After You Left Me

After You Left Me
Ini Sangat Mengejutkan



Setelah merenung kemarin malam, akhirnya hari ini Edric memutuskan untuk menelepon orang tua nya dan memberi kabar jika dia menerima perjodohannya. Saat ini Edric berada di ruangan meeting, karena tadi dia sempat meeting dengan Lawrence Company namun sudah selesai. Edric mengeluarkan ponselnya dari jas, lalu men-dial nomor mom nya


"Ciao mamma" sapanya lebih dulu


(Halo mom)


"Oh, ciao figlio"


(Oh, halo son)


"How are you mom? "


"Mom baik-baik saja son, ada apa kamu menelepon mom. Tidak biasanya kamu seperti ini" karena benar Edric memang jarang menelepon mom nya, meskipun dia sangat merindukannya


"Sebenarnya Edric menelepon karena ingin berbicara dengan dad, where's dad? "


"Dad mu sedang keluar son, katanya ada hal yang harus diurus" mom nya berbohong karena sebenarnya suaminya sedang ada tepat di sebelahnya, mendengarkan percakapannya bersama Edric


"Kalau begitu Edric berbicara pada mom saja. Mom mengenai perjodohan yang kalian atur untukku, aku sudah memikirkannya dan keputusanku adalah ...." Edric diam sejenak sebelum mengatakannya


"Aku menerimanya" setelah mengucapkannya Edric merasa lega


"Benarkah kalau begitu, dalam waktu dekat mom dan dad akan mengurus semuanya bersama mertuamu. Dan juga secepatnya kami akan pulang ke Indonesia" berpura-pura tidak terkejut karena perkataan Edric


"Baiklah, tolong persiapkan dengan baik ya mom dan aku ingin pernikahan ini dilaksanakan secara sederhana saja " tawarnya


"Tentu saja, karena ini adalah pernikahan pertama dan terakhirmu" balas mom nya


"Kalau begitu Edric akan mengirim pesawat pribadi untuk kalian" tawarnya


"Baiklah terserah kamu son" jawab mom nya


"Baiklah kalau begitu mom, Edric tutup dulu teleponnya Edric mau lanjut kerja" menutup panggilannya


"Dad kau dengar kan jika anak kita menyetujui perjodohannya, apa kita juga harus menceritakannya perihal itu? "


Disisi lain


Di dalam kamar seorang wanita terdapat jam yang menunjukkan pukul 05.00, dia tidur sangat lelap karena kelelahan. Sampai-sampai dia tidak sadar jika ada seseorang yang tidur juga di sampingnya sambil memeluknya pinggangnya, saat dia ingin membalikkan posisinya menghadap ke kanan dia merasakan ada sesuatu berat yang menimpa perutnya


Dia langsung memegang tangan itu lalu menjauhkan dari tubuhnya dan langsung memutar tubuhnya menghadap ke kanan, dia sangat terkejut karena orang yang sangat di rindukannya berada tepat di sampingnya. Memang orang itu sedang tertidur, tapi sangat terlihat jelas dari wajahnya jika dia kelelahan. Elena langsung mengelus pipi orang itu


"Kapan sampai di Indonesia? Kenapa bisa tiba-tiba ada di samping Elena? " tanyanya pada orang tidur, setelah Elena selesai berbicara tiba-tiba pria itu membuka matanya


"Kakak sampai di Indonesia dari kemarin, cuman baru ketemu kamu hari ini soalnya ada yang harus diurus di kantor cabang di Bandung. Cup" memeluk Elena dalam dekapannya lalu mengecupnya juga


"Oh gitu terus kenapa kakak nggak tidur di kamar kakak sendiri, kenapa dikamar Elena? "


"Nggak enak soalnya nggak ada yang di peluk, hari ini kamu kuliahnya jam berapa? " tanyanya masih memeluk Elena


"Hari ini Elena kuliah pagi jadi sekitar jam 07.30, kenapa emangnya? " Estian langsung menatap jam dinding, dan masih ada banyak waktu pikirnya


"Yaudah kalau gitu sekarang temenin kakak tidur oke, cup cup cup" mengecup dahi adiknya sebanyak tiga kali lalu memejamkan matanya


"Nggak nanti aja, sekarang Elena mau bangun. Mendingan kakak tidur aja oke kakak pasti capek kan? . Cup" Elena melepas pelukan kakaknya dan beranjak tapi sebelumnya mencium pipi kakaknya dulu


"Hem" dibalas dengan deheman lalu kembali menutup matanya


Elena berjalan ke bathroom untuk mandi, selesai mandi Elena mengambil Hair Dryer lalu duduk di depan cermin untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Setelah kering Elena langsung mengenakan pakaianya dan memakai make up seperti biasanya natural, dan keluar dari kamar. Di meja makan ada grandma nya sedang sarapan, Elena pun menyusulnya


"Morning grandma" duduk di kursinya


"Morning, dimana cucu grandma yang satunya lagi. Dimana kakakmu sayang? " tanya grandma sebelum menyuapkan makanan ke dalam mulutnya


"Kakak lagi tidur grandma, kakak pasti kelelahan biarlah dia tidur dulu"


Mereka melanjutkan sarapannya tanpa banyak bicara, setelah selesai sarapan Elena langsung naik ke lantai atas. Membuka pintu kamarnya dan Estian juga masih tidur, Elena mengambil tas selempangnya dan buku-buku ditaruh di pelukannya. Dia mencium pipi kakaknya lalu turun ke bawah untuk berangkat kuliah diantar oleh driver


Jangan lupa like, dan tambahkan novel saya di favorit :)