
Keesokkan harinya Elena bangun secara mendadak, karena dia baru ingat jika belum merevisi skripsi lagi sebelum di kumpulkan. Untung saja saat ini masih jam 6 pagi, dengan cepat Elena langsung beranjak dari ranjang lalu berjalan mengambil laptop nya ke meja
Saat sudah sampai di meja tempat biasanya laptop di letakkan, mata Elena langsung terbelalak dengan lebar. Dia sangat terkejut melihat benda yang ada di atas meja, bagaimana mungkin skripsi yang kemarin masih di revisi untuk melihat hurufnya ada yang salah atau tidak tapi saat ini malah sudah jadi dan di jilid
Elena yang mengira jika saat ini dirinya sedang mimpi pun, langsung menampar pipi kiri dan pipi kanan dengan kedua tangan nya. Dan pipi nya terasa sakit, bukankah itu berarti jika semua ini memang nyata
"Pipiku benar-benar terasa sakit, berarti artinya semua ini bukan mimpi kan? " Elena berbicara sendiri sambil memegang pipinya
"Apa yang melakukan semua ini adalah kakak? Tapi yang tahu sandi laptopku hanya suamiku, jadi kalau begitu? " Elena terus menebak
Setelah Elena berpikir, sampai akhirnya dia yakin jika memang suaminya lah yang melakukannya. Dia langsung berjalan kembali menuju ranjang sambil membawa laptop dan skripsi di tangan nya, lalu memeluk suaminya yang sedang tidur pulas
"Sayang kenapa kamu melakukan semua ini untukku? " memeluk Edric
Edric yang memang sudah terbangun sejak Elena meninggalkan ranjang, langsung membuka kedua matanya dan tampak dua bola mata cantik berwarna birunya itu sedang menatap istrinya
"Apa sebagai seoarang suami, aku nggak boleh membantu istrinya baby? " tanya Edric
"Tapi bukankah itu sangat banyak sayang, aku baru sampai BAB IV merevisinya"
"Itu sedikit baby, bahkan saat kuliah S2 di Italia skripsiku lebih tebal dari ini"
"Kalau memang begitu terima kasih banyak sayang, aku nggak tahu harus berterima kasih kepadamu dengan cara seperti apa"
"Kamu hanya perlu berterima kasih dengan tindakan baby" kata Edric lalu memanyunkan bibirnya
"Tindakan yang bagaimana sayang? " tanya Elena bingung
"Apa kamu nggak sadar kalau aku sudah memanyukan bibirku sebagai kode baby? "
"Tentu saja aku menyadarinya suamiku, aku hanya berpura-pura bingung sayang" jawab Elena
Elena langsung meletakkan laptop dan skripsi nya diatas meja, lalu dia langsung duduk diatas tubuh suaminya dan menahan tangan suaminya agar tidak dapat bergerak. Edric yang melihat tingkah istrinya saat ini, hanya bisa diam sembari tersenyum
Disaat itu juga Elena langsung menundukkan kepalanya dan mencium bibir Edric, dan tentu saja Edric juga membalas ciuman istrinya. Karena sangat fokus berciuman, Elena tidak sadar jika dia melepaskan tangan suaminya. Tangan Edric yang terlepas langsung bergerak memeluk tubuh Elena, dan tangan yang satunya menekan kepala istrinya agar lebih memperdalam ciuman nya
Elena melepaskan ciuman bibirnya, lalu beralih mencium basah seluruh wajah suaminya mulai dari hidung, kelopak mata, dahi, pipi, dan bibir. Karena Edric sudah tidak tahan dengan tingkah istrinya, dia langsung meraup bibir istrinya secepat kilat dan terus melu***. Mereka saling bertukar saliva, dan terlihat tidak ada penolakan dari Elena. Karena Elena memang menginginkan ciuman ini
Edric melepas ciuman nya, dan terlihat raut wajah istrinya yang masih belum puas. Dengan cepat Edric membalikkan posisinya, dan saat ini Edric berada diatas tubuh Elena. Mereka mengambil nafas lebih dulu sebelum melanjutkan ciuman panas ini, setelah cukup Edric kembali menyerang bibir istrinya. Tidak berhenti disitu tangan Edric juga ikut mengelus paha mulus istrinya, dan hal itu dapat membuat tubuh Elena seperti tersengat listrik
Semakin lama berciuman, bibir Edric pun berpindah menuju leher mulus istrinya. Edric terus menciumi area leher istrinya, dan memberinya gigitan kecil. Elena yang merasa geli namun nikmat, hanya bisa menjambak rambut Edric. Setelah puas memberi gigitan kecil, bibir Edric kembali meraup bibir Elena yang seakan menjadi candu untuknya
Tangan Edric juga tergerak untuk membuka kancing baju istrinya. Elena yang menyadari hal itu langsung mendorong dada Edric, sampai ciuman mereka terlepas lalu mereka berdua terengah-engah dalam keadaan masih saling menatap
"Kenapa kamu menahanku baby, apa kamu masih belum mau melakukannya? " tanya Edric
"Bukannya nggak mau, tapi aku masih belum siap sayang" dalam keadaan masih menahan dada Edric
"Baiklah kalau begitu maafkan aku, tadi aku hampir nggak bisa mengendalikan diriku"
"Aku berjanji akan langsung menyerahkan diriku padamu, jika memang aku sudah siap sayang" memberi janji ke Edric
"Baiklah, sekarang cepat bangun baby" membantu istrinya agar duduk
Tangan Edric bergerak untuk menutup kancing baju Elena, yang sudah terbuka dua kancing karena ulahnya tadi. Setelah selesai Edric langsung membawa Elena kedalam pelukan nya, dan Edric menenggelamkan kepalanya di leher Elena. Dan Elena juga membalas pelukan Edric dengan sangat erat
Cup
Cup
"Berhenti sayang itu sangat geli, aku akan mengingat itu dengan baik sayang okay" jawab Elena membalas pelukan manja suaminya
• • • • •
Setelah selesai mengantarkan istrinya ke tempat kuliah, Edric langsung tancap gas menuju ke salah satu hotel milik pebisnis indonesia yang mengadakan pertemuan para pebisnis bersama asisten Daniel yang mengemudikan mobilnya. Di perjalanan Edric terus tersenyum karena mengingat, kegiatan yang dia lakukan tadi pagi bersama istrinya
Tidak lama mereka pun sampai di hotel tersebut, semua mobil sedang mengantre di depan pintu. Akhirnya sampai sudah giliran mobil Edric, Daniel turun dari mobil lalu membukakan pintu untuk Edric. Saat Edric sudah turun, semua wartawan langsung ramai untuk mengambil fotonya. Tidak lupa Daniel memberikan kunci pada pekerja hotel, yang bertugas untuk memakirkan mobil para pebisnis ke basement hotel
Saat ini Edric dan Daniel sudah di dalam, terlihat banyak sekali para pebisnis dari berbagai negara yang hadir di pertemuan tahun ini. Daniel berjalan menuju tempat duduk yang sudah tertera nama Edric di meja, dan mereka pun duduk
"Welcome everyone to this years business meeting, i hope... " disambut oleh pemilik hotel ini
• • • • •
Sekarang Edric dan Daniel sedang berada di elevator menuju basement, mereka keluar lalu berjalan menuju mobil mereka. Namun tiba-tiba ada orang yang berdiri di hadapan mereka
"Tuan Edric... " panggil asisten Justin
"Oh Justin, ada apa kamu mencariku? " jawab Edric
"Bisakah kamu meluangkan waktumu sebentar untuk bertemu dengan bosku? "
"Tentu saja bisa kenapa tidak, cepat antarkan aku ke tempatnya"
Edric dan Daniel mengikuti asisten Justin berjalan menuju belakang mobil disitu terdapat Estian yang sudah menunggu berdiri dari tadi
"Apa kamu ingin berbicara sesuatu denganku tian, masalah kerja sama atau apa? "
"Daniel... Justin... Kalian menjauhlah darisini, tapi pastikan kalian masih bisa melihat kita" perintah Estian
"Baik tuan" kedua asisten langsung menjauh
"Aku sudah menahan diriku hari itu, karena adikku selalu menempel denganmu dric. Tapi hari ini aku akan menanyakan nya dengan jelas!" jelas Estian
"Apa maksud- " disela oleh Estian
"Apa yang kamu lakukan pada adikku sebelum berangkat ke pulau kemarin Edric? " dengan nada yang dingin
"Tian santai bro, aku nggak melakukan apapun pada istriku"
"Kalau kamu nggak melakukan apapun pada adikku, lalu bagaimana bisa matanya sembab hah? " menarik kera baju Edric
Asisten Daniel dan asisten Justin yang melihatnya dari jauh, hanya bisa menahan diri untuk tidak pergi kesana. Tapi jika mereka sudah kelewatan batas, maka mereka tidak akan segan untuk melangkahkan kakinya kesana
• • • • •
Note : Jangan lupa dukung terus karya author dengan cara like, komen, dan vote. Terima kasih😗