After You Left Me

After You Left Me
My Best Friend



Pagi tadi Elena sedikit terkejut, karena saat dia bangun Kinna sudah tidak ada samping nya. Dia mencari di dalam bathroom, di balkon kamar, di lantai bawah juga tapi tetap tidak ada. Elena pun berpikir mungkin sahabat nya itu sudah pulang subuh tadi saat dia sedang tertidur lelap


Elena sudah sarapan dan bersiap-siap, hari ini dia memutuskan untuk kuliah sedikit siang. Elena mengambil kunci mobil nya, beberapa buku yang harus dibawa lalu memakai tas selempang nya. Hari ini dia memutuskan untuk berangkat kuliah dengan menyetir mobil sendiri, tidak diantar oleh driver


Setelah sampai di Universitas Elena langsung memarkirkan mobil nya dengan rapi, lalu keluar dengan membawa buku-buku di pelukan nya. Dia mampir lebih dulu ke kantin untuk membeli minuman, dan melanjutkan lagi berjalan menuju kelas nya. Skip. Selesai sudah dia berkuliah, saat ini Elena sudah ada di dalam mobil


Dia mengecek ponsel nya lebih dulu sebelum pulang, dia melihat ada pesan masuk dari mama Kinna. Dengan cepat dia langsung membuka pesan tersebut, saat melihat pesan itu Elena langsung tancap gas menuju rumah Kinna tanpa membalas pesan nya lebih dulu


Disisi lain


Seorang gadis tidur tengkurap di ranjang nya sambil menangis tersedu-sedu, dia menutupi wajah nya dengan bantal agar suara tangisan nya tidak terdengar sampai luar. Dia merasa tidak bertenaga hari ini, setelah pulang kuliah tadi pagi dia langsung mengunci dirinya di dalam kamar


Elena yang sudah sampai pun langsung dengan cepat memarkirkan mobil nya, lalu masuk ke dalam rumah Kinna. Terlihat disana mama Kinna sudah menunggu kedatangan nya di ruang tamu, Elena menghampiri orang yang biasanya dia panggil aunty ini


"Aunty sebenarnya ada apa dengan Kinna? " tanya Elena


"Elena bisakah kamu membantu aunty, sejak pulang kuliah tadi pagi Kinna langsung masuk ke dalam kamar nya dan tidak keluar sampai sekarang. Dia juga belum makan siang aunty khawatir" ucap mama Kinna padanya


"Aunty tenang aja Elena pasti bantuin anty kok, sekarang makanan nya mana? " kata Elena


Mama Kinna beranjak dari duduk nya menuju dapur, di ikuti Elena di belakangnya. Sembari mama nya menyiapkan makanan nya, Elena juga menyiapkan peralatan makanan seperti sendok garpu dan juga baki agar lebih mudah membawanya. Tidak lama akhirnya makanan nya pun sudah siap


"Itu makanan yang satunya buat kamu, dimakan ya" kata mama Kinna menunjuk piring yang ada diatas baki


"Oh iya makasih aunty, kalau begitu Elena naik ke atas dulu ya" jawab Elena


Elena berjalan menaiki tangga menuju lantai atas, saat sampai di depan pintu kamar Kinna. Ternyata benar jika pintunya di kunci, namun Elena yang mengetahui password dari pintunya pun langsung membuka nya tanpa mengetuk lebih dulu


"Kinna cepatan bangun, ayo makan siang dulu terus nanti lanjut tidur lagi. Sebenarnya kamu tidur apa nggak sih? " kata Elena sambil menepuk-nepuk lengan Kinna


Setelah lama Elena berbicara sendiri dan tidak mendapat respon sedikit pun dari sahabatnya itu, akhirnya Kinna pun bangun dari tengkurap nya lalu menatap Elena


"Astaga kamu kenapa, coba liat sekarang wajah kamu maskara sama eyeliner belepotan dimana-mana" Elena menggandeng tangan sahabatnya menuju kamar mandi


Setelah selesai cuci muka dan Kinna juga mengganti pakaian nya, mereka kembali lagi duduk di ranjang. Saat ini Elena mencoba mencari tau, sebenarnya hal apa yang terjadi pada sahabatnya ini


"Sebenarnya kamu kenapa, kamu ada masalah? Kalau kamu ada masalah, kamu kan bisa ceritain ke aku. Jangan di simpan sendiri, cepat ceritain ke aku" kata Elena dengan lembut, tapi Kinna malah menangis


"Sebenarnya aku.. aku, kamu tau kan El kalau aku cinta sama kak tian? " kata Kinna menangis lalu mengusap air matanya dengan tangan


"Iya aku tau kalau kamu cinta sama kakak, tapi apa hubungannya sama kakak? " Elena kebingungan


"Kemarin saat aku menginap di rumahmu... "


Kinna menceritakan semuanya dengan jelas tanpa ada yang di tutup-tutupi pada Elena, dia menceritakan nya sambil menangis. Air matanya terus mengalir tidak ada henti-henti nya, setelah selesai menceritakan semuanya Elena langsung memeluk erat sahabatnya ini


"Kinna kamu yang sabar ya, kalau aku jadi kamu pasti aku juga sedih. Tapi gimana pun juga itu pilihan kakak, dan maaf aku nggak bisa bantu kamu" kata Elena ikut menangis masih memeluk Kinna


"Nggak apa-apa aku paham kok, kamu begini sama aja udah bantuin aku. Makasih ya udah jadi sahabat terbaik buat aku" kata Kinna


"Udahan nangis nya aku jadi ikutan nangis nih, lebih baik sekarang ayo kita makan dulu" kata Elena dijawab anggukkan oleh Kinna


Mereka berdua makan bersama diatas ranjang, Elena juga mencoba menghibur Kinna dengan bercerita-cerita agar dia tidak berlarut-larut dalam kesedihan