After You Left Me

After You Left Me
Kenapa Kau Disini?



Saat ini Elena sedang duduk menunggu Kinna yang membeli minuman diluar, dia menunggu sambil bermain ponsel dan memasang earphone. Karena lama tidak kembali, Elena pun mencoba untuk menghubungi Kinna


SEND MESSAGE


From : Elena


Kinna kamu beli minuman nya masih lama ya?


From : Kinna


Iya El ini ramai banget cafe nya, tapi mungkin sebentar lagi juga selesai. Kurang 5 orang lagi


From : Elena


Itu namanya masih lama Kinna, kalau gitu aku tinggal duluan ke ruangan kakak ya? Nanti kalau kamu udah selesai telepon, nanti aku jemput okay


From : Kinna


Iya deh El, kamu duluan aja


Setelah selesai mengirim pesan ke Kinna, Elena pun memasukkan ponselnya ke dalam tas selempang lalu langsung beranjak dari duduknya dan berjalan menuju elevator


Dia menekan tombol lantai 30 yang ada di elevator untuk menuju ke ruangan Estian. Sesekali Elena berkaca di pintu elevator itu, dengan keadaan masih menggunakan earphone di telinganya


Ting....


Suara elevator berdenting yang menandakan Elena sudah sampai di lantai tujuan nya. Pintu elevator pun terbuka, lalu Elena keluar dalam keadaan membawa bekal di tangan kanan nya. Tapi entah kenapa saat ini dia berjalan dengan menatap ke arah bawah. Baru saja Elena keluar dari dalam elevator, tiba-tiba


Bruuukkk....


Tepat sekali wajah Elena, membentur dagu orang yang berada di depan nya. Saat Elena menatap orang itu, seketika dia langsung berteriak


"Kau... " teriak Elena dan orang itu bersamaan


"Bagaimana bisa kau berada disini, apa kau sedang menguntitku? " pria itu tidak lain dan tidak bukan adalah Edric


"Sebentar tuan, apa aku terlihat seperti orang kurang kerjaan sampai-sampai aku harus menguntitmu? Jadi orang jangan kepedean" sifat dingin Elena keluar


"Lalu bagaimana bisa kau sampai ke Amerika? "


"Kalau itu kenapa kau harus tau? Ini urusanku bukan urusanmu! "


Setelah mengatakan itu Elena langsung pergi meninggalkan Edric dan Daniel, yang terdiam di depan pintu elevator


"Kenapa gadis itu bisa sampai ke Amerika? Kalau bukan untuk menguntitku, lalu apa yang dia lakukan di perusahaan ini? " Batin Edric


• • • • •


Sampai di depan ruangan kakaknya, tanpa menunggu lama Elena langsung membuka pintu nya. Dan ternyata Estian sedang tidak ada di dalam ruangan nya, tapi ada pria lain


"Excuse me sir... " sapa Elena lirih


Mendengar ada suara dari pintu, pria itu langsung menoleh ke arah Elena lalu menyapa nya


"Nona Elena selamat datang, silahkan masuk"


"Ternyata kak Justin, hah aku kira siapa. Tapi kak tian kemana, kok nggak ada disini? "


"Tuan sedang keluar sebentar nona, kata tuan sebentar lagi pasti akan kembali"


"Oh baiklah kalau begitu. Omong-omong baby J apa kabar kak? " tanya Elena antusias


"Kabar anak saya baik nona, sekarang baby J sudah mulai belajar mengucapkan beberapa kata"


Asisten Justin sudah menikah bersama istri tercintanya, bernama Kalina selama satu tahun delapan bulan. Dan mereka berdua mempunyai anak yang bernama, Jayden Steele Dillingham yang sudah berusia satu tahun


"Benarkah apa aku boleh melihat foto-fotonya, kak Justin? " kata Elena bersemangat


Disaat Elena melihat foto baby J melalui ponsel, dia merasa gemas sendiri. Elena terus menggeser layarnya, dan masih banyak foto-foto yang menggemaskan. Justin hanya tertawa kecil melihat tingkah laku adik bos nya ini


• • • • •


Setelah lima belas menit Elena mengobrol dengan asisten Justin, akhirnya orang yang ditunggu pun tiba. Estian masuk ke dalam ruangan di waktu yang bersamaan dengan Kinna


"Sudah berapa lama menunggu? " kata Estian


"Nggak lama kok baru sekitar lima belas menitan. Jadi hari ini kita datang bawa makanan, untuk makan siang"


"Benarkah kalau begitu ayo cepat makan, kebetulan kakak juga sudah lapar" kata Estian


"Iya sudah kalau begitu ayo kita makan" ajak Kinna


"Kalau begitu kalian bertiga makan duluan saja, aku mau ke ruangan kak Julie sebentar"


Elena keluar dari ruangan kakaknya sambil membawa dua minuman di tangan nya, dia masuk ke dalam ruangan sekretaris. Elena mengetuk pintu lalu langsung masuk, dan hal itu lantas membuat Julie sedikit terkejut


"Huh hello Ms.Elena, how are you? " kata Julie


(Oh Halo nona Elena, apa kabar? )


"I'm okay. By the way i happened to buy a lot of drinks, so I gave you two" kata Elena


(Aku baik-baik saja, kebetulan aku beli banyak minuman jadi aku memberimu dua)


"I also happen to like drink from this cafe"


(Kebetulan saya juga suka minuman dari kafe ini)


"Oh really, then enjoy your drink"


(Wah benaran, kalau begitu nikmati minumanmu)


"Thank you so much Ms.Elena"


(Terima kasih banyak nona Elena)


Elena keluar dari ruangan sekretaris Julie, dan masuk ke ruangan Estian lagi. Dia duduk di sebelah Kinna, lalu makan-makanan yang di masak nya tadi. Ditengah-tengah makan tiba-tiba Estian memulai pembicaraan


"Kebetulan kakak punya sesuatu untuk kalian, penasaran nggak? "


"Sesuatu apa kak? " tanya Kinna


Estian mengangkat dua tas karton besar dari sampingnya, dan memberikan nya pada Elena dan Kinna. Estian menyuruh mereka membukanya, mereka yang menurut pun langsung membukanya dan mereka sangat bahagia


"Wah kakak kasih kita berdua sepatu couple, makasih kakakku sayang"


Elena langsung berjalan menuju belakang Estian, lalu memeluknya dari belakang dengan melingkarkan tangan nya di leher Estian. Tidak lupa Elena mencium pipi kakaknya sebagai tanda terima kasih


Cup


Cup


"Terima kasih kak tian" ucap Kinna


"Sama-sama Kinna" jawabnya tersenyum manis


Elena dan Kinna bahagia, lalu mereka berempat melanjutkan makan mereka lagi yang sempat tertunda karena Estian memberi hadiah untuk Elena dan Kinna



Note : Ini sepatu pemberian Estian untuk Elena dan Kinna :)