
Sampai di kamarnya Elena langsung membersihkan dirinya, dia berendam di bathup dan tidak lupa juga menambahkan Chamomile Essential Oil karena itu dapat membantu untuk merileksasikan tubuh dan kebetulan Elena juga sedang kelelahan hari ini
Hanya butuh waktu 10 menit Elena langsung beranjak dari bathup lalu membuang airnya, dan berjalan menuju shower untuk membilas tubuhnya. Selesai sudah Elena keluar menuju walk in closet nya menggunakan jubah mandi, dan memakai lingerie nya karena dia akan tidur
Saat ini Elena sedang berdiri dan becermin sambil memakai sleeping mask di wajahnya, dan memakai body skincare yang lainnya juga. Elena tidak mematikan lampu kamarnya dan langsung memgambil ponselnya nakas, kemudian merebahkan dirinya di ranjang. Dia akan menelepon Estian sebelum tidur, dan dialihkan Estian menjadi panggilan video atau videocall
"Halo kak"
"Iya halo dek, kamu udah mau tidur ya? " tanya Estian karena melihat Elena sudah berselimut
"Iya nih kak Elena udah mau tidur ngantuk, hoam" Elena menguap
"Ngantuk banget kayanya kamu dek, yaudah kalau gitu besok aja bicaranya kamu tidur aja ya"
"Iya kak makasih, kalau gitu Elena tidur dulu ya. Bye- bye, cup" di akhiri dengan kecupan
"Bye-bye, sweet dreams dek. Cup" sama dengan Elena, dia juga memberi kecupan
Elena mengakhiri panggilan video bersama kakaknya, lalu mematikan dan menaruh ponselnya diatas meja kemudian langsung tidur karena dia sudah sangat mengantuk. Elena berharap besok pagi dia bisa bahagia dan ceria lagi
Terlihat seorang pria yang sedang duduk di kursi kebesarannya dan berada di ruangan yang gelap, hanya ada sedikit penerangan dari lampu diluar ruangan. Pria itu terus berdiam diri, bergulat dengan pikirannya sendiri. Dia bingung tapi dia juga harus bijak dalam menentukan pilihannya, jangan sampai salah dalam memutuskan. Dan waktunya untuk memikirkan hal ini hanya sisa 5 hari, karena setelah 5 hari hal itu akan terjadi
Edric meletakkan ibu jari dan jari manisnya di pelipis kanan dan kiri, dia harus yakin dengan pilihannya. Edric beranjak dari duduknya dan mengambil air untuk minum lalu duduk kembali, dia membuka salah satu laci yang ada pada meja kerjanya. Terlihat ada sebuah kotak hitam kecil dengan warna sembur ungu bertuliskan "We're always together, believe me" dengan tinta berwarna putih
Edric membuka kotak itu dan terlihat ada sebuah kalung berbentuk hati berwarna hitam namun hanya setengahnya, karena setengahnya lagi yang berwarna putih ada pada gadis kecil yang Edric sukai di masa lalu. Edric mengeluarkan kalung tersebut dengan hati-hati, lalu membaliknya dan terlihat ada ukiran huruf bertuliskan PE
Mengarahkan kalung itu pada dada bidangnya dan Edric menutup matanya, kemudian menaruh kalung tepat di hadapannya sambil berbicara sendiri
"Anak kecil, maafkan aku karena tidak bisa memenuhi janjiku yang dulu padamu. Aku selalu berusaha untuk mencarimu, tapi semua itu tidak ada hasilnya. Sekali lagi maafkan aku, karena aku memutuskan untuk meneriman perjodohan yang diatur orang tuaku. And i promise i'll keep looking for you*" batinnya sambil menatap kalung yang ada di depannya
Tiba-tiba mata Edric yang berwarna biru itu mengeluarkan lelehan air mata, dia merasa sedih karena tidak bisa bertemu dengan gadis kecil pujaanya untuk yang terakhir kalinya. Meskipun sudah tidak ada harapan, tapi Edric tetap menyuruh Shadow untuk terus mencari
Edric beranjak dari duduknya dan berjalan keluar menuju kamar tidurnya, dia masuk ke bathroom untuk bersih-bersih diri sebelum tidur. Selesai sudah Edric langsung meletakkan ponselnya diatas meja sebelah ranjang, lalu dia menjatuhkan tubuhnya di ranjang dan tidur
Jangan lupa like, dan tambahkan novel saya di favorite :)