona"
"Perkenalkan namaku Elena Danforth Clark, umur 20 tahun, mahasiswi jurusan nanajemen bisnis, universitas x kalau kau?" Elena memperkenalkan dirinya, sambil menatap ke arah Edric yang sedang mengemudi
"Wait a second, your name is Elena Danforth Clark? Marga Clark? " tanya Edric yang terkejut saat mendengar marga Elena
"Iya margaku Clark, C-L-A-R-K memangnya kenapa ada yang salah dengan namaku? " tanya Elena balik yang kebingungan melihat respon Edric
"Ah tidak apa, hanya saja aku teringat dengan sahabatku yang ada di Amerika. Perkenalkan Edric De Winnight umur 23 Tahun, CEO dari Winnight Company" jelasnya
Edric sedang berpikir keras bagaimana bisa marga Elena dan Estian sama, mungkin hanya kebetulan. Tapi jika kebetulan bagaimana mungkin nama tengah mereka sama juga
"Kalau begitu aku akan memanggilmu Edric dan kau bisa memanggilku Elena" timpal Elena dengan tersenyum menatap ke arah luar
"Cantik... " gumam Edric
"Kamu berbicara apa, apa kamu berbicara denganku? " bertanya karena mendengar Edric bergumam
"Ah, aku tidak berbicara apa-apa" Edric membalas dengan terbata-bata
"Oh iya tadi, bagaimana bisa kamu tahu aku sedang berada di halte bus? "
Flashback ON
"Permisi tuan, saya ingin melaporkan tentang pencarian identitas nona Elena" ucap Daniel dan lagi-lagi hanya dibalas deheman oleh Edric
"Maafkan saya tuan, tapi shadow melapor jika mereka tidak bisa mendapatkan informasi sedikit pun tentang nona Elena. Kata mereka identitas nona Elena di lindungi dengan sangat kuat, dan tidak bisa diakses secara sembarangan oleh orang lain" jelas Leo
"Benarkah, kamu nggak bercanda bukan? "
"Iya tuan, anda bisa memastikan nya ke shadow"
"Baiklah kalau begitu kamu boleh pulang, nggak perlu mengantarku. Aku akan mengendarai mobil sendiri, dan untuk urusan tentang pelaku penusukan. Kita tunda besok saja, aku pulang dulu" Edric berusaha untuk tidak terkejut
"Baik tuan" balas Daniel
Memakai jas yang di sampirkan di kursinya lalu mengambil kunci mobil dan keluar ruangan. Masuk ke dalam elevator, dan menekan tombol bertuliskan basement.
Ting. Edric keluar dari elevator berjalan menuju mobil dan masuk kemudian langsung tancap gas. Di perjalanan Edric masih saja terpikir tentang identitas Elena
Dari kejauhan saat lampu merah, Edric melihat Elena sedang duduk di warung lalu berjalan menuju halte bus, tapi dia tertinggal. Dan hal itu sontak berhasil membuat Edric tertawa terbahak-bahak, melihat itu Edric langsung mengendarai mobilnya ke arah Elena. Dia ingin mengantarkan nya pulang sekaligus ingin mengenalnya lebih jauh
Flashback OFF
"Aku tidak sengaja melihatmu tadi, jadi aku berniat untuk memberimu tumpangan" jawab Edric
• • • • •
Setelah mengobrol banyak saat perjalanan, tidak terasa hari juga sudah mulai gelap. Akhirnya mobil yang mereka naiki telah sampai di mansion Keluarga Clark. Melihat itu Edric terkejut ternyata Elena juga tinggal di mansion yang megah seperti dirinya. Edric keluar mobil lalu membukakan pintu untuk Elena
"Apa kamu tinggal disini Elena? " bertanya untuk yang kesekian kalinya
"Iya aku tinggal disini, thanks dric" berterima kasih
"No problem but, apa aku boleh minta nomor teleponmu? " jawabnya sambil mengeluarkan ponsel dari jasnya
Elena hanya diam saja, karena dia sedang berpikir hal apa yang harus dilakukannya. Apa dia harus memberikan nomor ponsel pribadinya atau tidak, dan akhirnya Elena pun memberikannya
"Terima kasih Elena" jawab Edric masuk ke dalam mobilnya
"Sama-sama, hati-hati ya" balas Elena
Edric mengangguk lalu mengemudikan mobilnya menjauh dari mansion Elena, hari ini dia dibuat bingung oleh banyak hal. Mulai dari identitas Elena, marga Elena, sampai tempat tinggal Elena juga. Edric melajukan dengan cepat mobinya dan mengingat momen nya bersama Elena. Edric tiba-tiba tersenyum, dia sangat bahagia hari ini
Jangan lupa like, komen, vote, dan tambahkan novel saya di favorite :)