
Setelah membicarakan masa lalu Elena di basement tadi, saat ini juga mereka berempat sedang dalam perjalanan menuju rumah Edric dengan mobil masing-masing. Edric bersama dengan asisten Daniel, sedangkan Estian bersama dengan asisten Justin
Dalam perjalanan menuju rumahnya, Edric menggunakan waktunya untuk fokus menatap benda pipih yang bisa dilipat ini yaitu laptop. Karena saat sampai dirumah nanti, dia ingin menghabiskan waktunya untuk memeluk istrinya
• • • • •
Sampai sudah di tempat tujuan, dan 2 mobil mewah ini terparkir dengan rapi di depan rumah minimalis modern milik Edric dan Elena. Tanpa menunggu dibukakan pintu oleh sang asisten, Edric langsung keluar dari dalam mobilnya begitu juga dengan Estian
Edric dan Estian jalan bersebelahan, sedangkan 2 asisten tampan itu berdiri tepat di belakang bosnya. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Estian langsung mengetuk pintu rumah adiknya ini
Tok
Tok
Tok
Terlihat seorang wanita paruh baya yang membuka pintu untuk mereka. Dia adalah 'Mbok Wisik Larasati' atau biasanya dipanggil Elena dengan sebutan mbok Wisik, yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di kediaman ini
"Oh tuan sudah datang, monggo silahkan masuk" mbok Wisik mempersilahkan mereka berempat masuk
"Terima kasih banyak mbok, tapi ibu dimana? " tanya Edric
"Ibu ada di dalam kamar sama teman kuliahnya tuan, mungkin sebentar lagi ibu juga keluar" jawabnya
"Lebih baik saya susul saja mbok, soalnya saya sudah kangen. Kalian berdua tunggu di ruang tamu saja, termasuk kamu kakak ipar" kata Edric bercanda menunjuk Estian
"Iya terserah kamu adik ipar, dasar bucin" jawab Estian ikut bercanda
"Nggak apa-apa dong bucin sama istri sendiri" jawab Edric sambil menaikkan kedua alisnya
Edric lanjut berjalan meninggalkan mereka bertiga di ruang tamu, dengan cepat dia naik ke lantai atas menuju kamarnya sembari membawa sebuah hadiah untuk istri tersayangnya
"Mohon maaf tuan, tapi sebelumnya mau dibuatkan minum apa? " tanya mbok Wisik
"Kopi hitam saja mbok tapi gulanya dikit saja ya, soalnya nggak enak kalau manis-manis" jawab Estian
"Berarti 3 kopi hitam pakai gulanya sedikit, kalau begitu ditunggu ya tuan"
"Iya mbok... " jawab mereka bertiga bersamaan
Disisi lain
Setelah sampai di depan pintu kamarnya, tanpa mengetuk lebih dulu Edric langsung membuka pintunya dan terlihat jika istrinya sedang mengobrol bersama sahabatnya. Elena langsung menoleh ke arah pintu, untuk melihat siapa orang yang masuk ke kamarnya tanpa mengetuk
"Sayang tumben kamu sudah pulang? " Elena beranjak dari ranjang, lalu berjalan menghampiri suaminya
"Hari ini aku pulang lebih cepat, soalnya aku kangen sama kamu baby peluk aku dong~ " kata Edric manja di ikuti dengan rentangan tangan nya
"Uhh manja banget sih suamiku, jadi gemas kan aku. Ada apa hem, pasti ada apa-apanya nih? " membalas pelukan Edric
"Sebenarnya aku mau kasih kamu sesuatu baby, tapi semoga saja kamu suka"
"Sesuatu apa sayang, jangan aneh-aneh loh ya! " Elena memperingati suaminya
"Ini hadiah untuk istriku yang sangat cantik ini, gimana suka nggak?" kata Edric keluar dari kamar, lalu masuk lagi sambil membawa buket bunga di tangan kanan nya
"Wah bunganya cantik banget, tentu saja aku suka sayang. Terima kasih ya"
Elena menaruh buket bunga nya diatas ranjang, lalu mengalungkan kedua tangan nya ke leher Edric dan mulai mencium bibir suaminya perlahan tapi pasti. Edric pun memeluk pinggang Elena, dan membalas ciuman nya
"Astaga bisa-bisanya kalian berdua berciuman di depanku hah? " Kinna membuka suara sambil menggelengkan kepalanya
"Maafkan aku kakak ipar, daripada kamu nggak tahan lihat kami bermesraan. Lebih baik sekarang kita turun saja!" kata Edric
"Baiklah ayo tapi kenapa kamu menyuruhku untuk turun, apa kamu punya hadiah untukku dric? " tanya Kinna
"Mungkin saja ini bisa jadi hadiah untukmu" jawab Edric dengan keadaan merangkul pundak istrinya
Mereka bertiga keluar dari kamar, lalu turun ke lantai bawah menuju ruang tamu. Saat akan sampai, Kinna seperti mendengar suara orang yang dikenalnya. Dengan cepat dia langsung berjalan mendahului Edric dan Elena
"Sayang... " kata Kinna berjalan sambil merentangkan tangan nya ke Estian yang sedang duduk dan mengobrol bersama dua asisten di hadapan nya
"Kamu juga disini honey, pas banget. Tapi kenapa ini peluknya kencang banget, kangen yah? " berdiri dari duduknya lalu membalas pelukan dari Kinna
"Iya aku sangat merindukanmu sayang" kata Kinna menatap mata Estian, dengan keadaan masih berpelukan
"Aku juga merindukanmu honey" jawab Estian mencium dahi calon istrinya ini
Elena yang baru sampai di ruang tamu pun langsung lari juga, karena melihat kehadiran Estian disana. Dia memeluk kakaknya dengan sayang, seperti lama tidak bertemu. Estian hanya bisa tertawa melihat tingkah laku adiknya
"Kakak mampir ke rumah adek, kebetulan Kinna juga ada disini" kata Elena
"Bukankah kita pernah seperti ini sebelumnya sayang, saat di Amerika kalian berdua juga memelukku seperti ini kan? " kata Estian menatap mereka berdua
"Iya itu benar, bahkan posisinya pun sama persis sayang" kata Kinna
"Baby kenapa saat melihat Estian kamu langsung berlari memeluknya, apa kamu nggak mau memeluk suamimu ini? " Edric duduk di sofa sambil berpura-pura merajuk
Akhirnya setelah drama kecil Elena dengan Edric, mereka memutuskan untuk mengobrol sebentar dengan posisi Edric - Elena - Kinna - Estian sedangkan di hadapan mereka ada asisten Daniel dan asisten Justin
"Mbok Wisik bisa kesini sebentar nggak? " panggil Elena pada mbok Wisik yang berada di dapur
"Iya ibu ada yang bisa saya bantu? " jawab mbok Wisik dengan sopan
"Sebelumnya lebih baik mbok panggil saya dengan nama saja ya, soalnya saya merasa nggak enak kalau mbok panggil saya ibu atau nyonya. Kan mbok Wisik lebih tua dari saya" Elena mengutarakan isi hatinya
"Tapi ibu kan majikan saya, tidak sopan kalau saya panggil dengan nama" mbok Wisik canggung
"Kalau mbok kurang nyaman panggil saya dan istri saya dengan nama, lebih baik mbok panggil senyaman nya saja" kata Edric menengahi
"Saya merasa nyaman kalau panggil dengan sebutan tuan dan nyonya" jawab mbok Wisik
"Baiklah kalau begitu, tapi begini mbok biar kita semua semakin akrab ke depan nya. Jadi sekarang saya mau memperkenalkan keluarga saya" kata Elena menatap mbok Wisik
"Kenalin mbok pria tampan yang saya peluk tadi itu kakak kandung saya, namanya Estian" kata Elena
"Panggil tian saja ya mbok" kata Estian tersenyum
"Wanita yang disamping saya ini, adalah sahabat sekaligus calon kakak ipar saya mbok namanya Kinna" kata Elena lagi
"Panggil Kinna saja mbok" Kinna juga tersenyum
"Dan untuk 2 pria tampan di hadapan saya ini, yang sebelah kiri namanya Daniel dan kanan namanya Justin. Mereka bekerja sebagai asisten dari suami dan kakak saya mbok" kata Elena sambil menunjuk kedua asisten tampan ini
"Salam kenal tuan-tuan dan nyonya juga, terima kasih karena sudah baik sama saya" kata mbok Wisik
"Sama-sama mbok, saya memang sudah menganggap mereka semua sebagai keluarga saya termasuk mbok juga" kata Elena
• • • • •
Setelah lama mengobrol bersama dengan mbok Wisik, karena hari sudah mulai gelap akhirnya mereka semua memutuskan untuk pulang. Saat ini semua orang sudah berada di luar rumah
"Justin mobilnya kamu bawa saja ya, soalnya aku mau pulang sama Kinna" kata Estian
"Baik tuan, kalau begitu besok saya jemput sedikit lebih awal dari biasanya" jawab Justin lalu mulai menjalankan mobilnya, sampai menghilang dari hadapan mereka
"Daniel mobilnya kamu bawa pulang ke apartemenmu, besok jemput aku kayak biasanya saja" kata Edric
"Baiklah kalau begitu aku juga duluan ya dric, tian, nyonya Elena, nyonya Kinna" mobil Daniel juga berangkat dan perlahan menghilang dari penglihatan mereka
"Iya hati-hati dijalan asisten Daniel..." kata Elena
"Kakak juga mau pulang ya dek, sekalian antar calon kakak iparmu" kata Estian
"Terus kalau sudah antar Kinna, kakak pulangnya gimana? " tanya Elena
"Itu urusan gampang dek lihat saja nanti, okay kakak pulang dulu ya" kata Estian memeluk Elena
"Iya kakak juga hati-hati ya, aku menyayangimu" kata Elena mencium pipi kakaknya
Cup
Cup
"Kakak juga sayang sama kamu dek, Edric jaga adikku yang benar" Estian membalas ciuman Elena di dahi
Cup
Cup
"El aku pulang dulu ya, jangan lupa nanti ya" Kinna memeluk Elena
"Nanti? Hah tentu saja aku tunggu ya" jawab Elena tertawa membalas pelukan Kinna
"Edric aku juga pulang ya, jaga sahabatku ini jangan sampai dia nangis okay" kata Kinna memeluk Edric
"Tentu saja kakak ipar, aku jamin istri tersayangku ini akan baik-baik saja" jawab Edric membalas pelukan Kinna
"Edric sudah dulu ya bro, ini juga sudah malam" kata Estian menepuk pundak Edric
"Kalian hati-hatu dijalan ya, jangan lupa kalau kami menyanyangi kalian" teriak Elena
Mobil yang di kendarai Estian perlahan-lahan mulai menghilang dari pandangan mereka berdua, Elena dan Edric langsung menutup pagar rumah lalu masuk ke dalam
• • • • •
...[Bunga pemberian dari Edric]...
Author : Minal Aidzin Wal Faidzin semuanya, semoga puasa kita selama satu bulan ini diterima oleh Allah SWT. Semua dosa yang telah kita perbuat di ampuni olehnya, dan semua hajat kita terkabulkan. Aamiin 🙏