After You Left Me

After You Left Me
Naughty Girl [Kinna]



Sampai di depan rumah calon mertuanya, Estian langsung masuk ke dalam dibukakan pagar oleh sang satpam. Dia memakirkan mobilnya di garasi rumah, sejajar dengan mobil yang lainnya. Selesai parkir Estian langsung menatap kearah calon istrinya, yang sedang tertidur lelap


"Honey buruan bangun, kita sudah sampai di depan rumahmu" kata Estian dengan suara lembut


Kinna yang memang mendengar suara dari Estian pun, langsung mengerjapkan matanya. Perlahan dia mulai membuka matanya, dan langsung menatap ke arah Estian


"Kenapa sayang, apa kita sudah sampai dirumah aku? " tanya Kinna


"Tentu saja kita sudah sampai, coba lihat mobilnya saja sudah terparkir di garasi rumah kamu"


Estian langsung turun dari mobil, lalu berjalan menuju pintu sebelah dan membukakan pintu untuk calon istrinya Kinna yang sedang tersenyum ke arahnya


"Terima kasih banyak sayang, kamu sangat baik"


"Sama-sama honey, dan harus kamu ingat kalau aku memang orang baik okay"


"Iya aku tahu, calon suamiku yang tampan ini memang yang terbaik"


• • • • •


Mereka jalan bergandengan tangan, menuju pintu rumah. Saat sampai Kinna langsung memasukkan password rumahnya, dan pintu pun terbuka. Terlihat di ruang tamu, masih ada papa dan mamanya yang masih menonton televisi


"Papa mama tumben belum tidur, biasanya kalau sudah jam segini kan sudah tidur? " kata Kinna


"Gimana mama sama papa bisa tidur sayang, orang anak gadisnya saja belum pulang ke rumah sampai jam segini" jawab mama Kinna


"Estian juga ada disini, bukannya tadi masih ada di bussiness gathering? " tanya papa Kinna


"Iya tian pulang duluan pa, soalnya memang acaranya sudah selesai. Jadi daripada tian diam saja disana, mendingan main ke rumah Elena. Dan kebetulan juga ketemu Kinna"


"Sekarang kamu pulangnya gimana sayang, tadi kan kita naik mobil aku? " tanya Kinna


"Ini aku mau telepon driver mansion honey, biar dia jemput ak- " belum sempat berbicara, perkataan nya sudah dipotong oleh mama mertuanya


"Sudah nggak usah telepon driver mansion kasihan, pasti sekarang dia sudah tidur. Lebih baik kamu menginap disini saja tian, ini juga sudah malam kamu pasti lelah"


"Iya kalau begitu sebentar ya ma, tian mau telepon asisten tian dulu"


Memulai panggilan


"Halo Justin apa kamu sudah sampai di apartemen kamu? "


"Baru saja aku turun dari mobil tian, ini perjalanan ke elevator soalnya istriku sudah menunggu"


"Bisakah kamu balik lagi ke mobil tin, coba cek di belakang ada pakaianku atau nggak"


"Pakaianmu tentu saja ada bro ada kemeja, celana, dasi, tie clip, dalaman, parfume lengkap seperti biasanya"


"Baguslah kalau begitu, besok kamu jemput aku lebih awal. Dan jangan lupa jemputnya bukan di mansion, tapi dirumah Kinna"


"Uwaw kamu menginap tian? Keren. Tapi alamatnya dimana bro? "


*Estian langsung shareloc lokasi rumah Kinna*


"Lokasinya lumayan dekat sama apartemenku tian, okay lah sudah dulu ya bye"


"Baiklah thanks tin, bye"


Menutup panggilan


• • • • •


Setelah selesai menelepon, mereka berempat langsung naik ke lantai atas karena semua kamar letaknya ada di lantai 2. Kinna masuk ke kamarnya lebih dulu, sedangkan Estian masih berdiri di depan pintu


"Tapi ma pa, tian tidur dimana? " tanya Estian


"Tentu saja kamu tidur di kamar Kinna tian, terus tidur dimana lagi nak? " kata mama Kinna


"Kalau tidur di kamar tamu saja gimana ma? "


"Kamar tamunya lagi di renovasi nak, jadi saat ini masih belum bisa dipakai" papa Kinna membukakan pintu kamar tamu, dan terlihat semua barangnya masih berantakan


"Sudahlah cepat masuk ke dalam, ini celana sama dalaman baru buat kamu ganti. Dan untuk kaosnya, coba kamu tanya Kinna saja mungkin dia punya" kata papa Kinna


"Iya kalau begitu Estian masuk dulu ya pa, ma"


"Jangan lupa tidurnya dibawah tian" kata mama Kinna


"Iya mama... " jawab Estian


Estian menerima celana beserta dalaman yang masih baru, dari papa mertuanya. Dia pamit terlebih dulu, lalu masuk ke dalam kamar Kinna. Karena Estian sudah pernah masuk kesini, jadi tidak begitu asing baginya


Kinna yang memang selesai mandi pun keluar dari bathroom, dan sangat terkejut melihat Estian yang sedang duduk di ranjangnya sambil bermain ponsel. Tapi untung saja Kinna sudah memakai lingerie nya, hanya saja dia tidak memakai bra


"Kenapa kamu masuk ke kamarku sayang? "


Tanya Kinna sambil membuka lemarinya, untuk mengambil outer rajut miliknya yang berwarna abu-abu lalu memakainya


"Aku disuruh papa sama mama untuk tidur disini honey, tapi tidurnya dibawah"


"Kamu tidurnya dibawah? Iya sudah kalau begitu aku siapin tempat tidurnya dulu ya"


"Iya terima kasih, aku juga mau mandi dulu ya honey" mengusap kepala Kinna lalu berjalan ke arah bathroom


"Sikat giginya yang baru ada di laci nomor dua sayang" kata Kinna mendekat ke pintu


"Iya honey... "


Selesai menyiapkan tempat tidur untuk Estian, Kinna selalu mencobanya lebih dulu. Karena menurutnya ini sangat tidak nyaman, bahkan punggungnya terasa sakit. Sampai dirasanya lumayan nyaman, dia pun beranjak lalu duduk di depan cermin untuk memakai skincare rutin nya


• • • • •


Estian yang memang sudah selesai mandi pun, keluar dari bathroom hanya memakai celana berwarna hitam yang diberi papa mertuanya tadi. Jadi saat ini dia hanya bertelanjang dada, dan saat ini menggosok-gosok rambutnya yang masih basah dengan handuk. Dan Kinna masih belum menyadari keberadaan nya


"Honey kamu punya kaos yang sekiranya muat buat aku pakai nggak? " tanya Estian membuat Kinna menoleh menatapnya


"Aaahhh.... Kenapa kamu telanjang dada sayang? " tanya Kinna menutup matanya dengan kedua tangan nya


"Gimana nggak telanjang dada, orang kaosnya saja belum ada cepat ambilkan lah"


"Iya aku ambilkan, tapi handuknya pakai dulu buat tutup dada kamu"


"Okay aku tutup" Estian menutup dadanya dengan handuk yang dia pegang tadi


Kinna berjalan menuju lemarinya untuk mencari kaos oversized nya, yang mungkin saja muat untuk dipakai Estian. Lalu kembali lagi menghampiri Estian, yang masih berdiri seperti tadi


"Coba pakai yang ini sayang muat nggak? "


"Sebentar ini kaosnya punya siapa dulu honey, memang kamu punya pakaian pria? " kata Estian menatap mata calon istrinya


"Punya aku lah, terus punya siapa kalau bukan punya aku? "


"Benaran punya kamu? Kalau punya kamu mana muat honey kan badan kamu saja kecil, sedangkan badan aku lebih besar dari kamu? "


"Lebih baik dicoba dulu calon suamiku, jangan tanya terus okay" menepuk pipi Estian gemas


• • • • •


Setelah mereka selesai berdebat unyu ala suami istri, saat ini juga mereka sudah berbaring di tempat tidur masing-masing. Kinna yang belum menutup matanya karena belum bisa tidur pun, memanggil Estian untuk diajak bicara. Karena mungkin saja calon suaminya itu juga belum tidur


"Sayang... " panggil Kinna


"Oh kamu belum tidur juga honey, ini sudah malam loh cepatan tidur! " Estian langsung membalikkan posisinya dan menatap Kinna yang berada di ranjang atas


"Apa kamu merasa nyaman tidur beralaskan kasur tipis seperti itu saja sayang, apa punggungmu nggak merasa sakit? "


"Kalau sakit sih memang sakit honey, tapi kalau cuman segini masih nggak apa-apa kok"


"Jangan begitulah sayang, besok kalau bangun punggung kamu malah sakit. Lebih baik kamu tidur sama aku di ranjang saja, sinilah buruan"


"Tapi honey kita kan masih belum menikah? "


"Aku yakin kamu nggak akan melakukan apapun padaku sayang"


"Iya sudah kalau itu yang kamu mau honey"


Estian bangun dari kasur tipisnya itu, lalu membaringkan tubuhnya diatas ranjang bersebelahan dengan Kinna. Dengan cepat Kinna langsung memeluk tubuh Estian, dan berkata sesuatu yang bisa membuat otak Estian meledak seketika


"Bagaimana jika sekarang kita melakukan kegiatan, yang biasanya dilakukan oleh sepasang kekasih saat berdua saja di dalam kamar sayang? Kamu mau kan? " kata Kinna menatap mata Estian


Mendengar ucapan calon istrinya barusan, membuat otak Estian serasa akan meledak. Tubuhnya terdiam tidak bergerak sedikit pun, dia hanya menatap lurus ke depan


• • • • •