After You Left Me

After You Left Me
Sebenarnya Kamu Siapa?



Elena barus sadar kalau dia meninggalkan Estian sendirian karena sibuk memilih pakaian, dia pun berniat kembali ke tempat Estian berada. Dari kejauhan, Elena dapat melihat kakaknya itu sedang berdiri dan berbicara dengan dua orang pria


Karena semakin penasaran, siapa orang yang sedang berbicara dengan kakaknya. Elena pun bersembunyi di antara tumpukkan baju, dari kejauhan dia terus menatap lekat punggung pria yang berbicara dengan kakaknya


Saat Elena hendak semakin mendekat agar dapat melihat wajah dua pria itu dengan jelas, salah satu pria itu pun bersin. Sehingga dia menolehkan kepalanya ke samping tepatnya arah kanan


Melihat wajah pria yang bersin itu seketika membuat Elena sangat kesal, karena pria yang dilihatnya tidak lain adalah Edric. Sebenarnya dia tidak ingin urusan nya menjadi panjang, karena dia ribut dengan Edric.


Hanya saja Elena sedikit kesal karena Edric mengatainya sebagai penguntit


"Tapi apakah kakak mengenal pria itu? Kenapa kakak dan dia terlihat sangat akrab, apa mereka adalah teman? " Batin Elena


Karena posisinya Elena sudah dekat dengan posisi kakaknya, akhirnya Elena berlari menjauh lagi. Dia mengeluarkan ponselnya, lalu dengan cepat menelepon kakaknya


Disisi lain


Saat sedang berbicara serius dengan Edric, tiba-tiba ponsel Estian berbunyi. Dia pun mengambil ponsel dari sakunya, saat melihat nama yang tertera di layar Estian langsung menerima panggilan nya


"Halo dek, kamu kemana aja? Dari tadi kakak cari kamu tapi nggak ketemu! "


Semua percakapan Estian di telepon, disimak sangat baik oleh Edric dan Daniel


"Maaf kak tadi tiba-tiba perut Elena sakit, jadi Elena lari ke toilet"


"Jadi kamu habis dari toilet, lain kali kalau mau pergi kemana bilang dulu sama kakak okay? "


"Iya maafin Elena"


"Iya kakak nggak marah sama kamu, kakak cuman khawatir"


"Aku menyayangimu kak"


Menyimak pembicaraan Estian bersama adiknya tadi, membuat Edric sangat yakin jika Estian sangat menyayangi adiknya. Hal itu semakin menambah rasa penasaran Edric terhadap wajah dan nama adik dari sahabat itu


"Sepertinya kamu sangat menyayangi adikmu ya? " kata Edric


"Tentu saja aku sangat menyayanginya"


"Bahkan jika ada orang yang nggak tau, bisa dikira jika kamu sedang berbicara bersama kekasihmu"


"Itu hal yang biasa bagiku dric. Karena saat ini adikku adalah tanggung jawabku, sebisa mungkin aku harus menbimbingnya dengan benar. Dan suatu saat nanti jika dia sudah menemukan orang yang memang benar-benar mencintainya, maka aku akan melepaskan nya"


"Kamu sangat dewasa tian"


"Tentu saja, lagi pula umurku sudah dua puluh empat tahun okay! "


"Tapi kamu masih belum menikah? " kata Edric


"Aku akan langsung menikah, setelah kamu menikah dric"


"Hey candaan macam ini, bagaimana jika aku nggak menikah? "


"Nggak akan, secepatnya kamu pasti akan menikah. Percaya lah dengan perkataanku"


Setelah berbicara sangat lama, akhirnya Edric pun sudah pergi bersama asisten Daniel. Dan saat ini juga Estian sudah berada di mobil bersama Elena dan Kinna


Kenapa tidak ada asisten Justin? Karena asisten Justin pulang secara terpisah, dia naik taksi dari Times Square menuju apartemen nya. Karena keluarganya pasti sudah menunggu kepulangan nya. Terutama istri dan anaknya


Tidak lama perjalanan nya, akhirnya mobil yang mereka naiki pun sudah sampai di depan mansion. Mereka bertiga turun secara bergantian, sambil membawa belanjaan yang mereka beli tadi


• • • • •