
Satu jam yang lalu mereka baru saja pulang dari mansion Winnight, saat ini Elena sedang duduk di pinggir ranjang sembari senyum-senyum. Elena kepikiran dengan hal yang sempat terjadi di lantai bawah tadi, bagaimana bisa dirinya dan Edric sampai segila itu terhadap ciuman. Apakah mereka sudah masuk ke dalam fase pecandu ciuman?
[FLASHBACK ON]
Setelah mobil terparkir dengan rapi di dalam garasi entah kenapa tiba-tiba Edric langsung menyambar bibir Elena, untung saja saat itu posisi mereka sudah berada di dalam rumah. Dan saat ini mereka sedang berciuman di belakang pintu, Edric terus menelusuri rongga mulut Elena dengan sangat liar. Sedangkan Elena telah berhasil melepas jas yang dipakai oleh suaminya
Elena yang merasa telah kehilangan akal sehatnya, langsung mendorong Edric sampai terjatuh ke sofa ruang tamu. Elena yang saat ini berada di atas tubuh Edric pun langsung menciuminya sama seperti tadi, namun saat ini Elena sedikit nakal karena tangannya berusaha untuk membuka kemeja yang di kenakan Edric. Edric yang tidak tahan dengan perlakuan istrinya itu pun langsung menukar posisi mereka, jadi saat ini yang berada di atas adalah Edric sedangkan Elena berada di bawahnya
"Kamu mau apa hem? " tanya Edric
"Aku mau lepasin kemeja kamu sayang, ak-aku mau kamu"
"Kamu mau aku? " tanya Edric sekali lagi, dan diberi jawaban anggukkan oleh Elena
Edric langsung melepas kemejanya sendiri kemudian melemparnya ke sembarangan arah, dan sekarang Edric telah bertelanjang dada di depan Elena. Tanpa dia sadari tiba-tiba Elena langsung membawa dirinya ke dalam pelukannya, dengan keadaan tubuh bagian atas Elena hanya tersisa bra saja. Edric yang tidak mau membuang kesempatan langsung menj***ti leher mulus Elena, sampai menurun menuju dua gundukan yang sangat indah itu
"Tapi baby apa kamu nggak kasih aku hadiah ulang tahun? " tanya Edric
"Sebentar lagi aku akan memberikannya sayang, hadiahnya ada di dalam kamar"
"Tapi baby aku rasa saat ini aku sudah nggak bisa menahannya lagi, aku menginginkanmu sekarang" kata Edric
"Aku juga menginginkanmu sayang! "
"A-Apa baby aku nggak salah dengar kan, kamu juga menginginkan aku" tanya Edric sangat terkejut
"Iya sayang aku menginginkanmu"
Dengan cepat Edric langsung menggendong Elena seperti koala di depannya, dengan keadaan tubuh bagian atas mereka sama-sama telanjang hanya saja masih tersisa bra yang dipakai oleh Elena. Mereka menaiki tangga dengan berciuman, setelah sampai di dalam kamar Edric langsung menjatuhkan tubuh Elena di ranjang
"Sebelum kita melakukannya, bisakah kita mandi lebih dulu sayang? " kata Elena
"Tapi baby aku takut kalau aku man- " belum sempat selesai berbicara, Elena yang sudah paham dengan perkataan suaminya pun langsung menjawabnya
"Kamu tenang saja sayang, pasti setelah mandi nanti kamu akan lebih terangsang dari sebelumnya"
"Baiklah kalau begitu aku mandi dulu ya" izin Edric
[FLASHBACK OFF]
• • • • •
Edric yang telah selesai mandi pun keluar dengan keadaan rambut yang basah, sembari menatap lurus ke arah Elena yang menunggu giliran. Elena langsung beranjak dari duduknya lalu berjalan masuk ke dalam bathroom dengan bentuk bibir yang tersenyum
Sepuluh menit telah berlalu begitu cepat, Elena yang sudah selesai mandi pun keluar menggunakan jubah mandi. Elena melihat Edric sedang membaca buku di atas ranjang dengan keadaan sama-sama memakai jubah mandi sepertinya
"Baby katanya kamu punya hadiah buat aku tapi di dalam kamar, sekarang hadiahnya mana? " tanya Edric menaruh buku yang dibacanya di atas meja nakas
"Kebetulan sekali hadiahnya sudah aku bawa sayang, mau aku berikan sekarang? "
"Boleh saja karena lebih cepat lebih baik"
"Aku pasti suka semua hadiah yang kamu berikan baby"
Setelah mendengar kata jika Edric pasti menyukainya Elena langsung berjalan mendekati suaminya yang sedang duduk di tengah-tengah ranjang. Elena duduk di depan Edric, lalu mengarahkan tangan Edric untuk memegang tali yang mengikat rapat jubah mandinya saat ini
"Bukankah kamu menginginkan hadiahnya sekarang sayang, sekarang bukalah jubah mandiku karena hadiahnya ada di dalam sini" kata Elena
"Apa maksud kamu baby? " seketika wajah Edric langsung memerah setelah membuka jubah mandi Elena, karena Elena hanya mengenakan lingerie yang sangat tipis dan menerawang
"Hadiah ulang tahunmu adalah aku sayang, lakukan saja apa yang kamu inginkan sekarang"
Dengan perlahan Edric melepas jubah mandi yang di pakai Elena lalu membuangnya ke segala arah, saat ini juga Edric bisa melihat dengan jelas lekuk tubuh istrinya yang sangat indah. Edric langsung melu*** bibir Elena dengan perlahan namun pasti, kemudian Edric menidurkan tubuh Elena tepat di hadapannya dengan keadaan masih berciuman
Edric yang saat ini sudah berada di atas tubuh Elena pun langsung, menciumi dan menj***ti leher jenjang milik istrinya tersebut. Ciuman Edric semakin turun menuju dua gundukan yang sangat menggoda itu, tangan Edric langsung tergerak untuk menurunkan lingerie yang dipakai Elena agar dia bisa menikmati dua gundukan yang sudah terangsang itu
Edric langsung meraup dua gundukan kembar milik Elena dengan mulutnya, dan hal itu membuat Elena langsung mend**** nikmat. Edric masih bermain dengan kedua gundukan itu secara bergantian, lalu ciumannya semakin menurun menuju perut. Lingerie yang masih berada di perut Elena sangat menganggu kegiatannya, dengan sangat cepat Edric langsung menurunkannya lalu membuangnya
Sempurna, saat ini tubuh Elena sudah terpampang dengan jelas di depan Edric. Lekuk tubuh seksi yang sangat di idamkan oleh para pria, semua yang ada di tubuh Elena sangat sempurna. Dengan cepat Edric mulai menci**** setiap jengkal tubuh Elena, mulai dari wajah menurun ke dada, ke perut dan kembali lagi memainkan dua gundukan yang membuat Elena kembali mend****
"Kamu sudah basah banget baby, aku mulai sekarang ya? " tanya Edric dengan menatap Elena yang sudah sangat terangsang dan ingin cepat di puaskan
"Tapi sekarang aku takut sayang"
"Tatap mata aku baby, awalnya saja pasti terasa sakit tapi setelah itu rasa sakitnya pasti hilang. Percaya sama aku ya? "
"I-Iya sayang"
Edric langsung melepas jubah mandinya dan tidak lupa memegang erat tangan Elena, dengan sekali hentakan milik Edric langsung masuk ke milik Elena dan darah langsung mengalir dari sana. Edric terus melancarkan aksinya sembari mencium bibir Elena, agar Elena bisa merasa tenang. Semakin lama yang awalnya Elena menangis karena sakit pun, sekarang telah mend**** dengan nikmat. Dan Edric juga membisikkan kata sensual di telinga Elena, agar istrinya lebih terangsang
Setelah mereka berdua sama-sama telah mencapai puncak kenikmatannya, tubuh Edric pun ambruk ke samping Elena. Edric mencoba untuk mengatur napasnya agar normal kembali, beda dengan Elena yang dari tadi terus menutup matanya
"Kenapa baby sakit ya? " tanya Edric
"Iya sayang perih banget"
"Maafin aku ya baby, mungkin karena tadi aku terlalu bersemangat"
"Nggak apa-apa sayang, yang terpenting aku sudah menjalankan kewajibanku sebagai istrimu"
"Terima kasih banyak baby, sekarang kita tidur ya"
"Heem ayo kita tidur sayang"
Edric langsung mendekatkan tubuhnya ke Elena lalu memeluknya, Elena pun menyembunyikan wajahnya di dada bidang Edric. Mereka berdua yang kelelahan pun telah tidur dengan berpelukan di dalam selimut, setelah melewati malam yang sangat menggairahkan ini
• • • • •
Jangan lupa like & vote biar author semangat!! :)