After You Left Me

After You Left Me
Tahap Pertama



Sambil menunggu istri nya bersiap-siap, Edric memanfaatkan waktunya untuk memanaskan mesin mobil. Tidak lama Elena pun keluar dari dalam rumah, lalu menghampiri suami nya yang sedang duduk di kursi teras rumah


"Sayang aku sudah siap... " kata Elena


"Sudah siap kalau begitu ayo kita berangkat"


Edric berjalan menuju mobil, lalu membukakan pintu untuk istri nya. Dan dia mengitari mobil, lalu masuk ke pintunya sendiri


Mereka sudah berada di dalam mobil, dan perjalanan menuju supermarket nya. Elena duduk menatap ke depan sambil membawa jaket kulit berwarna hitam di pangkuan nya, saat Elena menatap ke bawah dia baru sadar


"Oh ini jaket buat kamu sayang, masa kamu keluar rumah cuman pakai kemeja kayak gitu? "


"Iya nanti aja pakainya baby kalau sudah sampai, sekarang kamu pakai dulu daripada kamu kedinginan"


"Iya... "


Elena segera memakai jaket kulit milik suami nya itu. Lalu meskipun ukuran nya kebesaran, yang terpenting saat ini adalah Elena bisa menghangatkan tubuh nya


Agar tidak merasa bosan Edric berinisiatif untuk menyalakan radio, dan akhirnya mereka mendengarkan musik yang diputar dari radio


• • • • •


Tidak terasa mereka pun sudah sampai di supermarket nya. Setelah mendapatkan karcis parkir, Edric langsung mencari tempat parkir yang tidak jauh dari pintu masuk. Selesai parkir mereka berdua keluar dari mobil, dan berjalan masuk ke dalam supermarket nya


"Sebentar sayang tunggu dulu" kata Elena


"Iya baby ada apa? "


"Ini jaketnya belum kamu pakai, nanti kedinginan loh. Ini juga sudah malam! "


"Pakaikan dong baby" Edric memohon sembari menampilkan wajah memelas


"Baiklah... "


Elena yang lemah akan wajah tampan suami nya pun, akhirnya memakaikan jaketnya ke tubuh Edric. Elena sangat terkejut, karena suami nya tetap terlihat tampan meskipun tidak memakai jas


"Makasih baby... "


"Kenapa kalau malam, supermarketnya malah ramai ya. Aku kira malah sepi banget"


"Iya juga ya baby"


Mereka pun berjalan bersebelahan, lalu masuk ke dalam supermarketnya. Saat baru saja masuk,Elena terlihat sangat bahagia. Pasalnya banyak bahan makanan yang bisa dia beli disini


"Kamu mau pakai keranjang atau trolley baby? " tanya Edric


"Trolley sayang, kan kita belanja nya banyak"


"Okay... "


Mereka mulai berjalan menuju bahan-bahan dapur, mulai dari garam, minyak, gula, dan masih banyak lagi. Setelahnya saat mereka perjalanan menuju tempat buah-buahan, Elena melihat sesuatu yang menarik perhatian nya


Elena langsung menggenggam tangan suami nya yang sedang mendorong trolley, menuju tempat itu. Ternyata tempat itu adalah toko bunga, mata Elena terkesiap saat melihat semua bunga itu


"Ternyata kamu tarik tangan aku seperti tadi karena lihat semua bunga ini? " kata Edric


"Iya, bukankah semua bunga ini sangat cantik dan indah sayang? "


"Iya semua bunganya sangat cantik, apa kamu mau? Kalau kamu mau kamu boleh beli kok, sekalian buat hiasan dirumah"


"Terima kasih sayang, kalau begitu aku akan pilih bunga matahari. Karena hari ini aku sangat bahagia, maka warna yang cocok adalah kuning"


"Okay terserah kamu baby... "


Setelah memilih bunga mereka lanjut mencari tempat buah-buahan berada, dan mereka sudah menemukan nya. Mencari letak buah-buahan sedikit mudah karena biasanya letaknya ada di pojok


"Terserah kamu baby, kamu beli semua buah nya juga boleh atau sekalian supermarket nya juga kita beli? "


"Ih aku serius sayang, jangan dibuat bercandaan"


"Aku juga serius, aku nggak pernah bercanda dengan perkataanku baby"


"Dasar orang kaya, orang mau tanya mau beli apa malah ditawarin beli satu supermarket. Gimana ya, emang susah kalau punya suami terlanjur kaya. Bilang beli supermarket aja gampang, kayak lagi beli permen yang harga1000 dapat 3" Batin Elena


"Kalau begitu aku mau beli ini... "


Elena mengambil kantong plastik, lalu memasukkan berbagai macam buah mulai dari apel, anggur, pisang, blueberry, dan berbagai macam buah yang lainnya. Elena menaruh kantong tersebut di trolley yang di dorong suami nya


"Bumbu dapur sudah, sayur-sayuran sudah, buah-buahan juga sudah. Sekarang tinggal beli ayam, dan ikan, ayo kita kesana sayang... "


Elena berjalan lebih dulu meninggalkan suami nya yang sibuk mendorong trolley


"Sebentar baby jangan cepat-cepat jalan nya, tunggu aku"


Karena mendengar suara suami nya Elena pun berhenti dan berbalik, dia tersenyum melihat wajah suami nya. Elena pun berjalan kembali menghampiri suami nya


"Uh kasihan banget suami aku, maafin aku ya sayang"


Elena menatap mata Edric, lalu mengelus-elus kepala nya. Dan Edric langsung terkekeh. Entah kenapa hanya dengan begini saja, dapat membuat Edric bahagia


"Maafin aku karena barusan ninggalin kamu, kalau begitu ayo kita kesana"


Elena berjalan di samping Edric, sambil merangkul tangan nya yang mendorong trolley menuju tempat pembayaran. Elena tidak pergi meninggalkan suami nya, tapi dia ikut mengantri


• • • • •


Sampai di dalam rumah Edric menaruh semua belanjaan nya di dapur, dan dia membantu Elena membereskan nya. Setelah selesai mereka langsung naik ke lantai atas untuk tidur, karena mereka sudah sangat lelah hari ini


Saat ini mereka sudah berada di dalam kamar, dalam keadaan sudah selesai mandi. Dan seperti biasanya Elena sedang duduk memakai skincare rutin ditambah memakai lingerie nya, namun yang tidak seperti biasanya adalah Edric


Mulai dari istri nya keluar dari bathroom tadi sampai sekarang, wajah Edric masih memerah. Pasalnya dia tidak pernah melihat istri nya menggunakan pakaian seksi seperti itu


"Sayang, tolong bantu charger ponsel aku"


"Tapi charger nya dimana baby? " tanya Edric


"Ada itu charger warna putih, di laci meja itu"


Setelah selesai men-charger ponsel istri nya, dan Elena juga sudah selesai dengan kegiatan rutin nya. Dia langsung membaringkan tubuh nya diatas ranjang, lalu menaikkan selimut sampai dada


"Emm Baby... " panggil Edric


"Iya sayang ada apa? "


"Apa aku boleh tidur sambil menggenggam tanganmu? "


"Menggenggam tanganku? Tentu saja boleh, kenapa kamu harus minta izin sayang"


Setelah mendapat izin dari istri nya, tanpa basi-basi lagi Edric langsung menggenggam tangan Elena dengan erat. Edric tidak sadar jika dia membawa tangan Elena menuju bibirnya lalu menciumi nya


Malam hari ini pun mereka tidur dengan bergenggaman tangan, entah apa yang akan mereka lakukan suatu saat nanti. Apakah akan lebih dari sekedar mengenggam tangan?


• • • • •



Edric : Bagaimana hasil fotoku, baguskan baby?