
Disaat Elena perjalanan menuju halte bus untuk pulang ke mansion, dia mampir sebentar di warung pinggir jalan untuk membeli minuman karena kebetulan dia juga sedang haus. Dan posisi Elena saat ini ada di seberang halte, jadi dia bisa melihat bus yang sedang berhenti dan bus itu yang akan dia naiki untuk pulang
Elena duduk di kursi yang di sediakan warung, membuka tutup botol lalu meminum nya. Dia beranjak dari duduk nya lalu dia menyebrang menengok kanan dan kiri, saat Elena akan sampai di halte bus
Bus yang akan Elena naiki sudah berjalan, Elena meneriaki bus itu sambil berlari dan mengejarnya tetapi bus itu tetap tidak behenti. Elena pun menyerah dan memutuskan untuk berhenti mengejar bus, dia berniat menunggu bus selanjutnya dengan berdiri.
• • • • •
Tiba-tiba ada mobil mewah yang berhenti tepat di depan Elena berdiri, dia bingung siapa sebenarnya pemilik mobil itu. Kaca mobil menurun ke bawah, dan terlijhat wajah Edric yang sedang menatap Elena dari dalam mobil
Saat Elena melihat siapa orang yang ada di dalam mobil, dia sangat terkejut. Bisa-bisanya Elena bertemu dengan Edric disaat seperti ini
Elena tahu jika dia bertemu dengan Edric, mereka berdua pasti akan membahas hal-hal yang tidak penting yang akan membuang-buang waktunya. Apalagi saat ini kondisi Elena sedang kelelahan, dia malas berurusan dengan Edric
"Apa yang sedang kau lakukan disini Elena? " tanya Edric yang membuat Elena merasa heran padanya
"Apa kau tidak tahu kegunaan dari halte tuan, kenapa kau masih bertanya? " jawabnya ketus
"Tentu saja aku tahu nona... "
"Tapi tunggu sebentar, kenapa kau sembarangan memanggil namaku seperti itu. Kita belum sedekat itu okay! "
"Kalau begitu ayo kita berteman, agar kita saling mengenal. Dan aku bisa memanggil namamu sesukaku"
"Siapa juga yang mau berteman denganmu. Sudahlah pergi sana, aku akan menunggu bus selanjutnya untuk pulang"
"Apakah bus itu yang akan kau naiki untuk pulang? "
Edric menunjuk ke arah bus yang baru saja berangkat. Mendengar perkataan Edric, Elena langsung menoleh dan benar jika bus yang akan dia naiki juga sudah berangkat. Elena berlari mengejarnya dan lagi-lagi bus nya tidak berhenti
"Apa? Pak... Tunggu pak... Pak... Hah... "
Elena berhenti mengejar lalu menghela nafasnya. Melihat Elena yang sedikit jauh dari posisi mobilnya, Edric langsung memajukan mobinya lagi tepat di samping Elena
"Gara-gara berbicara dengan kau tuan, aku jadi ketinggalan bus. Mana itu bus yang terakhir juga, hah menyebalkan"
Wajah Elena terlihat lesu, lalu dia berjongkok menyembunyikan kepalanya. Melihat itu Edric langsung mendapatkan ide cemerlang yang baru muncul dari otaknya, dia langsung keluar dari mobilnya lalu berjalan menuju Elena
Elena yang menyadari ada orang yang mendekat ke arahnya, langsung berdiri lalu menatap jika Edric yang menghampiri nya
"Kenapa kau turun dari mobil? " tanya Elena
Balas Edric santai, lalu dia mendekatkan wajahnya ke wajah Elena. Sehingga Elena otomatis bergerak mundur, karena sudah mentok punggung nya pun terbentur mobil. Dia tidak bisa bergerak lagi, mengingat posisi nya yang sangat dekat dengan Edric. Elena langsung spontan berteriak
"Aaaahhh...... "
"Hey kenapa kau berteriak tepat di telingaku? "
"Kau juga, apa yang kau lakukan menjauhlah dariku! " Elena berusaha mendorong tubuh Edric tapi dia tidak sanggup. Tentu saja karena ukuran badan Elena kalah besar dengan Edric
"Aku akan menjauh darimu jika kau mau berteman denganku, bagaimana? "
Elena hanya bisa diam, saat ini dia sedang bergulat dengan pikiran nya. Lebih baik dia menyetujui ajakan Edric untuk berteman, daripada dia terus dalam situasi yang bahaya seperti ini
"Baiklah kalau begitu aku mau berteman denganmu, tapi aku punya syarat" jawab Elena
"Katakanlah apa syaratnya? "
"Cepat menjauhlah dariku, sebelum tanganku bergerak untuk memukulmu! "
"Hanya itu, okay fine sudah kan? "
Edric menuruti persyaratan Elena, lalu menjauh dari Elena. Dengan cepat Edric membuka pintu mobil, lalu memasukkan Elena ke dalam mobil dan pintunya ditutup. Karena Elena sudah masuk, Edric pun mengitari mobil lalu masuk ke pintunya sendiri. Di dalam mobil Elena hanya berteriak-teriak
"Hey... apa yang kau lakukan padaku. Apa kau mau berbuat mesum, cepat lepaskan aku! "
"Bisakah kau tidak berteriak? "
"Jawab dulu, kenapa kau memasukanku ke dalam mobilmu? "
Elena berkata sambil menutup dadanya, dengan kedua tangan nya menyilang
"Apa yang perlu kau tutupi, lagipula aku tidak tertarik denganmu"
"Huh... " Elena hanya mendengus kesal
"Karena sekarang kita teman, bolehkah aku mengantarmu pulang ke rumah. Bukankah seorang teman, biasanya mengantarkan teman nya pulang ke rumahnya? "
Jangan lupa like, dan tambahkan novel saya di favorite :)