After You Left Me

After You Left Me
Memeluk Dengan Erat



Keesokkan harinya Elena terbangun dengan sendiri nya, tanpa bantuan alarm. Saat dia mencoba untuk bangun, tubuh nya terasa sangat berat seperti ada sesuatu yang menahan nya


Elena yang sangat penasaran pun, langsung membuka matanya dan sangat terkejut. Ternyata saat ini Edric sedang memeluk tubuh nya dengan sangat erat, ditambah kaki nya juga ikut menindih kaki Elena


Akhirnya Elena mencoba untuk memindahkan tangan suami nya secara perlahan-lahan, namun tidak berhasil. Elena tidak menyerah, dia tetap mencoba yang kedua kalinya untuk memindahkan tangan suami nya. Dan tetap saja tidak berhasil


Tidak mungkin Elena harus kembali tidur lagi, sampai Edric melepas pelukan nya sendiri. Elena pun terpaksa harus membangunkan suami nya, karena banyak kegiatan yang harus dia kerjakan saat pagi hari


"Sayang... " panggil Elena perlahan


"Sayang... Sayang... "


Sudah beberapa kali dia membangunkan suami nya, tapi hasilnya tetap sama saja Edric tidak kunjung bangun. Elena yang ingat akan sesuatu pun langsung dengan cepat melakukan nya


Elena mengangkat tangan nya perlahan menuju pipi Edric, saat posisi nya sudah tepat Elena langsung mengelus-elus perlahan. Dan Elena tidak menyangka jika hanya dengan mengelus pipi, dia bisa membangunkan suami nya


"Ada apa baby, aku masih mengantuk" jawab Edric dengan mata yang masih tertutup


"Iya aku tahu sayang, tapi bisa nggak kamu lepas pelukan nya dulu. Aku harus masak hari ini"


Mendengar kata pelukan yang keluar dari bibir istri nya, membuat Edric yang sebelumnya masih menutup mata pun langsung membuka mata nya


"Oh maafkan aku baby"


"Nggak apa-apa sayang, kalau begitu aku mandi dulu"


Dengan cepat Edric langsung melepas pelukan nya, lalu Elena pun beranjak dari ranjang dan masuk ke dalam bathroom untuk mandi


Setelah Elena masuk ke dalam bathroom, Edric tidak melanjutkan tidurnya. Dia malah tetap berbaring diatas ranjang, sembari menatap langit-langit kamar


"Bukankah kemarin malam aku hanya mengenggam tangan nya, lalu bagaimana bisa aku sampai memeluknya. Coba aku ingat dengan baik, apa yang aku lakukan kemarin malam, sampai-sampai memeluk Elena se-erat itu" Batin Edric


Flashback ON


Tengah malam tepatnya jam satu lima belas, Edric terbangun dari tidur nya. Edric merasa sangat kedinginan, dia pun melihat remot ac dan suhu nya hanya 20° celcius. Lantas apa yang membuatnya bisa menggigil seperti itu?


Tentu saja karena Edric lupa memakai selimut. Edric ingin mengambil selimut, tapi entah kenapa dia malas untuk berdiri karena selimut di letakkan di walk in closet


Spontan Edric langsung menolehkan kepala nya ke samping, dan melihat istri nya yang sedang tertidur pulas sembari pakai selimut. Tidak mungkin Edric mengambil selimut istri nya, meskipun pikiran itu sempat terlintas di pikiran nya


Edric pun mendekat ke arah Elena, lalu masuk ke dalam selimut. Tapi entah kenapa dia masih merasa kedinginan. Edric pun mencoba memeluk tubuh istri nya dan itu berhasil, dia tidak merasa kedinginan lagi


Karena sudah tidak kedinginan, Edric pun melanjutkan tidurnya. Entah kenapa dengan posisi memeluk Elena seperti ini, Edric merasa sangat nyaman


Flashback OFF


"Astaga, bagaimana bisa aku lebih memilih untuk memeluk Elena daripada berdiri untuk mengambil selimut. Tapi entah kenapa lebih enak memeluk Elena, daripada memakai selimut" Batin Edric


Elena yang sudah selesai mandi dan memakai pakaian pun merasa aneh dengan suami nya, bagaimana bisa dia hanya diam saja sambil menatap langit-langit kamar. Dia pun langsung berjalan menuju ranjang, dan menepuk pundak suami nya


"Ada apa sayang? "


"Ah nggak ada apa-apa baby"


"Okay, kamu mau mandi sekarang atau lanjut tidur lagi? "


"Aku akan mandi sekarang baby, lagi pula jika lanjut tidur aku nggak akan bisa tidur"


Edric langsung bangun dari ranjang, lalu berjalan menuju bathroom. Sedangkan Elena berjalan masuk ke dalam walk in closet untuk mengambil pakaian suami nya


Setelah selesai memilih pakaian untuk suami nya, Elena langsung turun ke lantai bawah untuk memasak sarapan dan lain-lainnya


• • • • •


"Hari ini kamu pulang seperti biasanya baby? "


"Sepertinya begitu sayang, karena setelah kuliah aku nggak ada kegiatan apa-apa hari ini"


"Kalau begitu terima ini, maaf jika aku telat untuk memberikan nya"


Edric mengeluarkan benda tipis dari balik jas nya, lalu menaruhnya di atas meja tepat di depan istri nya


"Tapi kenapa kamu memberiku ini sayang? " tanya Elena


"Tentu saja aku harus memberi ini untukmu baby, mulai sekarang kamu belanja semua keperluanmu pakai kartu ini okay! "


Benda tipis yang di keluarkan Edric dari dalam saku jas nya, adalah black card. Meskipun kartu itu hanya terlihat seperti kartu biasa, namun isi saldo di dalam nya tidak main-main. Kartu ini hanya dimiliki oleh para miliarder yang penghasilan nya diatas rata-rata


"Ini adalah pemberian dari suami mu, apa kamu akan menolaknya? "


"Benarkah aku boleh menerima ini sayang? "


"Tentu saja boleh, mulai sekarang itu adalah milikmu. Kamu bebas mau belanja apa, asal menggunakan kartu itu"


"Terima kasih sayang... "


Secara tidak sadar Elena langsung beranjak dari duduknya, lalu berlari ke arah Edric. Tangan Elena memeluk leher Edric, lalu mulai mencium pipi kiri dan kanan nya


Cup


Cup


Edric yang diperlakukan seperti itu oleh Elena, hanya bisa diam mematung. Setelah selesai mencium suami nya, Elena juga baru tersadar atas tindakan nya barusan


"Ah untuk barusan maafkan aku sayang"


"Nggak apa-apa baby" Edric mencoba untuk tenang


"Jika merasa senang, aku selalu memeluk dan mencium kakak seperti itu"


"Oh ya? Kalau begitu ayo kita berangkat, aku takut nanti kuliahmu telat"


"Iya sayang... "


Secara bersamaan mereka beranjak dari duduknya, lalu keluar rumah menuju garasi. Elena dan Edric masuk ke pintunya masing-masing


Saat akan berangkat Edric melihat ada sesuatu yang kurang, namun Elena tidak menyadarinya. Edric pun langsung memajukan tubuhnya, lalu memakaikan seat belt untuk istri nya


Setelah memakaikan seat belt, Edric baru sadar jika wajahnya sangat dekat dengan wajah istri nya. Entah bagaimana permulaan nya, namun sekarang Edric dan Elena saling menatap


Mata mereka seakan berbicara satu sama lain, seakan paham dengan apa yang di inginkan masing-masing. Edric mendekatkan wajahnya, ke wajah istri yang perlahan menutup matanya. Sedikit lagi bibir mereka sudah benar-benar menyatu, tiba-tiba


Triiing.....


Triiing.....


Ada panggilan masuk dari ponsel Elena, kira-kira siapa yang menelepon disaat yang tidak tepat seperti ini ya?


• • • • •



Edric : Sial, siapa orang yang berani menelepon disaat yang tidak tepat seperti ini?