
Sepanjang perjalanan menuju bandara, Elena selalu menatap ke arah luar melalui kaca mobil. Banyak mobil dan orang-orang yang berlalu-lalang di jalanan, sedangkan Elena tidak pernah mengalihkan pandangannya sekalipun, bahkan sangat fokus menatap pemandangan yang ada diluar
Kaca mobil yang dipenuhi rintikan hujan membuat pemandangan yang ada diluar sana terasa lebih indah, ditambah lampu-lampu yang menerangi jalanan seakan membuat suasana malam hari itu seakan terasa hangat meskipun sedang hujan
Hujan yang membasahi seluruh kota New York ini seakan dapat membuat hati Elena merasa tenang dan tentram, dia membuka sedikit kaca mobil lalu menghirup udara dingin nan sejuk itu
Damai, itulah yang Elena rasakan saat ini. Suasana dimana bisa membuat hati kita terasa tenang dan damai, seakan kita tidak memiliki masalah sedikit pun dalam hidup kita. Elena sangat menikmati malam hari ini di Amerika sedangkan, Kinna sedang tertidur karena dia kelelahan
"Adek, ini minuman buat kamu satunya buat Kinna"
"Iya makasih kakak, tapi Kinna tidur"
"Kamu bawa dulu aja dek, pasti dia kecapekan"
• • • • •
Tidak terasa mobil yang mereka tumpangi pun telah sampai di John F. Kennedy International Airport, semua orang yang ada di dalam mobil keluar. Estian membuka bagasi belakang lalu mengambil semua koper adiknya dan sahabat adiknya itu
Sambil menunggu pemberitahuan, Elena dan Kinna menyempatkan untuk berfoto bersama Estian. Namun ada salah satu hal yang sangat menarik perhatian Kinna yaitu pose Elena saat berfoto
Disetiap foto yang mereka ambil, semua pose Elena tetap sama yaitu memeluk kakaknya. Bisa dilihat jika Elena tidak ingin berpisah dengan kakaknya, saat ini saja Elena merangkul tangan kakaknya
Estian juga sama saja, beberapa kali dia selalu menciumi pipi Elena. Dia sangat terang-terangan menunjukkan rasa sayangnya pada adiknya itu
"Adek kalau sudah sampai di Indonesia, jangan lupa kasih kabar ke kakak Kinna juga. Kakak pasti kangen banget sama kalian"
"Kakak sayang sama kamu dek" mencium pucuk kepala Elena
"Aku juga menyayangi kakak" mencium tangan Estian
Cup
Cup
Cup
Mereka berdua melambaikan tangan nya ke Estian, sambil berjalan mencangklong tas ransel di pundak yang akan mereka taruh nanti di kabin pesawat
Di dalam pesawat, mereka duduk bersebelahan jadi mereka berdua juga bisa mengobrol bersama. Lama perjalanan menuju Indonesia mereka gunakan untuk menonton film sambil menggunakan masker wajah, memesan makan dan minuman, tidur dan hal lainnya yang bisa mereka lakukan disana
• • • • •
Lama sudah perjalanan Elena dan Kinna, akhirnya mereka berdua telah sampai di Bandara Soekarno-Hatta. Elena dan Kinna berjalan keluar dari pesawat sambil memakai kacamata hitamnya, karena saat menonton film tadi mereka berdua menangis jadi saat ini mata Elena dan Kinna sembab
Elena dan Kinna mengambil koper dan berjalan keluar dari bandara, terlihat jika driver yang dikirim grandma nya sudah menunggu di depan pintu. Elena yang mengetahui itu pun langsung berjalan ke arahnya di ikuti dengan Kinna dibelakangnya.
Sang driver membukakan pintu mobil untuk Elena dan Kinna, lalu mengambil semua koper-koper yang dibawa Elena dan Kinna dan dimasukan ke dalam bagasi belakang mobil. Menatanya dengan rapi agar muat lalu menutupnya, dan sang driver berjalan masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya
• • • • •