
Karena mendengar suara telepon dari ponsel istri nya, mereka berdua pun langsung canggung dan kembali ke posisi seperti semula. Wajah mereka berdua sama-sama merah, mereka malu karena mengingat hal yang akan mereka lakukan tadi jika tidak ada telepon masuk
Edric menyalakan mesin mobilnya, lalu mengeluarkan mobilnya dari garasi dan mulai mengemudikan nya keluar rumah. Saat ini juga mereka berdua sedang dalam perjalanan menuju tempat kuliah Elena. Sebagai suami yang baik, sebisa mungkin Edric harus menyempatkan waktu untuk mengantar istri nya
Memulai panggilan videocall
"Adek... " panggil pria yang menelepon Elena, tentu saja dia adalah Estian
"Oh kakak ada apa kok telepon? " jawab Elena menatap wajah tampan kakaknya
"Nggak apa-apa, sekarang kamu lagi dimana dek? "
"Posisi Elena sekarang lagi perjalanan ke tempat kuliah kak, kenapa? "
"Kamu berangkat kuliah diantar siapa, suami kamu atau driver? "
"Kakak tenang aja Elena diantar kak Edric kok, nih orangnya lagi nyetir mobil"
Elena membalikkan kamera ponsel nya, lalu memperlihatkan suami nya yang sedang fokus menyetir. Jadi Edric tidak bisa melihat wajah Estian di layar ponsel
"Bagus, pintar juga adik iparku ini. Jadi suami yang benar ya dric, jagain adek aku! "
"Baby arahin ponsel kamu ke arahku, aku mau bicara sebentar sama tian"
"Oh iya sayang... "
Elena langsung merubah kecerahan di ponselnya, karena sebelumnya sedikit gelap. Kemudian mengarahkan ponsel di depan suami nya, tapi tidak sampai menutupi pandangan Edric
"Tentu saja aku akan menjadi suami yang baik untuk adikmu, kakak ipar. Tapi bisakah kamu menelepon di waktu yang tepat kakak ipar? " sewot Edric
"Saat ini adalah waktu yang tepat untuk menelepon, karena aku tahu Elena belum masuk kuliah adik ipar" balas Estian menanggapi cara bicara Edric
Elena yang mendengar suami dan kakaknya, berbicara menggunakan kata 'kakak ipar' dan 'adik ipar' hanya bisa menahan tawanya. Elena tidak ingin merusak suasana diantara dua pria tersayangnya ini
"Iya terserah kamu tian, tapi ini nggak tepat untuk kita berdua. Kamu menganggu kegiatan kita okay! "
"Oh benarkah maafkan aku guys, aku benaran nggak tahu serius"
Mendengar jawaban Estian yang menanggapi, perkataan suami nya membuat Elena bersemu merah. Elena langsung menarik ponselnya, lalu mengalihkan pembicaraan
"Sebenarnya kakak telepon adek karena ada sesuatu kan? "
"Peka banget sih kamu dek, jadi begini. Setelah pulang kuliah nanti kamu ada kegiatan nggak? "
"Nggak ada, Elena pasti langsung pulang ke rumah untuk lanjut mengerjakan skripsi"
"Okay, nanti kalau sudah pulang kuliah langsung keluar ya"
"Kenapa memangnya kak, ada apa? "
"Kamu nggak perlu tahu sekarang, tunggu saja nanti. Sudah dulu ya, i love you dek"
"I love you too kak"
Mengakhiri panggilan videocall
Setelah Elena menjawab perkataan nya, dengan cepat Estian langsung menutup panggilan nya. Dan Elena hanya bisa diam, sambil menatap layar ponsel nya lalu berkata
"Bisa-bisanya kakak menutup teleponku, awas saja nanti aku akan memberimu hukuman kak"
"Memang... hukuman apa yang akan kamu berikan ke tian baby?
"Aku juga nggak tahu sayang, saat ini aku masih memikirkan nya" jawabnya tersenyum
Tidak terasa akhirnya mobil yang di kendarai Edric pun, telah sampai di depan universitas Elena. Elena memasukkan ponsel nya ke dalam tas, merapikan pakaian nya kemudian keluar dari dalam mobil
"Belajar yang benar baby, semangat sebentar lagi kamu sidang skripsi" mengulurkan tangan nya
"Iya sayang, semangat juga kerjanya cup" meraih tangan suami nya, lalu mengecupnya
Saat istri nya sudah keluar dari dalam mobil, Edric langsung berpamitan dan tancap gas menuju ke kantor. Setelah mobil suami nya sudah tidak terlihat, Elena pun masuk ke dalam universitas
• • • • •
Setelah pulang kuliah hari ini, Elena tidak dapat bertemu dengan Kinna karena perkataan kakaknya tadi. Karena Elena tidak ingin menjadi adik yang durhaka, dia pun mengikuti kemauan kakaknya untuk langsung keluar setelah selesai kuliah
Elena berjalan keluar, sembari mengedarkan tatapan matanya ke segala penjuru. Saat hampir sampai di depan trotoar, Elena melihat postur tubuh belakang yang tidak asing. Dia pun menghampiri, dan tepat sekali orang itu membalikkan badan nya
Setelah melihat wajah pria yang sangat mirip dengan kakaknya, Elena langsung memutuskan untuk menghampiri orang tersebut
"Jangan lari lah dek, nanti kalau jatuh gimana? "
"Hah ini benaran kakak kan, kapan kakak pulang? "
"Sebenarnya sudah dari tiga hari yang lalu, tapi. Daripada bicara sambil berdiri, lebih baik kita masuk ke mobil dulu"
Estian membukakan pintu untuk adik tersayangnya ini, lalu dia juga ikut masuk melalui pintu nya sendiri yang berada di samping
"Kakak mau bicara apa? "
"Kamu tahu pasti kan, apa alasan kakak akhir-akhir ini selalu bolak-balik Amerika Indonesia? "
"Iya tentu saja aku tahu kak, lalu? "
"Bantu kakak siapin semuanya ya dek, kakak ingin hari itu menjadi hari yang paling indah bagi semua orang terutama kakak"
"Jadi ceritanya mau di cepatin nih kak? "
"Kakak sudah nggak sabar dek, kakak takut kalau kelamaan nanti dia nggak cinta lagi sama kakak"
"Kakak tenang saja okay, dia masih tetap mencintaimu kak! "
"Aku sangat penasaran bagaimana reaksinya nanti, apakah dia akan menangis atau terkejut? "
"Tebakanku sih pasti dia akan menangis bahagia kak
"
"Tapi kenapa kakak nggak minta bantuan kak Justin atau kak Julie? " tanya Elena
"Mereka berdua sudah mempunyai pekerjaan mereka sendiri, terutama untuk hari itu. Mereka juga sudah mengurus semuanya, tinggal ini saja!
"Okay kalau begitu Elena akan membantu kakak.. "
"Terima kas- " belum sempat berbicara Elena sudah menyela perkataan kakaknya
"Eiits ini tidak semudah itu, Elena punya permintaan dan kakak harus mau melakukan nya bagaimana? "
"Aku akan melakukan semuanya untukmu dek"
• • • • •
Sepanjang perjalanan Elena dan Estian tetap membicarakan orang yang sama, sampai pada akhirnya mereka sampai di tempat tujuan mereka. Elena menggandeng tangan Estian masuk ke tempat di depan mereka ini
"Sebentar sebelum masuk ke dalam, kakak pakai ini dulu! " kata Elena
"Kan nanti di dalam ruangan dek, kenapa malah kamu suruh pakai topi? "
"Sudahlah turuti saja permintaan Elena, kalau nggak malah kita nggak selesai-selesai"
"Okay adikku tersayang... " mengelus pucuk kepala Elena
Suasana di ruangan ini sedikit padat pengunjung, banyak orang yang mengantre untuk membeli tiket. Mereka berdua pun juga ikut mengantre, sampai pada akhirnya giliran mereka. Elena dan Estian langsung duduk bersama di kursi yang di sediakan
"Permisi ada yang bisa saya bantu kak? "
"Iya, saya mau pesan tiket ke PS tapi untuk dua hari lagi apa bisa mbak? "
"Sebentar ya kak saya cek terlebih dahulu"
Elena menoleh ke samping menatap kakaknya yang tersenyum kecil, Elena merasa bahagia jika kakaknya juga bahagia
"Untuk pemberangkatan dua hari lagi, kami punya tiga pilihan. Yang pertama jam berangkatnya pagi, kedua siang, dan terakhir sore. Bagaimana kak? "
"Iya kak boleh... "
Elena terus berbicara dengan mbak tersebut, sampai pada akhirnya mereka telah melakukan pembayaran dan tiket sudah ada di tangan Estian. Dua hari lagi mereka akan berangkat menuju hari bahagia, maksudnya gimana tuh? Tunggu saja
• • • •
Elena : Dua hari lagi menuju hari yang spesial bagi kakak~