After You Left Me

After You Left Me
What's Wrong With Me?



Sampai di perusahaan, Edric langsung disambut oleh asisten pribadinya Daniel. Mereka berdua berjalan masuk ke dalam, semua orang yang melihat mereka langsung menunduk hormat pada Edric dan Daniel


Daniel menekan tombol elevator khusus CEO lalu mereka berdua masuk, pintu tertutup dan elevator mulai bergerak naik ke atas. Disana Daniel ingin memulai pembicaraan dengan bos nya


"Tuan, apa sedang ada masalah? " penasaran karena melihat Edric diam saja dari tadi


"Masalah? Ah tidak ada aku hanya sedang bergulat dengan pikiran 'ku sendiri" jawabnya


Ting. Elevator sudah berdenting lalu pintu pun terbuka, mereka berdua berjalan keluar. Edric berjalan menuju ruangan nya di ikuti oleh Daniel tepat di belakang nya. Daniel berdiri di depan mejanya


"Daniel, bagaimana urusan rumah yang aku bilang padamu kemarin malam? " menatap asisten nya


"Tadi pagi orangnya menelepon saya tuan, dia bilang anda bisa datang kesana besok siang. Karena sedang ada perbaikan jalan di sekitar perumahan, jadi ditutup" jelasnya


"Baiklah kalau begitu, aku akan melanjutkan pekerjaan 'ku" pintanya


"Tuan jangan lupa sebelum jam makan siang, ada rapat bulanan yang biasanya kita lakukan"


"Iya aku sudah ingat, kamu bisa keluar sekarang"


Daniel memberi bow pada Edric lalu dia keluar dari ruangan bos nya itu, dan masuk ke ruangan nya sendiri. Dia duduk di kursi kerjanya sembari menatap layar komputer, lalu seorang perempuan masuk ke ruangan nya dan ikut serta dalam menyiapkan bahan untuk rapat nanti


Edric juga melanjut pekerjaan nya dengan sangat fokus, di ruangan nya sangat senyap hanya terdengar suara ketikan dari keyboard


. . .


Waktu rapat pun tiba, Daniel dan Nindya (Sekretaris Edric) sudah menyelesaikan bahan untuk rapatnya sejak tadi. Mereka keluar bersama menuju ruang rapat, terlihat semua kepala divisi sudah berkumpul disana. Tapi anehnya Daniel tidak melihat keberadaan Edric, dia menoleh menatap Nindya


"Apa tuan Edric sudah datang? " tanya Nindya dengan dingin pada salah satu kepala divisi


"Belum sekretaris Nindya, dari tadi hanya ada kami disini" jawabnya


"Baiklah, asisten Daniel kamu" menoleh menatap asisten Daniel, dia pun mengerti maksudnya


Daniel mengeluarkan ponsel nya lalu menelepon nomor Edric, tapi tidak dijawab sama sekali. Akhirnya dia memutuskan untuk menyusul Edric ke ruangan nya dan Nindya memutuskan untuk memulainya rapatnya lebih dulu


Saat dia mengetuk pintu ruangan Edric, tidak ada jawaban. Daniel memutuskan untuk langsung masuk, dan ternyata bos nya sedang duduk di kursi kebesaran nya sambil melamun menatap luar


"Tuan... Tuan Edric... Tuan... " panggil Daniel


"Edric... " panggil Daniel tepat di telinganya


Edric yang melamun pun langsung tersadar dan langsung menatap ke arah Daniel


"Perché mi hai picchiato Daniel?" menatap daniel


(Daniel, kenapa kamu memukul 'ku?)


Dia tidak menjawab perkataan nya dan malah berbalik untuk mengambil minum, lalu menaruhnya di meja Edric


"Lebih baik minum air itu dulu,agar nyawa mu kembali utuh. Lalu baca kertas ini" meletakkan bahan untuk rapat versi print nya


"Astaga, maafkan aku Daniel. Apa rapatnya sudah dimulai? " bertanya sambil membaca kertas yang diberikan Daniel


Sial, bagaimana bisa aku lupa jika hari ini ada rapat bulanan. Dan anehnya kenapa saat ini, aku ingin sekali untuk pulang. What's wrong with me? . Batin Edric


"Maybe Nindya had started the meeting, when I left here" jawabnya santai


(Mungkin saja Nindya sudah memulai rapatnya, saat aku datang kesini)


Setelah selesai membaca, Edric langsung beranjak dari duduk nya lalu keluar dari ruangan nya menuju ruang rapat. Saat mereka berdua masuk, semua orang langsung menatapnya. Edric hanya memasang wajah datar, dia berjalan menuju ruang meeting


"Maafkan aku telat Nindya" meminta maaf dengan lirih pada sekretaris nya


"Tidak apa-apa tuan" jawabnya


Lalu menunjuk kan pada Edric sampai dimana rapatnya saat ini, dan Edric yang sudah paham pun langsung melanjutkan nya


Rapat hari ini berjalan dengan lancar, meskipun ada sedikit masalah dengan CEO mereka. Tapi yang terpenting adalah mereka tetap melaksanakan rapat bulanan. Karena Perusahaan Winnight Company merupakan perusahaan yang besar, dimana setiap bulan mereka harus mengadakan meeting. Yang bertujuan untuk melaporkan penjualan bulan kemarin


 



Author : Saranghae Balok Es 👻