After You Left Me

After You Left Me
Tinggal Sendiri



Setelah mengunjungi rumah mereka kemarin, hari ini Elena memutuskan untuk bilang ke orang tua Edric jika secepatnya mereka akan pindah dari mansion ini. Saat ini Elena sedang mencari keberadaan mertuanya, dan akhirnya ketemu juga di halaman belakang. Sebelum pergi ke tempat mertuanya, Elena membawakan air minum lebih dulu


"Mom sedang apa? " tanya Elena duduk di samping mertuanya


"Oh kamu sudah pulang kuliah nak, itu mom habis selesai menanam bunga. Kenapa? "


"Ini minum buat mom, mom pasti capek kan? "


"Tau aja kamu kalau mom lagi haus, makasih ya nak"


"Iya sama-sama, mom Elena mau ngomong sesuatu sama mom"


"Mau ngomong apa kok kayaknya serius banget, kenapa hem? " menatap menantunya


"Itu mom hari ini Elena sama kak Edric mau pindah ke rumah kita sendiri, jadi hari ini Elena mau pamit sama mom & dad" jelas Elena


"Jadi kalian sudah beli rumah sendiri, mom masih tidak nyangka ternyata anak mom sudah menikah. Dan akhirnya dia akan meninggalkan rumah, dan tinggal bersama istrinya" kata mom sendu


"Mom jangan sedih ya, Elena sama kak Edric janji kalau ada waktu luang kita pasti main kesini"


"Iya mom mengerti nak, apa pakaianmu dan suamimu sudah selesai dikemas? "


"Sudah mom, rencananya hari ini Elena mau pergi ke rumah diantar sama driver nya mama" kata Elena jujur


"Nggak usah nak, biar driver disini aja yang antar kamu. Sekalian mom juga ikut ke rumah kalian, boleh kan? " tanya mom


"Tentu saja boleh mom, kenapa tidak"


Setelah percakapan itu, Elena bergegas menuju kamarnya untuk mandi begitu juga dengan mom. Saat Elena sedang make up, ada orang yang mengetuk pintu kamarnya. Ternyata orang itu adalah driver yang akan mengambil koper


"Semua koper ini dibawa nona? " tanya sang driver


"Iya pak, bawanya kopernya hati-hati ya nggak usah buru-buru"


"Iya non, terima kasih ya" jawab driver lalu mulai mengangkat koper dan memasukkan nya ke dalam mobil


Di perjalanan menuju rumah baru Elena, ternyata mobil yang mereka tumpangi berhenti dulu di suatu tempat. Ternyata saat ini mereka berhenti di 'pusat perbelanjaan perabotan rumah tangga' semua barang yang berkaitan dengan perabotan rumah tangga ada disini, kecuali satu yang nggak ada yaitu jodoh


"Mom kenapa kita kesini, mom mau beli perabotan baru? " tanya Elena bingung


"Tidak nak, mom mau beli peralatan dapur buat kamu. Mom pikir kamu suka masak bukan begitu? " memastikan perkataan nya


"Iya mom, tapi ini serius? "


"Iya nak mom yakin jika peralatan dapurnya pasti belum lengkap, jadi kamu bisa beli sekarang. Terserah kamu pilih yang mana"


"Terima kasih banyak mom"


Elena mulai memilih barang yang memang dia butuhkan, dan tidak melebih-lebihkan. Selesai berbelanja mereka langsung melanjutkan perjalanan menuju rumahnya


"Ada apa ya mom? " tanya Elena


"Oh itu orang yang mengirim piano suamimu, cepat suruh mereka masuk"


"Piano nya ditaruh dimana ya bu? " tanya salah satu orang


"Ditaruh di lantai atas di dalam kamar pak"


Elena berniat menyiapkan minuman untuk orang yang mengirim piano itu, namun secepat mungkin tangan nya ditahan oleh mom


"Kamu ikut ke atas aja nak, minumannya biar mom yang buat okay? " usul mom


"Okay mom"


Sampai diatas Elena mengarahkan orang-orang yang mengangkat piano, agar posisi piano nya sesuai. Sesuai sudah posisi piano nya, mereka pun turun ke bawah sedangkan Elena mendudukkan tubuhnya diatas ranjang. Tiba-tiba mom masuk ke dalam kamar


"Pakian kamu berapa koper nak? "


"Elena cuman dua koper mom, sisanya pakaian kak Edric semua" jawabnya


"Kok cuman dua, koper yang lainnya mana nggak ada? " tanya mom bingung


"Sebenarnya masih banyak mom, cuman masih dirumah mama. Nanti pasti juga diambil, kalau sudah ada waktu luang"


Setelah semua ini mom memutuskan untuk pulang dulu ke mansion, dan berpamitan pada Elena


"Elena mom pulang dulu ya, takut dad cariin nanti"


"Mau pulang sekarang, iya sudah kalau begitu hati-hati ya mom salam buat dad"


"Iya nak terima kasih ya"


• • • •


Setelah mom pulang, Elena memutuskan untuk istirahat sebentar karena dia sangat lelah hari ini. Dia merebahkan tubuhnya diatas ranjang, sampai pada akhirnya dia pun tertidur


Waktu terus berlalu akhirnya jam pulang kerja sudah tiba, Edric memutuskan untuk pulang ke rumah diantar oleh asisten Daniel. Di perjalanan pulang, Edric mengirim pesan ke istrinya namun tidak ada jawaban sama sekali. Dia mencoba untuk menelepon tapi juga tidak diangkat


Saat sudah sampai di depan rumah, Edric yang panik pun langsung keluar mobil dan masuk ke dalam rumah lalu naik ke lantai atas. Saat dia membuka pintu kamar, seketika Edric merasa lega ternyata istri nya sedang tidur


"Hah syukurlah, aku kira kamu kenapa-kenapa baby" Batin Edric


Edric yang masih ingat jika Daniel masih dibawa pun, langsung menelepon dan menyuruh Daniel pulang membawa mobilnya. Jadi besok dia akan berangkat bersama Daniel. Edric melepas sepatunya lalu meletakkan nya di rak sepatu, karena menimbulkan suara yang sedikit keras. Hal itu membuat istrinya terbangun