
Sebelum mengerjakan tugas, Elena ber-inisiatif membuatkan teh chamomile untuk suaminya. Dia turun ke lantai bawah, menuju dapur lalu mulai merebus air. Sembari menunggu airnya mendidih, Elena menyiapkan teh, cangkir beserta lepek nya
Setelah airnya sudah mendidih, dia langsung menyeduh teh nya dan selesai sudah. Elena berniat kembali ke kamarnya, namun dia merasa ada yang kurang. Elena pun mengambil buah apel dan pir di dalam kulkas, mencuci bersih lalu memotong nya dan menaruhnya di piring
Elena menaruh piring berisi buahnya di samping teh chamomile, lalu dia naik ke lantai atas. Saat ini dia sudah berada di depan ruang kerja suaminya, tanpa menunggu lama Elena langsung mengetuk pintu nya
Tok
Tok
Tok
"Masuk... " kata Edric di dalam ruangan
Setelah mendapatkan jawaban dari suaminya, Elena langsung masuk ke dalam
"Sayang" panggil Elena sedikit keras yang membuat Edric langsung menatapnya
"Ada apa baby, ini sudah malam loh kok belum tidur? " tanya Edric menatap istrinya yang berjalan ke arahnya
"Nggak apa-apa sayang, aku cuman mau kasih ini buat kamu" jawab Elena sambil meletakkan teh chamomile dan buah potong diatas meja kerja suaminya
"For me? " tanya Edric menunjuk dirinya sendiri
"Iya, itu semua buat kamu sayang" jawab Elena lalu menusuk buah apel nya dengan garpu lalu menyuapi suaminya
"Umm, terima kasih baby" mengunyah buah yang diberikan istrinya barusan
"Kalau sudah selesai cepat tidur sayang, aku ke kamar dulu ya. Good night~ " berbalik lalu keluar dari ruang kerja suaminya dan masuk ke dalam kamarnya
Sampai di dalam kamarnya, Elena langsung melepas bra nya lalu mengganti pakaian nya dengan lingerie yang berbahan satin. Kemudian dia masuk ke bathroom untuk cuci muka dan sikat gigi, setelah selesai dia berjalan ke meja rias untuk memakai skincare rutin nya
Selesai sudah memakai perawatan di seluruh tubuhnya, Elena langsung mengambil meja lipat milik suaminya dan juga laptop miliknya. Dia duduk diatas ranjang sambil menyadarkan tubuhnya di kepala ranjang, dan menyalakan laptop nya
Jam sudah menunjukkan pukul 01.15 dan Edric juga mulai mengantuk, dia pun memutuskan untuk menyudahi pekerjaan nya dan tidur. Edric mematikan laptop lalu membereskan dokumen-dokumen nya, dan pergi ke kamarnya. Baru saja masuk, Edric langsung melihat istrinya yang tidur bersandar di kepala ranjang
Edric memutuskan untuk sikat gigi lebih dulu, setelah selesai dia berjalan ke arah istrinya. Dia mematikan laptop istrinya, tidak lupa sebelumnya dia menyimpan ketikan istrinya lebih dulu. Lalu meletakkan laptop Elena di meja, sejajar dengan laptop nya
Bisa-bisanya dia memakai pakaian seksi seperti saat berada di samping 'ku, bagaimana jika aku nggak bisa menahannya dan langsung melahapmu saat ini juga. Batin Edric
Dia menidurkan istrinya dengan benar di ranjang lalu menyelimuti nya, Edric mematikan lampu lalu ikut tidur di samping nya. Edric menatap lekat wajah istrinya, sambil mengusap-usap kepalanya juga. Entah apa yang ada di dalam pikiran nya, tiba-tiba Edric mencium kening istrinya lalu membawanya ke dalam pelukan nya
• • • •
Pagi harinya Elena merasakan ada sesuatu yang sedang memeluknya, dia membuka matanya dan langsung terkejut saat melihat wajah Edric sangat dekat dengan wajahnya bahkan Elena bisa merasakan nafas nya. Elena berusaha untuk melepaskan tangan Edric dari pinggang nya namun tidak berhasil
Elena pun menyerah, dan memutuskan untuk menikmati momen ini. Kapan lagi dia bisa dipeluk erat seperti ini oleh suaminya? Tangan Elena tergerak untuk menyentuh wajah suaminya, mulai dari mata, hidung, dan terakhir bibir. Sungguh bagaimana mungkin ada lelaki yang mempunyai wajah seksi seperti ini?
Saat Elena sibuk menyentuh bibir suaminya, tiba-tiba Edric membuka matanya
"Apa aku memang setampan itu, sampai-sampai kamu terus menyentuh wajah 'ku baby? Atau mungkin kamu ingin aku memberimu morning kiss? " kata Edric yang membuat Elena gelagapan
"Tentu saja kamu sangat tampan sayang, tapi ka- kalau morning ki- " belum sempat melanjutkan bicara nya Edric langsung menyambar bibir istrinya
Edric mencium bibir Elena dengan ganas, sambil menekan kepala istrinya dari belakang agar lebih memperdalam ciuman nya. Saat ini tubuh mereka berdua sangat dekat, tidak ada jarak sedikit pun. Di tengah-tengah Edric melepaskan ciuman nya lalu berkata
"Kamu sangat lucu baby" menatap mata istrinya
Setelah suaminya selesai berkata, dengan cepat Elena langsung memegang kedua pipi Edric dan kembali menciumnya. Saat ini Elena yang memulai ciuman nya lebih dulu, dan tentu saja Edric menerimanya dengan senang hati tidak mungkin dia menolaknya. Lelaki mana yang mau menolak, jika diberi kenikmatan macam ini?
Setelah lama saling berciuman Edric langsung melepaskan nya ciuman nya, dan mereka berdua terengah-engah. Edric mengusap bibir Elena dengan perlahan, lalu mengecup sebentar
"Ingat, kita akan melakukannya setiap hari baby" kata Edric membuat Elena bersemu merah
Dia langsung berlari menuju bathroom meninggalkan suaminya, sedangkan Edric hanya tersenyum sambil memegangi bibirnya sendiri