
Estian langsung beranjak dari duduk manisnya dan dengan hati-hati, menggendong istri tercintanya itu seperti koala menuju ke ranjang. Setelahsampai Estian pun menidurkan Kinna perlahan di ranjang dan langsung naik ke atas tubuh istrinya, jadi saat ini posisi Estian berada di atas tubuh Kinna
Menatap lekat mata berwarna cokat gelap khas asia timur istrinya, begitu juga dengan Kinna yang saat ini sedang menatap mata warna biru suaminya seperti lautan bahkan karena saking cerahnya jatuhnya jadi warna abu-abu. Entah kenapa mereka berdua secara bersamaan tiba-tiba tersenyum dengan keadaan masih saling menatap
"Bagaimana bisa kita tertawa bersamaan seperti ini hem, ini sangat aneh honey" kata Estian
"Ini nggak aneh sama sekali sayang, ini semua dapat terjadi karena kita selalu sehati"
"Baiklah istriku, tapi berani-beraninya kamu pakai pakaian kekurangan bahan seperti ini? " kata Estian menelusupkan wajahnya di leher jenjang istrinya, dan itu langsung membuat Kinna kegelian karena brewok suaminya
"Berhenti sayang itu geli haha, dan ini bukan pakaian kekurangan bahan sayang tapi ini namanya bikini lingerie. Bentuknya memang seperti ini, jadi berhenti bilang kalau ini pakaian yang kekurangan bahan okay! "
"Honey ayolah, bahkan aku bisa membelikan semua pakaian yang kamu inginkan asalkan jangan pakaian yang seperti ini. Pakaianmu saat ini terlihat seperti kain perca lalu diberi tali dan dijahit, memangnya berapa sih harganya? "
"Jahat banget masa kain perca sih, tapi kamu tenang saja sayang bahkan harga lingerie ini nggak bisa menghabiskan semua uangmu meski aku membeli 100 pasang lagi"
"Kalau begitu berapa harganya aku mau tahu, nggak sampai jutaan kan honey? " Estian menatap mata istrinya untuk mencari kejujuran
"Em kurang lebih harganya seperti satu pena merek parker sayang, harganya seperti pena parker yang tipe Pen Parker Sonnet Matte Black GT"
"Kamu serius? Harga pena yang kamu sebutkan barusan itu mahal honey, bagaimana bisa pakaian ini yang terlihat biasa saja berharga seperti pena itu! "
"Harga lingerie ini nggak bisa dibandingkan dengan semua koleksi sepatu, dasi, jas, dan semua barang kamu sayang. Mungkin benar saja kalau pakaian ini terlihat biasa saja kalau seperti ini, tapi ini beda lagi kalau kamu melepasnya sayang"
Kinna melepas bra lingerie yang menempel pada kedua dadanya itu, jadi saat ini Kinna telah telanjang dada dan hanya tersisa kain tipis yang membalut bagian bawah tubuhnya. Estian yang melihat istrinya berlaku nakal pun berniat mengikuti permainannya, perlahan satu-persatu Estian membuka kancing pada pajamanya dan membuangnya entah kemana
Setelah sama bertelanjang dada, perlahan Estian pun mulai menundukkan kepalanya lalu melu*** bibir ber warna pink yang seksi itu. Saat ini pun tangan Estian pun tidak akan bisa diam, karena sebisa mungkin dia harus bergerak menyusuri setiap sudut dari tubuh Kinna agar merasa lebih terangsang. Karena mereka sudah kehabisan napas, Kinna pun melepas ciuman panas itu yang merupakan awalan dari kegiatan mereka berdua malam ini
"Izinkan aku untuk melakukannya malam ini, boleh kan honey hem? " tanya Estian dengan suara berat dam mata yang sudah berkabut di penuhi gairah
"Tentu saja aku mengizinkanmu sayang, lakukan lah karena aku juga menginginkannya"
"Aku sangat mencintamu honey~ "
"Aku juga sangat-sangat mencintaimu sayang~ "
Akhirnya tepat malam ini dan detik ini mereka berdua pun, telah merasakan kenikmatan tiada tara yang tak pernah mereka rasakan sebelumnya. Dimana hal itu dapat menyatukan dua insan secara fisik dan juga secara perasaan, dimana bukti kebesaran cinta itu di antara mereka berdua akan di buktikan pada malam yang penuh gairah ini. Terdengar jelas suara desahan dan racauan yang tidak karuan telah memenuhi seisi ruangan
• • • • •
"Good morning istriku tersayang, masih pagi kenapa kamu sudah cantik begini? " tanya pria itu
"Tentu saja aku harus menjaga penampilan, supaya suamiku tidak memandang wanita lain diluar sana" jawab wanita itu yang tentu saja dia adalah Elena
"Baby lihat aku, aku nggak akan bersikap bodoh dan meninggalkan bidadari secantik kamu yang sudah menjadi istriku. Kalau sampai aku menyakiti kamu, itu artinya aku adalah pria terbodoh di dunia ini baby"
"Tapi bagaimana kalau suatu saat nanti di hari yang akan datang, kamu akan menyakitiku dan membuatku pergi meninggalkanmu? "
"Aku nggak akan membiarkan hari itu ada di dalam kehidupan kita, bahkan kalau saat ini aku berada jauh darimu aku sangat merindukanmu baby"
"Tapi kita nggak pernah tahu apa yang akan terjadi ke depannya sayang, bisa saja suatu hari nanti kamu akan menyakitiku! " jelas Elena menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca
Edric dibuat kebingungan karena jarang dan hampir tidak pernah Elena bersikap seperti ini, entah kenapa tiba-tiba saja istrinya membahas hal yang dapat diartikan sebagai perpisahan. Perlahan Edric mengalihkan pandangannya untuk menatap wajah Elena dan seketika Edric merasa sangat iba dengan ekspresi wajah istrinya
Raut wajah datar dengan bibir membentuk seperti garis lurus, serta dua mata indah yang sejak tadi mencoba untuk mengeluarkan air matanya tapi sebisa mungkin Elena menahannya. Edric langsung beranjak dari duduknya lalu berjalan ke arah Elena, dengan cepat Edric membawa Elena menuju dada bidangnya. Dan saat itu juga Elena menumpahkan semua kesedihan yang dia rasakan
"Shh baby jangan nangis lagi aku nggak bisa lihat orang yang sangat aku sayangi menangis" kata Edric mengelus punggung Elena agar tenang
[DISISI LAIN]
Di dalam sebuah ruangan yang terlihat mirip seperti gudang, terdapat seorang pria yang sejak tadi sibuk dengan komputer yang berada di hadapannya. Pria itu terlihat sangat fokus menatap layar yang dipenuhi dengan angka-angka yang membingungkan. Entah kenapa pria itu terlihat sangat bahagia dengan itu semua
Dan secara tiba-tiba ponselnya yang berada di atas meja pun berdering, pria itu membiarkan ponselnya karena dia merasa jika panggilan itu mengganggu aktivitasnya. Karena ponselnya tetap saja berdering dan yang menelepon juga orang yang sama, pria itu pun mengangkatnya
"Shit! Kenapa kau sangat mengangguku hah, apa kau tahu kalau hari ini kau sudah meneleponku sebanyak 10 kali? " kata pria itu
"Bro gimana dengan rencana yang akan kita lakukan kepada pria bodoh itu, apa kau telah menyelesaikan nya? "
"Sebenarnya aku nggak begitu yakin dengan rencana ini tapi, kalau dilihat dari sudut pandang kelemahan pria itu pasti rencana ini tingkat keberhasilannya sangat tinggi"
"Baiklah kalau begitu nanti malam aku menunggumu di apartemenku, aku ingin kau menjelaskan semua dengan jelas
"Okaylah sampai jumpa"
• • • • •