
Saat ini Edric sedang memakai pakaian kerjanya, sedangkan Elena sedang merias wajahnya di depan cermin. Terakhir Edric tinggal merapikan rambut nya, dan Elena memakai sepatunya. Selesai sudah mereka langsung turun ke lantai bawah, semua orang sudah menunggu di meja makan
"Good morning mom, dad" kata Edric lalu duduk di kursi nya
"Good morning mom dad, maaf membuat kalian berdua menunggu" meminta maaf lalu duduk di kursi samping suami nya
"Morning... " jawab dad Edric menatap anak dan menantu nya
"Morning too~ Tidak apa-apa nak, mom mengerti kok ya kan dad? " menyikut suami nya dengan siku tangan kanan nya
Setelah pembicaraan itu selesai mereka langsung sarapan, pagi ini sarapan berjalan lancar seperti biasanya. Dan juga setelah selesai sarapan, mereka berdua berangkat
Di dalam mobil Elena sedang sibuk bermain dengan ponsel nya, sedangkan suami nya sibuk menyetir. Elena mem-video jalanan dari dalam mobil, lalu membuatnya menjadi instagram story dan memberi nya tag #ayosemangat:)
"What are you doing, baby? " tanya Edric menatap istri nya sekilas
"Me? Itu aku hanya sedang mem-video jalanan dan mengepost nya ke sosial media" jawabnya lalu memasukkan ponsel nya ke dalam tas
"Oh iya baby, nanti kamu pulang kuliahnya jam berapa? Soalnya nanti siang, aku mau lihat rumah yang aku beli" bertanya lalu memberitahu istri nya
"Kalau jam berapa nya aku nggak tau, nggak pasti soalnya. Gimana kalau nanti aku sudah pulang, aku telepon kamu aja? " usul Elena menatap suami nya
"Okay, jangan sampai lupa ya" memberi peringatan ke istri nya
Sampai sudah di depan kampus, Elena berpamitan pada suaminya. Saat Elena akan keluar dari mobil, tangan nya ditahan oleh Edric
"Kenapa sayang? " bertanya dengan tatapan yang kebingungan
"Main keluar-keluar aja, cium dulu lah" ujarnya yang membuat Elena terkejut
"Hah... Ci- Ci- Cium? " Elena spontan langsung menutup bibir nya dengan kedua tangan nya
Edric menyingkirkan tangan istrinya dan langsung mengarahkan punggung tangan nya ke bibir Elena, dan terkecup sudah. Edric sedikit tersenyum, namun Elena tidak menyadarinya
"Apa kamu berpikir, kalau aku memintamu untuk mencium bibir 'ku baby? Tapi kalau kamu mau, aku nggak akan menolak nya" ucap nya
"Sudahlah, bye-bye" Elena keluar dari mobil dengan wajah yang merah padam, seperti kepiting rebus
• • • •
Selesai semua mata pelajaran Elena lalui, saat ini dia sedang berjalan menuju kantin. Dari kejauhan dia melihat sahabat nya, Elena pun langsung menghampiri nya
"Kinna... " sapa Elena
"Iya, wah ada pengantin baru nih. Gimana malam pertama nya, enak nggak? " Kinna mengerjai sahabat nya
"Apaan sih Kinna ih" memukul lengan sahabat nya dengan gemas
Boro-boro mau tau rasanya malam pertama, ngerasain aja belum pernah. Hadeuh. Batin Elena
"Kamu mau pulang juga El? " tanya Kinna
"Iya, ini lagi nunggu di jemput. Kamu juga kan? " dibalas anggukkan oleh Kinna
Tiba-tiba ponsel Elena berdering, dan ternyata yang menelepon nya adalah suami nya. Tanpa menunggu lama, dia langsung menerima panggilan nya
"Iya sayang ada apa? " Elena memulai pembicaraan nya
"Aku suruh driver jemput kamu, sebentar lagi dia datang baby. Ingat plat nomornya 'Y 1224 XZ' jangan sampai salah" kata Edric
"Iya sayang"
"Kalau begitu, aku tunggu disini baby" mengakhiri panggilan nya
"Wah sudah panggil sayang-sayangan nih, sudah seberapa jauh sih. Hahaha" ujar Kinna
Tidak lama driver yang dikirim Edric untuk Elena pun tiba, Elena yang menyadari nya langsung berpamitan pada Kinna
"Kinna aku duluan ya" pamit Elena melambaikan tangan nya
"Iya El, be careful ya" jawab Kinna membalas lambai tangan nya Elena
Dia berjalan menuju resepsionis, Elena berniat bertanya dimana ruangan CEO mereka
"Permisi, ada yang bisa saya bantu? " ucap seorang karyawan penjaga resepsionis dengan malas
"Iya, saya mau bertemu dengan Tuan Edric" balas Elena jujur
"Hah, apa anda sudah membuat janji terlebih dulu bu? " tanya sang karyawan dengan tatapan merendahkan Elena
Bisa-bisanya dia menghela napas di depan tamu, nggak sopan. Dan memanggil 'ku dengan sebutan ibu, bukankah itu terkesan jika aku sudah sangat tua? Mohon maaf aku masih 21 Tahun. Batin nya
"Aku sudah membuat janji" jawabnya dengan penuh penekanan
"Sebentar bu, kalau begitu saya konfirmasi dulu" ucapnya menelepon seseorang tapi tidak diangkat
Apa dia sebegitu tidak percayanya, jika aku sudah membuat janji? Sepertinya aku tau motif karyawan ini. Batin Elena
"Maaf bu, tapi saya tidak bisa mengizinkan sembarangan orang menemui Tuan Edric" kata sang karyawan
Dari kejauhan saat Daniel akan naik elevator menuju lantai ruangan nya, dia seperti melihat istri bos nya. Dia pun langsung menghampiri nya untuk melihat dan ternyata benar, sebelum menghampiri Daniel sempat mendengarkan pembicaraan nya lebih dahulu
"Permisi... " Daniel muncul di depan Elena
"Daniel? " kata Elena
Sang karyawan penjaga resepsionis dibuat bingung, berani-beraninya dia memanggil Asisten Daniel dengan sebuatan Daniel?
"Nona Elena lebih baik ikut saya dulu" menyuruh istri bos nya mengikuti nya menuju elevator
"Maafkan saya nyonya, tapi apakah nyonya bisa menunggu disini sebentar. Ada hal yang harus saya selesaikan" langsung merubah panggilan nya
"Hem" karakter asli Elena keluar
Berani-beraninya kau merendahkan istri dari CEO kita, secara terang-terangan di depan karyawan lain. Kurang ajar sekali wanita ini. Batin Daniel
Daniel berjalan menuju resepsionis lagi, dan memanggil karyawan yang tadi
"Kalian berdua, bisakah kalian berdiri? " menyuruh keduanya berdiri
"Tentu saja, asisten Daniel" jawabnya sambil membenarkan rambutnya
"Apa kalian masih ingat wajah wanita yang ingin bertemu dengan Tuan Edric tadi, jika tidak kalian bisa melihatnya sekali lagi disana" menunjuk ke arah dekat elevator di tempat Elena berdiri
"Ingat ini dengan baik, kalau perlu tanamkan di otak kalian. Jika nona itu datang lagi kesini, langsung suruh dia naik elevator khusus CEO. Tidak perlu meminta izin pada sekretaris Nindya, mengerti? " kata Daniel panjang lebar
"Mengerti tuan" menjawab dengan ketakutan
Daniel kembali menuju tempat Elena, dan meminta maaf
"Maafkan kelancangan karyawan tadi, nyonya" menunduk pada Elena
"Sudahlah" jawab Elena acuh
"Kalau begitu, mari saya antarkan ke ruangan tuan Edric"
Elena masuk ke dalam elevator dilanjutkan dengan Daniel, dia menekan tombol menuju lantai ruangan khusus CEO. Mereka berdua keluar
"Lewat sini nyonya" mengarahkan Elena
Mereka berdua berjalan dengan Daniel berada di depan Elena, namun Elena tidak masalah dengan hal itu. Daniel mengetuk pintu ruangan Edric dan masuk ke dalam
"Permisi tuan, nyonya sudah datang" kata Daniel
"Va bene, si può uscire ora Daniel" kata Edric
(Baiklah, kamu bisa keluar Daniel)
"Sì, signore" jawab Daniel memberikan bow lalu keluar dari ruangan Edric
(Baik, tuan)