
Setelah pekerjaan nya selesai semua Edric memutuskan untuk langsung pulang, karena dia tau jika orang tuanya saat ini pasti menunggu kedatangan nya. Dia merapikan semua dokumen-dokumen yang ada di meja kerjanya, lalu membawa dokumen yang perlu di cek lagi olehnya
Setelah sampai di rumah atau lebih tepatnya mansion keluarga, Edric memakirkan mobilnya di garasi dengan rapi sejajar dengan mobil-mobil yang lain nya
Selesai sudah memakirkan Edric langsung masuk ke dalam mansion, dan langsung terlihat jika orang tuanya sudah menunggunya di sofa ruang tamu
"Mom... Dad... " Edric memeluk kedua orang tuanya secara bersamaan
"Sudah-sudah, son dad ingin berbicara denganmu masalah pernikakan" kata dad dan dibalas Edric dengan angguk kan kepala
"Dad ingin memberikan mu sebuah pilihan son, pilihan yang pertama adalah besok saat jam makan siang kamu bertemu dengan calon istrimu di restoran x. Dan pilihan yang kedua adalah kamu tidak perlu bertemu dengan nya sampai hari dimana kalian menikah. Kamu memilih yang mana? " tanya dad menatap serius ke arah Edric
"Edric memilih pilihan yang kedua saja dad, lebih baik Edric melihat dia saat kami sudah menikah daripada saat kami bertemu lalu Edric berubah pikiran" jawab Edric karena dia sudah pernah mengira jika hari ini akan tiba
"Baiklah jika itu yang kamu inginkan son, dan ingat dua hari lagi adalah hari pernikahan mu" kata dad yang membuat Edric terkejut, tapi dia mencoba untuk menyembunyikan keterkejutan nya. Karena mau bagaimana pun dia akan tetap menikah
"Iya dad kalau begitu Edric pergi ke kamar dulu ya" ucap Edric lalu dia naik ke lantai atas menuju kamarnya
Edric langsung membuka pintu kamarnya dan masuk ke dalam, dia mendudukkan tubuhnya di atas ranjang. Dia masih tidak percaya dengan perkataan dad nya, jika dua hari lagi dia akan berganti status menjadi seorang suami dan mempunyai istri
Dia memutuskan untuk mandi dan berendam sebentar agar pikiran nya lebih rileks, setelah selesai mandi Edric masuk ke ruang kerjanya. Lagi-lagi yang di tatapnya adalah layar laptop, sehari saja tanpa menatap layar laptop itu tidak mungkin
Bisa dibilang dia adalah 'Workaholic' tapi tidak separah itu juga, dia masih bisa mengatur waktu antara pekerjaan dan kehidupan pribadinya. Tapi jika Edric sudah bekerja sekali saja, dia akan seperti orang yang lupa waktu bahkan dia bisa bekerja berjam-jam tanpa istirahat
Tok
Tok
Tok
Orang yang mengetuk pintu kamarnya itu pun masuk ke dalam sambil membawa baki di kedua tangan nya, dia masuk ke ruang kerja Edric tanpa mengetuk. Tentu saja Edric tau jika orang itu adalah mom nya
"Edric ini mom buatkan Teh Hijau buat kamu cepatan diminum ya, nanti keburu dingin" kata mom Edric menaruh cangkir berisi teh hijau di mejanya
"Iya mom, makasih ya buat Teh Hijaunya" jawab Edric berdiri dari duduk nya lalu memeluk mom ny
"Kalau kerjaan nya sudah selesai langsung istirahat ya, jangan dipaksakan nanti kamu sakit. Mom istirahat dulu ya" kata mom mencium pucuk kepala nya lalu keluar dari kamarnya
Setelah mom keluar dari kamarnya, Edric langsung meminum Teh Hijau nya. Dia merasa tubuhnya sedikit lebih hangat di banding sebelumnya, lalu dia melanjutkan pekerjaan nya lagi sampai selesai
*****
Ke esokkan harinya setelah pulang kuliah, Elena memutuskan untuk jalan-jalan bersama dengan Kinna. Sebenarnya dia ingin membuat Kinna lupa tentang masalahnya, dan kembali ceria seperti dulu lagi
Saat ini Elena masih di perjalanan menuju rumah Keluarga Brown. Tidak lama akhirnya Elena pun sampai juga, dia memasuki rumahnya dan disambut oleh pak satpam. Elena memakirkan mobilnya di halaman rumah
"Aunty brown... " kata Elena menghampirinya untuk menyalami tangan nya
"Kinna ada diatas nak, cepatan jemput dia" ucap mama Kinna, dibalas acungan jempol oleh Elena
Elena naik ke lantai atas melewati tangga dengan cepat, sampai diatas dia langsung membuka pintu kamar Kinna
"Good morning Kinna" sapa Elena
"Eh Elena good morning" jawabnya menoleh ke arah Elena
"Hari ini ayo kita jalan-jalan keluar, aku lagi bosan hari ini" kata Elena menatap Kinna
"Sebentar, kapan kamu datangnya? " tanya Kinna
"Baru aja aku sampai, terus langsung naik ke lantai atas jemput kamu. Tapi kamu sudah siap kan? " jawabnya
"Ya aku sudah siap kok, tinggal pakai sepatu dan ambil tas" jawabnya berdiri dari ranjang dan mengambil barang yang disebutkan nya tadi
"Mama aku keluar dulu sama Elena ya" memeluk mama nya yang sedang menonton televisi
"Oh, iya sayang hati-hati ya" mengelus kepala Kinna
"Kalau begitu kita berangkat dulu ya aunty" ucap Elena lalu menggandeng tangan Kinna keluar dari rumah
Elena membuka mobilnya, kemudian mereka masuk ke dalam. Elena menyalakan mesin mobilnya lalu menjalankan nya. Dia memutar musik di mobilnya untuk bernyanyi-nyanyi, dan Elena sangat berhasil
Dia berhasil membuat Kinna tertawa, karena tingkah nya saat bernyanyi. Suaranya yang di jelek-jelekan, memakai tangan nya untuk mic, sampai nada bernyanyi nya menjadi fals
Sampai di tempatnya Elena langsung memarkirkan mobilnya, karena mereka akan menyusuri tempat ini dengan berjalan kaki. Lebih tepatnya saat ini mereka sedang kulineran
"Wuhh, akhirnya sampai juga" ucap Elena sambil berkacak pinggang
"Banyak banget makanan nya, dari ujung sana sampai ujung sana lagi. Jadi pengen cepat-cepat nih" kata Kinna
"Kita mulai darimana dulu nih? Kiri atau kanan? " tanya Elena
"Kiri aja.. " ucap Kinna
"Jangan, dari kanan aja dulu" sahut Elena
Karena bingung harus memulai darimana, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk suit agar adil. Jadi siapa yang menang akan ikut arah pilihannya
"Rock, paper, scissors" ucap mereka bersamaan
(Gunting, batu, kertas)
"Yah aku kalah, kalau begitu buruan kita kesana ayo cepat" ajak Elena
"Iya El sebentar, tunggu jangan lari" ucap Kinna kewalahan
Mereka melihat banyak sekali makanan mulai dari telur gulung, kue cubit, siomay bandung dan batagor, es podeng, dan masih banyak lagi macam nya
"Gimana kalau kita beli makan yang berat dulu, terus nanti baru ngemil" kata Kinna
"Okay, ayo kita beli" jawab Elena
Mereka berjalan menuju penjual yang akan mereka beli dagangan nya, sambil bergandengan tangan
"Pak pesan bakso campur nya 2, kita duduk disana ya pak" kata Elena
"Siap ditunggu ya" jawab penjual
Tidak lama akhirnya bakso pesanan mereka pun sampai juga, sebelum makan mereka pasti mengambil beberapa sendok sambal agar terasa lebih nikmat. Makan bakso tanpa sambal? Ah itu tidak mungkin :)
Selesai makan bakso dan membayar, mereka memutuskan untuk membeli kue cubit lalu pulang ke rumah, karena hari semakin gelap
"Mas beli kue cubit nya 2 porsi, yang original" ucap Elena pada si penjual
"Jangan lupa yang satunya setengah matang ya mas" kata Kinna dan membuat Elena tertawa
Kinna membayar kue cubit tersebut, lalu mereka kembali menuju parkiran mobil. Di perjalanan mereka memakan kue nya, dan Kinna menyuapi Elena yang sedang mengemudi. Sungguh indah persahabatan ini :)
Note : Saat mereka menunggu pesanan kue cubit