After You Left Me

After You Left Me
93. Datangnya Berita Duka



Setelah malam itu hari kedua dan hari ketiga mereka honeymoon mereka tetap berjalan lancar, hanya saja ada sedikit keluhan oleh Kinna. Setiap malam tiba Kinna selalu mengeluh pada suaminya jika, kepalanya terasa sangat dan perutnya juga sakit seperti akan haid. Dan entah kenapa Kinna juga semakin senang jika di ajak untuk making love bersama Estian


[FLASHBACK ON MALAM HARI KE-2]


Di dalam sebuah kamar terlihat sepasang suami dan istri yang sedang tidur dengan berpelukan, di kamar itu waktu masih menunjukkan pukul 22.29. Sang istri merasa sedikit tidak nyaman dengan area intimnya, seperti sedang haid. Dia yang saat itu juga berada di pelukan suaminya pun langsung bangun menuju ke bathroom, dan suaminya pun ikut bangun


"Em barusan kamu dari mana honey? " tanya Estian


"Baru saja aku keluar dari bathroom sayang ada apa hem, apa ada yang aneh? "


"Ke bathroom habis apa kok lama banget? " sikap posesif Estian muncul


"Tadi waktu tidur aku merasa nggak enak dengan ini ku (kalian pasti tahu), dan ternyata itu karena ada darah disana. Tapi kan sekarang belum tanggalnya aku untuk haid sayang"


"Mungkin karena kamunya kelelahan jadi siklus haidnya jadi lebih cepat honey, setahuku haid itu kadang bisa maju dan mundur kan? "


"Iya tapi sekarang perut sama kepalaku rasanya sakit banget sayang"


Estian beranjak dari tidurnya lalu berjalan entah akan kemana, setelah kembali ternyata Estian membawa segelas air putih di tangan kanannya. Estian kembali jalan menuju ranjang dan duduk di samping istrinya, lalu memberikan minuman itu pada Kinna berharap rasa sakitnya sedikit menghilang


"Itu airnya masih sisa sedikit lagi sekalian dihabisin honey, sayang kalau nggak habis"


"Buat nanti saja aku minum lagi, sekarang lebih baik kita tidur sayang aku sudah ngantuk"


"Baiklah cepat sini mendekat ke suamimu, aku akan memelukmu sambil tidur seperti tadi lagi"


"Perut aku jangan terlalu ditekan sayang, dielus biasa saja seperti saat aku sedang haid"


Dan hari ketiga juga terjadi sama persis seperti di atas, namun Estian tetap setia menemani istrinya yang bahkan hampir tidak bisa tidur. Bahkan di saat malam ketiga itu Kinna sampai berkeringat, padahal ac kamar menyala. Namun jika ingin bisa tidur cepat cara yang paling ampuh adalah melakukan itu, dan ini juga bukan kemauan Estian tapi Kinna sendirilah yang meminta. Jadi Estian pasti akan melakukannya tapi dengan hati-hati


[FLASHBACK OFF MALAM HARI KE-2]



...[Foto bersama Bunga Hortensia (Hydrangea)]...



...[Foto bersama dengan daun teh+keranjang]...


• • • • •


Semakin lama waktu berlalu tidak terasa sudah hari keempat mereka honeymoon, yang artinya satu hari lagi yaitu besok akan menjadi hari akhir bagi mereka berada di kota Y. Memang benar lima hari tidak akan cukup untuk honeymoon, tapi mereka berdua bisa memahami kesibukkan suaminya. Jadi mereka akan sabar menunggu


Dua pasang suami istri terlihat sedang naik elevator untuk turun ke lantai bawah lalu, mereka breakfast lebih dulu sebelum memulai kegiatan mereka di hari keempat. Disaat telah sampai mereka pun langsung jalan untuk mengambil makanan yang diatur secara prasmanan, setelah semuanya mengambil mereka pun mencari tempat untuk duduk


"Sayang kamu mau minum apa biar aku saja yang ambil, kakak juga mau apa? " tanya Elena


"Aku mau jus baby terserah jus apa! " jawab Edric


"Kakak air putih saja dek soalnya masih pagi, kakak nggak biasa minum selain air putih kalau jam segini. Kakak iparmu ini juga ambilkan air putih! " Estian ikut menyahut


"Baiklah kalau begitu Elena ambil minumnya dulu"


[MEMULAI PANGGILAN]


"Halo Justin ada apa, apa ada sesuatu yang penting sampai kamu meneleponku? " tanya Estian


"Tian maafkan aku tapi kamu tahu kan kalau hari ini adalah hari kepulangan Tuan, Nyonya, dan Nyonya besar dari Amerika"


"Tentu saja aku tahu tin karena tepat dua hari yang lalu mama menelepon, tapi kenapa kamu meminta maaf padaku? "


"Jadi begini tadi saat berada di kantor dapat telepon dari polisi kalau Tuan, Nyonya, dan Nyonya besar mengalami Traffic Accident saat perjalanan pulang ke mansion"


Mendengar kata Traffic Accident (Kecelakaan Lalu Lintas) yang di ucapkan Justin pun membuat Estian langsung terdiam, dia masih meyakinkan hatinya apa ini semua adalah nyata. Meski saat ini hatinya terasa begitu sedih, sakit, campur aduk menjadi satu namun tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata atau orang jawa biasanya bilang nelangsa (a\=o) maaf authornya orang jawa :)


"Itu nggak mungkin kamu lagi bercanda sama aku kan tin, mana mungkin itu terjadi! " kata Estian


"Tian untuk masalah seserius ini mana mungkin aku berani bercanda denganmu, saat ini aku dan Daniel sedang perjalanan menuju rumah sakit"


"Pesankan kita semua tiket pesawat sekarang, aku akan pulang sekarang juga"


"Tap- "


[MENGAKHIRI PANGGILAN]


"Cepat berdiri kita semua akan pulang sekarang, aku nggak mau tahu pokoknya kita berempat pulang sekarang juga! " kata Estian menahan air matanya


"Tapi kenapa kita pulan- " belum sempat Elena tanya tiba-tiba ada berita disiarkan di televisi, dan hal itu langsung membuat semua terdiam


"Berita pagi ini, terjadi kecelakaan lalu lintas yang menewaskan empat korban salah satunya di ketahui sebagai driver. Menurut informasi dari warga sekitar salah satu korbannya adalah seorang mantan CEO, bersama dengan istri dan ibunya" kata wanita yang memang pewarta


"Apa yang di katakan pewarta itu kak, nggak mungkin ini nggak mungkin pasti dia salah informasi kan kak. Kak jawab Elena kakak? " Elena bertanya dengan air mata yang terus mengalir


"Sudah lebih baik kita kembali ke kamar dulu ya!"


• • • • •


Di dalam kamar Estian masih belum menerima kabar dari asistennya mengenai tiket pesawat yang di bilangnya tadi, namun dengan cepat Estian dapat kabar jika tiket pesawat dari kota Y ke kota J untuk pagi ini telah habis. Jadi terpaksa dia pun memesan tiket untuk keberangkatan siang, yang penting bisa pulang hari ini juga


"Sudah sayang sisanya biar aku yang packing, lebih baik sekarang kamu lihat keadaan Elena nanti aku menyusul kesana! " kata Kinna


"Baiklah honey aku tunggu disana" Estian lalu keluar dari kamarnya, dan masuk kamar Elena


Terlihat Elena tengah sibuk mengemasi dua koper bersama Edric dengan keadaan menangis, sampai Elena tidak fokus untuk menata semua pakaiannya ke dalam. Dengan cepat Estian langsung membawa Elena ke dalam pelukannya dan membisikkan suatu kata di telinga Elena yang bisa membuatnya tenang, entah apa yang di ucapkan oleh Estian. Bahkan Edric tidak tahu Estian bicara apa


Edric terkejut karena dia tidak pernah melihat wajah sahabatnya (Estian) yang seperti itu, raut wajahnya terlihat cemas ditambah ketakutan saat menatap wajah istrinya (Elena). Bahkan disaat melihat Elena akan menangis, dengan cepat Estian langsung mulai membisikki Elena lagi dan lagi


"Sudah sayang jangan nangis lagi ya, kalau kakak jadi ikut sedih gimana? " tanya Estian


"Tian kamu awasi istriku, aku akan mempacking semua barang kami ke dalam koper"


• • • • •