After You Left Me

After You Left Me
Menunggu Saatnya Tiba



Setelah beberapa saat akhirnya mereka berdua pun selesai makan, tapi mereka tidak langsung beranjak karena Estian menunggu Kinna yang menghabiskan es teh lebih dulu. Habis sudah minuman nya Kinna akan beranjak namun ditahan oleh Estian


"Kalau begitu Kinna mau bayar dulu ya kak" kata Kinna beranjak dari duduknya


"Nggak usah kamu disini aja, biar kakak yang bayar tagihan nya" balasnya berjalan ke arah penjual untuk membayar


Disaat Estian membayar tagihan nya, langit yang memang sudah gelap pun semakin gelap dikarena kan hujan yang turun. Dia panik karena payung nya berada di dalam mobil, Kinna menyusulnya dan berdiri tepat di sebelah Estian


"Wah hujan ya, terus gimana kita ke mobilnya. Tempat parkirnya juga jauh lagi" ucap Kinna menatap langit yang sedang hujan deras


Estian yang pintar pun tidak kehabisan akal, dia melepas jaket yang digunakan nya lalu menaruh diatas kepalanya dan kepala Kinna. Kinna sedikit terkejut karena perilaku Estian padanya


"Eh mau ngapain kak, kenapa kakak lepas jaket nya nanti kedinginan loh. Cepat pakai lagi" menyuruh Estian untuk memakai jaket nya kembali


"Kamu mau pulang nggak? " tanya nya pada Kinna dan dijawab dengan anggukkan


"Ya kalau kamu mau pulang caranya harus begini, nggak ada cara lain lagi" balasnya menatap mata Kinna, lalu tangan kanannya melingkar di pinggang Kinna dan tangan kirinya memegang jaket. Kinna yang mendapat perlakuan seperti itu, membuatnya pipi nya bersemu merah


"Nanti kita lari bareng ya, ingat lari nya nggak usah cepat-cepat nanti jatuh" memberi peringatan pada Kinna lebih dulu


"Iya kak"


"Shall we go now? Saat aku berhitung sampai di angka 3 kita lari bersama paham?" tanyanya menoleh pada Kinna (Kita pergi sekarang?)


"Huh, okay aku paham" balasnya sambil memperlihatkan senyuman nya yang manis bak gula jawa, yang melihatnya saja bisa bikin diabetes apalagi dijilat. Hem nikmatnya


1


2


3


Mereka berdua langsung berlari keluar tenda, berlari bersama dibawah hujan yang rintik-rintik membasahi tubuh mereka. Estian dan Kinna tertawa bersama entah apa yang membuatnya tertawa, yang pasti saat ini mereka hanya ingin menebar senyuman nya


Estian sudah masuk ke dalam mobil, dia menyalakan mesin mobil nya lalu mengambil kotak tisu dan memberikan nya pada Kinna. Kinna mengelap bagian tubuhnya yang basah, begitu juga Estian. Selesai sudah Estian langsung menjalan kan mobilnya menuju ke rumah Kinna


Di perjalanan terlihat jika Kinna mengantuk, dari tadi dia menutup matanya perlahan lalu membukanya lagi. Setelah kesekian kalinya akhirnya Kinna tidur juga, Estian melihatnya hanya tersenyum lalu lanjut menyetir


Tidak terasa mereka pun sampai di depan rumah Kinna dan hujan juga sudah reda, tapi Kinna masih tetap tidur. Estian sudah mencoba membangunkan nya tapi hasilnnya tetap sama, Kinna tidak bangun juga. Akhirnya dia men-telepon papa Kinna agar membukakan pintu untuknya dan menjelaskan mereka darimana saja


Estian langsung keluar dari mobilnya dan menggendong Kinna ala bridal style menuju ke rumahnya, terlihat papa dan mama Kinna sudah menuggu kepulangan anaknya


"Apa kabar tian, kapan kamu pulang ke Indonesia? " tanya mama Kinna


"Dua hari yang lalu aunty" balasnya masih menggendong Kinna


"Ya sudah kalau begitu cepat antarkan Kinna ke kamarnya, sepertinya dia sangat kelelahan" ucap papa Kinna


"Kalau begitu tian permisi sebentar ya uncle, aunty" naik ke lantai atas, dan berjalan menuju kamar Kinna


Estian membaringkan Kinna di ranjangnya lalu menyelimuti tubuhnya, Estian menatapnya wajahnya sebentar. Dia berniat ingin mencium Kinna namun, niatnya ia urungkan karena dia akan menunggu saatnya tiba. Akhirnya Estian hanya mengelus-elus rambut Kinna lalu pergi keluar kamarnya, dan turun ke lantai bawah dimana ada papa dan mama Kinna


"Apa tian bisa berbicara sebentar dengan uncle? Ini sangat penting uncle" izin pada mama Kinna lalu berbisik pada papa Kinna


"Baiklah, kalau begitu ayo bicara di ruang kerjaku saja" berjalan ke ruang kerja nya di ikuti Estian dibelakang nya


"Apa kamu akan membahas masalah yang dibicarakan orang tuamu padaku? "


"Benar sekali uncle" papa Kinna dan Estian mengobrol sangat lama, sepertinya masalah yang mereka bahas sangat penting. Sampai-sampai Estian juga berbicara lebih dulu pada orang tua nya. Skip


"Kalau begitu tian pamit pulang dulu aunty, uncle" pamitnya


"Baiklah hati-hati di jalan ya, salam untuk Mr.Clark dan Mrs.Clark" menepuk bahu Estian


Setelah masuk di mobil Estian langsung menyalakan mesin nya, dan membuka kaca mobilnya. Dia men-klakson sebagai penanda bahwa dia akan pergi, Estian pulang ke mansion