
Kinna berlari keluar dari mansion menuju mobil nya, dia cepat-cepat membuka mobil dan masuk. Lalu dengan cepat menyalakan mesin mobil mobil kemudian keluar dari mansion Keluarga Clark. Kinna mengemudikan mobil nya dengan air mata bercucuran, dia mengusap air matanya sambil mengemudi
Karena dia merasa jika akan terus menangis, akhirnya Kinna menepikan mobil nya di supermarket yang tempat parkir nya sedikit luas. Dia memparkirkan mobil nya dengan rapi, lalu dia menangis lagi. Dia masih merasa sesak dengan kenyataan yang di hadapinya, dia berpikir apa jadi nya jika dia mengungkapkan perasaan nya lebih dulu. Apakah dia bisa mendapatkan cinta Estian?
Kinna semakin menangis tersedu-sedu, dia menaruh kapala nya di setir kemudi. Dini hari bukan nya diawali dengan senyuman, tapi malah diawali dengan kesedihan. Saat ini dia tidak bisa berpikir apapun, yang dia ingin kan saat ini hanyalah menangis. Meluapkan seluruh kesedihan yang baru saja, menimpa nya. Berharap saat berhenti menangis, maka kesedihan juga akan berhenti
Sekarang jam di mobil nya menunjukkan pukul 01.34 dan dia masih stay di tempat parkir, dia berniat untuk pulang sebentar lagi setelah dia merasa lebih baik. Kinna mencoba menyalakan musik di mobil nya agar bisa sedikit menghibur kesedihan nya, bukan nya terhibur Kinna malah semakin bersedih karena lagu yang diputar di musik nya
Pernahkah kau merasa
Jarak antara kita?
Kini semakin terasa
Setelah kau kenal dia
Aku tiada percaya
Teganya kau putuskan
Indahnya cinta kita
Yang tak ingin 'ku akhiri
Kau pergi
Tak pernahkah kau sadari akulah yang kau sakiti?
Engkau pergi dengan janjimu yang telah kau ingkari
Oh Tuhan tolonglah aku, hapuskan rasa cintaku
Aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia
*****
Lagu yang dibawakan Judika itu sukses membuat Kinna menangis, dia memutuskan untuk pulang saat ini karena dirinya juga sudah kedinginan karena AC mobil yang sangat dingin
"Maafkan aku kak, tapi jika kamu memaksa 'ku untuk tidak mencintaimu itu tidak mungkin. Karena cintaku malah akan bertambah terus bertambah dan tidak akan pernah berkurang" Batin Kinna menangis
"*Apa kamu tau apa yang membuat 'ku sangat mencintaimu kak? Apa karena uang? bukan. Apa karena kekayaan? bukan. Apa karena warisan? bukan. Apa karena kedudukan? itu juga bukan. Aku mencintaimu karena aku percaya jika kamu adalah orang yang tuhan siapkan untuk 'ku, aku selalu berdoa kepada tuhan. Kita sudah mengenal sejak lama, aku sudah melihatmu saat aku masih kecil. Bahkan kita main bersama, makan bersama, berangkat sekolah juga bersama. Apakah tidak ada sedikit saja atau bah*kan secuil, rasa cintamu padaku bukan sebagai adik, tapi sebagai lawan jenis? Apa kamu tidak pernah merasa berdebar saat ada di dekat 'ku? Apa benar kamu tidak pernah mencintai 'ku kak? " Batin Kinna menangis lagi
Sampai rumah dia memparkirkan mobil nya, lalu membuka sandi di pintu. Selesai Kinna langsung naik ke lantai atas menuju kamarnya, karena melihat jika pintu kamar orang tuanya sudah tertutup. Dia menjatuhkan tubuh nya terlentang di ranjang sembari menatap langit-langit kamar. Dia menarik nafas nya panjang lalu mengembuskan nya
Kinna beranjak dari ranjangnya, dia berniat untuk memakai skincare nya lagi. Saat dia melihat tubuhnya di cermin lagi-lagi air matanya menganak, ternyata dia masih memakai jaket yang diberikan Estian padanya. Kinna melepas jaketnya dan melipatnya rapi. Kinna mencoba mengendus jaketnya, dan tentu saja hanya ada aroma Estian disana
Kinna duduk di kursi meja riasnya, membersihkan wajahnya lalu memakai skincare nya. Selesai sudah memakai semua perawatan nya, dia langsung berjalan ke walk in closet nya untuk menyimpan jaket Estian. Kinna kembali merebahkan tubuh nya di ranjang dan memakai selimut. Memasang alarm di ponsel nya lalu kembali menatap langit-langit kamar
"Ya Tuhan saya selalu berdoa padamu, tolong kirimkan seseorang yang benar-benar akan menjadi pendamping hidup saya. Bukan seseorang yang hanya berniat untuk main-main, kirimkan seseorang yang memang engkau siapkan untuk saya. Orang yang menyayangi dan mencintai saya, keluarganya, keluarga saya, dan anak-anak kami nanti. Semoga pagi nanti saat sayabangun, saya bisa kuat menghadapi kenyataan hidup"