After You Left Me

After You Left Me
80. Seperti Anak Kucing



Di dalam kamar terlihat Edric masih tertidur pulas, Elena berniat untuk membangunkannya tapi dengan kecupan. Elena memulainya dengan mengecup pipi kiri lalu kanan, dilanjutkan ke dahi sebanyak empat kali, lalu semakin menurun mencium puncak hidung dan menurun menuju bibir. Anehnya saat Elena ingin mengecup saja, tiba-tiba bibirnya sudah dilum** oleh Edric


Disaat Elena berusaha untuk melepas ciuman Edric, Elena malah tidak sanggup dan semakin terlena dengan kenikmatan yang saat ini menggelitik rongga mulutnya. Elena bisa merasakan lidahnya bersama lidah Edric sedang beradu di dalam sana, saat akan kehabisan napas Edric pun melepas ciumannya


"Haah... Haah... Kenapa kamu menciumku seperti itu sayang, kamu kan belum mandi? " kata Elena yang terengah-engah


"Apa aku nggak boleh mencium istriku, dan juga kata siapa aku belum mandi coba lihat! " Edric langsung menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya, dan terlihat jika dia sudah rapi dengan pakaian kerjanya hanya saja rambutnya masih berantakan


"Oh jadi tadi kamu pura-pura tidur ya sayang? " kata Elena sambil memegang jas yang dikenakan Edric


"Ampun baby ampun tolong maafkan suamimu yang nakal ini ya" ucap Edric dengan nada yang manja


"Sudah cepatan bangun jangan berbaring terus, nanti jas kamu kusut lagi"


"Kalau begitu kita turun sekarang baby, kamu juga harus ke tempat kuliah buat urus administrasi kan? "


"Tahu banget sih suamiku, jadi gemas kan" Elena mencubit pipi Edric


Mereka turun ke bawah menuju meja makan untuk sarapan, Elena mengambilkan nasi beserta dengan lauknya untuk Edric. Kemudian mereka mulai makan bersama dengan mbok Wisik juga, setelah selesai Elena langsung memakai tas selempangnya untuk segera berangkat


"Mbok saya mau berangkat dulu ya, jangan lupa nanti ada orang yang datang buat bersihin taman depan rumah"


"Iya tuan nyonya, hati-hati di jalan ya"


Elena langsung keluar dari rumah bersama Edric, lalu dia masuk ke dalam mobilnya sendiri bukan masuk ke dalam mobil Edric. Edric yang baru menyadarinya pun langsung membuka pintu mobil Elena dengan tatapan yang tidak biasa


"Baby kamu mau berangkat sendiri? " tanya Edric


"Iya sayang hari ini aku berangkat sendiri saja, jadi kamu nggak perlu repot buat antar aku ke tempat kuliah"


"Tapi aku nggak pernah repot baby, kan itu memang sudah kewajiban aku sebagai suami kamu"


"Untuk hari ini saja kita berangkat sendiri-sendiri, dan selanjutnya kita berangkat seperti biasanya sayang okay? "


"Baiklah kalau begitu jangan lupa setelah pulang dari tempat kuliah, kamu langsung ke mansion Winnight nanti aku menyusul"


"Iya sayang kamu berangkatnya hati-hati ya, cium dulu dong"


Cup


Cup


Cup


Setelah selesai mencium bibir istrinya sebanyak tiga kali, Edric langsung masuk ke dalam mobilnya. Dia menyuruh Elena untuk berangkat duluan sedangkan dia berada di belakangnya, Elena yang menurut pun langsung tancap gas untuk berangkat


Dan akhirnya sampai juga di simpang tiga ini, dimana mereka harus berpisah jalan karena Elena akan belok kiri sedangkan Edric belok kanan. Kebetulan saat ini sedang lampu merah, dan mobil mereka berdua juga berhenti dengan posisi bersebelahan. Mereka ingin menggunakan momen ini untuk bicara, sebelumnya mereka membuka kaca dulu


"Hati-hati di jalan sayang, aku sayang banget sama kamu"


"Hati-hati di jalan baby, aku juga sayang banget sama kamu"


• • • • •


"Tian sebenarnya kamu kenapa sih, dari tadi aku lihat kamu kayak nggak bisa fokus baca dokumen"


"Nanti rencananya meeting jam berapa dric, soalnya aku ada urusan penting banget" jawab Estian pada adik iparnya


"Urusan apa sih tian, orang biasanya kalau bulan ini perusahaan kita kan meeting bareng. Iya itu urusan penting kamu kan? " tanya Edric


"Bukan itu, coba kamu ingat sekarang tanggal dan bulan berapa? "


"Hari ini tanggal 10 bulan Agustus kenapa tian? "


"Kamu nggak tahu kalau hari ini istrimu ulang tahun, dan oh iya bukannya ulang tahunmu juga tanggal 10 Agustus! "


Setelah mendengar kata yang di ucapkan oleh kakak iparnya ini membuat Edric diam mematung, dengan cepat langsung membuka ponselnya dan Edric melihat banyak sekali ucapan untuknya. Tapi yang membuat Edric merasa menjadi pria yang paling bodoh sedunia adalah, bagaimana bisa dia tidak tahu jika istrinya (Elena) juga berulang tahun dan hari ulang tahun mereka juga sama


"Apa yang kamu katakan tian, hari ini Elena istriku sedang berulang tahun? Nggak mungkin kamu pasti bercanda kan? "


"Hei adik ipar kenapa aku bercanda, tentu saja ini serius. Lihatlah dini hari tadi aku menelepon adek & mengucapkan selamat ulang tahun untuknya" kata Estian menunjukkan bekas teleponnya dengan Elena


"Sekarang aku merasa menjadi suami yang paling bodoh, sebodoh-bodohnya orang bodoh tian"


"Sudahlah lebih baik kamu bilang pada Nindya kalau kamu ingin mempercepat meetingnya, lalu setelah meeting kita akan beli hadiah"


"Kamu saja yang bilang tian sepertinya sekarang aku nggak sanggup untuk berdiri" kata Edric dengan tatapan mata yang kosong


Estian langsung beranjak dari duduknya lalu menarik jas Edric di bagian leher, dan itu membuat Edric seperti anak kucing yang sedang di angkat. Estian membawa adik iparnya itu masuk ke ruangan sekretaris Nindya


"Nindya aku ingin meetingnya dimulai lima menit lagi bisa kan, jangan lupa bilang ke Daniel juga! " kata Estian


"Baiklah tuan hmph.. " jawab Nindya menahan untuk tidak tertawa karena melihat tuannya di pegang seperti anak kucing oleh Estian. Apalagi wajah Edric saat ini juga sedang cemberut seperti anak kecil


• • • • •


Baru saja sepuluh menit yang lalu dari sekarang ini mereka meeting, tapi sekarang juga mereka berdua sedang perjalanan menuju mall hanya saja mereka memakai mobil mereka sendiri-sendiri. Sampai di mallnya mereka langsung parkir dan masuk ke dalam mallnya


Estian bersama dengan Edric, sedangkan Nindya dan Daniel. Entah sejak kapan mereka berdua menjadi sepasang kekasih, bahkan tuan mereka saja tidak tahu jika asisten dan sekretarisnya sedang menjalin hubungan satu sama lain


"Jadi sekarang kita sudah berada di lantai 6, dimana disini hanya ada barang elektronik. Jika kamu akan beli pakaian atau yang lainnya maka kamu bisa turun ke lantai bawah" kata Estian


"Memangnya kamu mau membeli hadiah apa untuk istriku tian? "


"Rencananya aku mau beli kamera tapi lihat dulu yang mana, soalnya adek punya banyak banget tapi kamera analog. Jadi aku sih pengennya beli kamera digital saja! "


"Baiklah kalau begitu aku akan membeli hadiah yang sesuai dengan istriku saat ini"


Edric tidak turun dari lantai 6 ini tapi dia malah ikut kakak iparnya masuk ke toko elektronik yang dimana banyak sekali alat elektronik yang tersedia. Estian berjalan menuju bagian kamera, sedangkan untuk Edric dia malah memilih untuk berjalan ke bagian ponsel


• • • • •