After You Left Me

After You Left Me
Selalu Menyayangimu



Sembari menunggu semuanya bersiap-siap, Elena selalu memanfaatkan waktunya untuk menatap laptop. Karena tidak terasa jika besok, adalah batas terakhir pengumpulan skripsi. Dimana setelahnya akan tiba hari dia harus bersiap diri untuk sidang skripsi, dan akhirnya wisuda


"Baby kamu masih periksa skripsi ya? " duduk di samping Elena


"Iya sayang keluarnya nanti dulu ya, sayang soalnya kalau nggak diselesaikan sekarang"


"Kalau begitu aku tunggu kamu disini saja, biar yang lain duluan"


"Terima kasih sayang" Elena tersenyum kecil


• • • • •


Setelah selesai memeriksa skripsi, sepasang suami istri ini langsung keluar kamar untuk menyusul yang lainnya. Mereka berjalan beriringan ke pinggir pantai untuk barbeque, sebagai pesta perayaan karena hari ini adalah hari baik bagi Estian dan Kinna


"Akhirnya kalian berdua sudah datang, kenapa lama sekali? " tanya papa Elena


"Itu pa tadi Elena ada tugas yang harus diperiksa, jadi kita baru datang" jawab Edric menanggapi mertua nya, meskipun masih sedikit canggung


"Iya sudah lebih baik kalian langsung kesana, biar papa yang urus ini"


"Benaran pa, adek bantu papa panggang seafood nya ya? " Elena menawarkan diri untuk membantu


"Nggak usah sayang, biar papa sama mr.brown saja yang memanggang okay? "


"Baiklah jika itu mau papa, tapi kalau butuh sesuatu panggil adek ya"


"Iya sayang sudah cepat kesana"


Edric mengikuti istri nya berjalan menuju api unggun, dimana semua orang sedang duduk melingkari kobaran api tersebut. Mereka berdua memutuskan untuk duduk di samping Estian dan Kinna namun sedikit jauh


"Ini gitar kamu, tadi waktu kamu tidur kakak pinjam sebentar" mengembalikan gitarnya ke Elena


"Iya makasih kakak... " tersenyum manis


• • • • •


Tidak terasa semakin lama waktu semakin berlalu, dan sekarang juga jam sudah menunjukkan pukul 10 dimana 2 jam lagi mereka harus pergi meninggalkan pulau ini


"Kalian kalau masih mau berkumpul disini silahkan, tapi jangan lupa nanti jam 12 malam kita pulang! " kata papa Elena


"Iya tian tahu pa, kita bakal ingat kok"


Setelah semua orang pamit untuk beristirahat lebih dulu, karena jam 12 malam nanti mereka akan pulang. Sekali lagi saat ini hanya tersisa mereka berempat, kalian pasti tahu lah siapa saja mereka yang saya maksud. Sampai tiba-tiba


"Aduh perut aku sakit banget baby, aku mau ke toilet dulu ya" kata Edric memegangi perutnya sembari berlari mereka bertiga


"Iya sayang, kalau kamu butuh minyak putih cari saja di tas aku" teriak Elena


"Sepertinya kalau dilihat, kamu sangat menyayangi Edric El? " tanya Kinna spontan


"Meskipun aku sangat menyayanginya, apakah dia juga menyayangiku? " kata Elena


Elena langsung mengalihkan pandangan nya untuk menatap api unggun yang ada di depan nya, lalu mengambil gitar yang ada di sampingnya dan menaruh di pangkuan nya. Disisi lain saat Elena berbicara seperti itu, langsung membuat Edric menatap ke arahnya


"Daripada bosan nggak tahu mau ngapain, saat ini adek mau nyanyi satu lagu yang sangat cocok untuk kakak! " kata Elena


"Cocoknya untuk kak tian doang nih, aku? " tanya Kinna


"Iya kalau dipikir lagi, lagu ini juga cocok untuk kamu Kinna" jawab Elena


Setelah selesai berbicara sebentar dengan sahabat yang sebentar lagi akan menjadi kakak iparnya ini, Elena sudah bersiap untuk menyanyikan sebuah lagu ini


...Hidupku tanpa cintamu, bagai malam tanpa bintang...


...Cintaku tanpa sambutmu, bagai panas tanpa hujan...


...Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku...


...Meski kau tak cinta kepadaku...


...Beri sedikit waktu, biar cinta datang karena telah terbiasa...


Tanpa Elena sadari setelah menyanyikan lagu itu, air matanya langsung lolos keluar tanpa aba-aba. Estian yang menyadari hal itu pun langsung merengkuh tubuh Elena dan memeluknya erat


"Kamu ada masalah apa sayang, cepat ceritakan semuanya ke kakak? " tanya Estian


"..." Elena tidak menjawab perkataan kakaknya tapi, saat ini dia sedang menangis tersedu-sedu sampai tubuhnya bergetar


"Kalau ada sesuatu yang membebani pikiranmu, cepat ceritakan ke kita El nggak apa-apa. Kenapa kamu harus malu sama kita? " kata Kinna yang duduk di samping Estian


"Adek tatap mata kakak... " pinta Estian


Elena langsung mendongakkan wajahnya ke atas untuk melihat kakaknya, Estian yang melihatnya langsung terkejut. Dengan cepat yang sebelumnya tangan nya sedang memeluk Elena, langsung berpindah memegang wajah Elena


"Sebenarnya kamu kenapa, sampai nangis kayak gini dek? " bertanya sambil menghapus air mata Elena dengan ibu jarinya


"..."


• • • • •


Semua orang sudah siap dengan koper mereka, dan saat ini mereka semua sedang menunggu speedboat yang menjemput mereka. Di antaranya terdapat Edric dan juga Elena yang berdiri disana, dari tadi terlihat jika Elena sudah mengantuk


"Are you sleepy baby? " tanya Edric


(Kamu mengantuk baby?)


"Aku ingin tidur sekarang juga sayang" jawabnya


"Tahan dulu baby, tidurnya nanti saja kalau sudah di speedboat ya"


"Baiklah sebisa mungkin akan aku tahan sayang"


Setelah Edric mengatakan itu, secara tiba-tiba speed boat yang mereka tunggu pun akhirnya sudah tiba. Meskipun Edric membawa dua koper di tangan kiri nya, tapi tangan kanan nya berusaha untuk menggandeng tangan istri nya


Sampai sudah di dalam speedboat yang berisi hanya 12 orang ini, karena mereka menyewa speedboat ini khusus untuk keluarga saja. Terlihat jika Estian dan Kinna sedang duduk berduaan sambil menatap laut malam yang gelap


Sedangkan disisi lain, terdapat Edric yang sedang sibuk berkutat dengan laptop di pangkuan nya. Dan di pundaknya terdapar istri nya yang sedang terlelap, jadi sebisa mungkin Edric tidak bergerak agar istri nya tetap tidur dengan nyenyak


"Edric lebih baik kamu menidurkan Elena disana, apa kamu tidak lelah menopangnya dengan pundakmu seperti itu? " kata papa Elena


"Tidak perlu pa, karena istri Edric sepertinya sudah nyaman dengan posisi seperti ini. Edric takut nanti malah menganggu tidurnya, karena dia sudah sangat nyenyak"


"Tapi kalau nanti kamu lelah gimana nak? " kata mama Elena


"Kalau itu tidak masalah ma, asalkan istri Edric bisa tidur dengan nyaman itu sudah cukup bagi Edric"


"Baiklah tapi kalau kamu lelah, langsung tidurkan istri mu disana okay! " pinta papa Elena


"Siap pa... " jawab Edric


Setelah selesai berbicara dengan kedua mertuanya, Edric kembali menatap layar laptop. Dia sangat fokus dengan sesuatu yang dilakukan nya dan disela-sela itu Edric selalu menciumi dahi istri nya berulang kali. Edric menyadari tindakan nya, dan dia memang ingin melakukan nya


Setelah selesai berurusan dengan laptop, Edric pun langsung menutup dan menaruhnya tepat disamping nya. Kemudian dengan pelan Edric memindahkan kepala istrinya menuju pahanya, agar dia bisa tidur lebih nyaman dan tidak lupa sebelum Edric tidur. Dia mencium bibir Elena lebih dulu dengan durasi yang sangat lama


"Selamat tidur baby tidur yang nyenyak ya, aku selalu menyayangimu!! " bisik Edric perlahan di telinga Elena


• • • • •