
Karena mendengar ucapan yang keluar dari mulut calon istrinya ini, Estian hanya bisa diam dan berpikir sejenak. Setelahnya Estian langsung menyingkirkan tangan Kinna yang memeluk tubuhnya, kemudian dia mendudukkan tubuhnya, dan menatap kearah Kinna yang masih berbaring tepat di sampingnya
"Maukah kamu meluangkan waktumu sebentar, untuk berbicara hal yang sangat penting denganku honey? " tanya Estian dengan nada suara yang sangat serius
Mendengar nada suara calon suaminya yang sangat serius itu, membuat Kinna langsung mendudukkan tubuhnya yang sebelumnya masih berbaring di ranjang
"Berbicara hal penting apa sayang, apakah hal itu memang sangat penting untuk dibicarakan saat ini juga? "
"Aku nggak bisa yakin ini penting atau nggak, karena mungkin saja bagi orang luar ini memang biasa, tapi untuk aku pribadi ini memang penting. Bukankah kamu baru saja bilang, kalau kamu ingin melakukan kegiatan yang biasanya dilakukan oleh sepasang kekasih? " kata Estian memastikan perkataan calon istrinya
"I'm just kidding with you sayang, aku hanya menguji pertahananmu sebagai seorang pria" jawab Kinna
(Aku hanya bercanda denganmu)
"Iya aku paham kalau kamu sedang bercanda denganku honey, tapi jangan sampai kamu berbicara seperti itu kepada pria lain okay? Karena tidak semua pria seperti aku mengerti? " mengenggam tangan Kinna
"Iya aku minta maaf sayang" menatap Estian
"Jika kata yang kamu ucapkan tadi serius, jawaban yang aku berikan padamu adalah aku tidak mau melakukannya. Kenapa? Karena ini semua berkaitan dengan harga diri seorang wanita, aku tahu hal yang kamu maksud adalah having sex. Memang benar jika di luar negeri melakukan itu adalah hal yang biasa, tapi tidak bagiku. Sekarang kita tinggal di negara yang budayanya beda jauh dengan negara asli kita, dimana jika kita melakukan sex diluar nikah adalah hal yang tabu. Meskipun aku dan kamu seorang blasteran dan sudah lama aku tinggal di Amerika, tetap saja aku masih punya rasa hormat terutama pada seorang wanita"
"Kenapa aku bisa berkata seperti ini? Itu semua karena saat aku masih remaja papa selalu bilang jika "Saat kamu sudah dewasa nanti, tentu saja kamu akan menikah dengan wanita impianmu. Dan pesan papa untukmu, jangan pernah kamu sakiti hati wanita. Karena di dalam sebuah hubungan, entah itu hubungan pertemanan atau percintaan, wanita selalu melibatkan perasaan dan pikirannya. Jadi sekali saja kamu menyakitinya, rasa sakit itu akan tetap berbekas di dalam hatinya" Dan apa kamu tahu, alasan apa yang membuatku nggak mau melakukan hal itu denganmu honey? " Estian mengakhiri penjelasannya dengan bertanya
"Aku nggak tahu sayang, kenapa memangnya? " jawab Kinna dengan jujur
"Itu semua karena aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu honey" kata Estian dengan mata berkaca-kaca menatap Kinna
"Mau berapa kali kamu bilang, mau seberapa sering kamu katakan jawabanku tetap sama yaitu tidak. Karena aku ingin merasakan itu, saat kita sudah menikah nanti"
Hiikkss...
Hiikkss...
Setelah Estian mencurahkan semua isi hatinya terkait perkataan Kinna tadi, terutama perkataan yang terakhir. Kinna langsung memeluk tubuh Estian erat, tubuhnya bergetar namun dengan sangat cepat Estian menyadari itu
"Kamu sedang menangis honey? " tanya Estian dengan keadaan Kinna masih berada di pelukannya
"Lihat sini dulu dong honey, aku mau lihat wajah cantiknya mana sih. Masa di umpetin terus di perut aku? " tanya Estian sekali lagi
"Cantik darimana sayang, orang aku lagi nangis" Kinna melepaskan pelukan nya lalu menatap Estian
"Loh kok nangis kenapa hem, aku kira kamu cuman bercanda honey. Kenapa bilang sama aku? "
"Aku nggak bisa jelasin apa yang aku rasakan sekarang, yang pasti saat ini aku merasa senang bercampur sedih. Aku masih nggak nyangka kalau kamu juga mencintaiku, ini semua seperti mimpi"
"Ini semua bukan mimpi honey, sekarang tatap mata aku lalu pegang kedua pipi aku" Kinna menuruti perkataan Estian, dia mengarahkan tangan nya untuk memegang kedua pipi Estian
"Aku mencintaimu honey, selamanya aku akan selalu mencintaimu"
Cup
Cup
Setelah mengatakan perasaan nya pada calon istrinya, Estian langsung mencium pipi kiri dan kanan Kinna lalu di akhiri dengan senyuman yang ditujukan untuk Kinna
"Sudah sekarang kita tidur ya sayang, ini sudah malam besok kamu harus kerja" kata Kinna
"Baiklah kita tidur sekarang juga, good night honey~"
"Good night sayang~" mereka berdua sudah tertidur lelap dan juga mereka tidur seranjang, namun tenang saja karena tidak terjadi apa-apa
• • • • •
Keesokkan harinya terlihat ada sepasang suami istri, yang sedang bersiap-siap di dalam kamar. Elena telah selesai make up dari tadi, sedangkan suaminya sedang mondar mandir entah apa yang dilakukan nya
"Kamu kenapa dari tadi bolak-balik terus sayang, dasinya juga belum di ikat? " kata Elena
"Itu baby aku lagi cari tie clip aku, dimana ya kamu tahu nggak? " tanya Edric balik bertanya
"Maksudnya kamu lagi cari ini? " Elena menghampiri suaminya sambil membawa tie clip berwarna perak di tangan kanan nya
"Orang dari kemarin ada di meja rias aku, makan nya kalau habis pakai langsung di kembalikan di tempat asalnya okay? "
"Iya baby, makasih ya"
Elena langsung menarik dasi Edric agar mendekat ke arahnya, lalu mengikat dengan cepat bahkan Edric saja terkejut. Bagaimana bisa istrinya mengikat dasi secepat itu, dan hasilnya pun rapi
Setelah selesai mengikat dasinya, terlihat jika Elena masih belum menjauh dari hadapan nya. Edric pun memanfaatkan itu untuk mencium bibir Elena, karena sudah dari tadi Edric tidak tahan untuk meraup bibir istrinya
Cup
Cup
Pertama hanya kecupan, namun lama kelamaan Elena merubahnya menjadi french kiss. Dimana lidah mereka saling mengu**, mereka saling bertukar saliva. Mereka melepaskan ciuman nya, karena harus berangkat ke kantor
"Kenapa wajah kamu merah kayak kepiting rebus gitu baby? " Edric menjahili Elena
"Entah aku yang baru sadar atau apa, tapi setelah kita pulang dari pulau seribu sifat kamu berubah 360° sayang, aku sayang kamu"
"Aku juga sayang sama kamu" Elena sangat tidak menyangka jika Edric akan menjawab perkataan nya
"Kamu benar baby, setelah pulang dari pulau seribu sifatku berubah 360°. Itu semua karena ini" Batin Edric
Flashback ON
Selesai dari bathroom, Edric berniat kembali lagi ke pinggir pantai untuk menghampiri istri dan kakak iparnya. Namun tiba-tiba mama mertuanya memanggilnya
"Iya ma ada apa? "
"Edric bisa tolong panggilkan tian tidak, mama mau bicara sebentar soalnya" kata mama mertuanya
"Iya ma, ini Edric juga mau keluar"
Edric langsung keluar dari resort, lalu berjalan menuju api unggun dimana disana terdapat Elena, Estian, dan Kinna. Dia berniat untuk berjalan kesana, namun saat sampai tengah-tengah Edric mendengar istrinya yang sedang bernyanyi, lalu tiba-tiba menangis
Edric yang merasa bingung pun memutuskan untuk bersembunyi, dan mendengar semua percakapan antara tiga orang itu. Tiba-tiba Elena mengucapkan kata-kata yang bisa membuat hati Edric bergetar
"Sebenarnya kamu kenapa, sampai nangis kayak gini dek? " tanya Estian pada Elena
"Adek cinta sama kak Edric kak" kata Elena tidak jelas karena dia sambil menangis
"Kamu bilang apa sayang, kakak nggak bisa dengar dengan jelas? " tanya Estian
"Elena mencintai kak Edric, adek cinta sama suami adek kak" kata Elena sedikit keras
Pernyataan cinta itu membuat hati Edric langsung terenyuh, dia tidak pernah menyangka jika Elena memang mencintainya. Edric pikir sikap baik Elena kepadanya selama ini, hanya karena dia ingin dipandang baik oleh mom nya. Tapi kenyataan nya semua itu salah
"Kamu bilang apa sayang, kamu cinta sama suami kamu? Kamu cinta sama sahabat kakak yang namanya Edric itu? " tanya Estian berkaca-kaca
"Iya kakak, adek cinta sama kak Edric. Adek sangat mencintainya"
"Ternyata kamu memang sudah besar sayang, bahkan kamu sudah mencintai seseorang. Lalu kenapa kamu nggak bilang langsung kepadanya, kalau kamu mencintainya? "
"Entah kenapa adek sangat susah untuk mengatakan nya, bahkan adek saja belum melakukan itu" Elena menatap mata kakaknya
"Kakak paham apa yang kamu maksud dengan 'itu' dek. Begini dengerin kakak, meskipun Edric tidak pernah berkata jika dia mencintaimu tapi kamu harus tetap melaksanakan kewajibanmu seorang istri. Karena kewajiban istri adalah melayani suami, dan suami berhak untuk menerima hak nya terutama hal 'itu'. Jadi sebisa mungkin kamu harus yakin dengan perasaan kamu ya, kakak yakin jika saat ini juga Edric sudah mencintai kamu dek, hanya saja dia bodoh karena dia belum menyadari perasaan nya"
"Jangan bilang suamiku bodoh kak, dia hanya kurang peka" kata Elena mencoba tersenyum
Karena percakapan malam itulah, Edric bisa tahu perasaan istrinya yang sebenarnya. Dia memutuskan untuk perlahan membuka hatinya, dan mencoba untuk menerima Elena yang memang sudah berstatus sah sebagai istrinya.
Flashback OFF
• • • • •