
[FLASHBACK ON]
Tiga hari sebelum berangkat honeymoon nanti Edric menelepon asistennya, dengan keadaan dia bersama Elena sudah bersiap untuk tidur. Edric telah berbaring di ranjang dengan posisi Elena berada di pelukannya sedang bermain ponsel, perlahan Edric mengambil ponselnya dari meja nakas dan langsung menelepon asisten pribadinya itu
[MEMULAI PANGGILAN]
"Halo ada apa dric, tumben jam segini tiba-tiba kamu meneleponku? " tanya Daniel
"Iya tumben soalnya biasanya aku menelepon kamu saat dini hari kan, jadi begini kamu pasti masih ingat kan kalau 3 hari lagi aku akan pergi honeymoon ke luar kota? "
"So sweet ada yang mau pergi honeymoon nih, cepat buat nyonya Elena junior dric! " teriak seorang wanita yang sedang bersama dengan Daniel
"Oh begitu bro jadi saat ini kamu lagi pacaran sama Nindya, tapi jangan lupa doain supaya istriku cepat hamil dan kalau bisa secepatnya" wanita itu adalah sekretaris Edric (Nindya)
"Tentu saja kita berdua dan yang lainnya pasti selalu mendoakan kamu dan nyonya Elena" jawab Daniel
"Kamu tenang saja jadwalmu selama seminggu ke depan nggak akan padat, tapi kalau ada meeting dadakan Daniel bisa menggantikanmu! " kata Nindya
"Lah sayang kamu kok gitu? " tanya Daniel
"Wah akhirnya aku bisa beristirahat meskipun hanya sebentar, selamat bekerja dua sahabatku. Jangan sampai kalian menelepon kalau kalian merindukanku okay! "
"Kenapa juga aku merindukanmu hihhh, orang yang akan aku nikahi saja ada di sampingku? " kata Daniel yang melampiaskan kekesalannya ke bosnya
"Ingat selama 5 hari aku nggak ada di kantor, kalian berdua harus tetap kerja jangan pacaran. Awas saja kalau aku cek cctv lalu melihat kalian pacaran saat jam kerja, maka bulan ini nggak ada bonus! "
"Edric jangan begitulah bonus setiap bulanku sangat besar, kamu tahu kan kalau aku sedang menyiapkan pernikahanku bersama Nindya"
"Itu tergantung dari kinerja kalian, sudahlah selamat malam aku akan tidur" pamit Edric
[MENGAKHIRI PANGGILAN]
Dan itulah kilas balik sebuah percakapan antara tiga orang yang terdiri dari posisi yang paling atas yaitu Edric sebagai bos, Nindya sebagai sekretaris pribadi, dan terakhir Daniel sebagai asisten pribadi. Setelah menutup telepon itu Edric melihat istrinya yang telah tertidur di dalam pelukannya, tidak pakai lama Edric pun mencium wajah Elena secara menyeluruh lalu ikut tidur dengan nyenyak
[FLASHBACK OFF]
• • • • •
Tiga hari setelah hal yang terjadi di atas, saat ini juga mereka berdua sedang perjalanan menuju ke Airport diantar oleh asisten Daniel. Tidak lama Edric dan Elena pun sampai di Airport, perlahan Edric mulai mencoba membangunkan istrinya yang telah tertidur pulas di pundaknya dan Elena pun berhasil bangun. Tapi dia terlihat seperti orang kebingungan
"Ehm ada apa sayang sudah sampai ya? " tanya sang istri
"Iya kita sudah sampai bangun yuk pasti tian, Kinna, sama papa dan mama sudah menunggu"
"Iya sayang ayo kita masuk~ " jawab Elena
"Daniel terima kasih, kalau kamu mau bawa pulang mobilnya bawa saja. Tapi jangan lupa isi bensinnya okay! "
"Hah? " Daniel hanya melongo
Mereka masuk dengan posisi Edric membawa dua koper di tangannya, meski begitu dia tetap berusaha untuk menggandeng tangan Elena. Diluar Airport ini terlihat Daniel akan berangkat ke kantor namun, ada pesan masuk. Daniel mengurungkan pun niatnya lalu membaca pesan itu
From : Edric
From : Daniel
Tadi aku hanya bercanda, tapi terima kasih bro!
[DISISI LAIN]
Sebentar saja berjalan akhirnya mereka menemukan Estian dan Kinna, Elena pun langsung menggandeng tangan suaminya menuju kesana. Posisi Elena yang sudah sangat dekat dengan kakaknya pun langsung menepuk pundaknya, Kinna terkejut dengan tepukan tangan dari Elena
"Akhirnya kedua adik kita sampai sayang, kenapa kalian lama sekali lihat sekarang jam berapa? " kata Kinna
"Hehe maaf, tapi mama sama papa mana kok nggak ada. Bukannya hari ini mereka juga akan berangkat ke Amerika? "
"Kamu terlambat sayang papa bersama mama sudah berangkat dari tadi, mama juga bilang kalau 'Disaat papa dan mama tidak ada, kalian harus bahagia' itu yang dikatan mama" kata Estian
"Baiklah kalau begitu sebentar lagi kita"
• • • • •
Setelah satu jam lebih sepuluh menit ini telah berlalu akhirnya, mereka sudah sampai di sebuah kota yang berada sedikit timur dari kota J. Kota yang biasanya disebut sebagai kota pelajar, dan sekarang mereka berempat sudah berada disini. Mereka pun langsung keluar dari Airport, lalu naik mobil yang mengantar mereka menuju hotel. Dan memulai perjalanan nanti sore
Sampai di tempat tujuan terlihat dari luar kalau hotel tempat mereka menginap ini sangat mewah, bahkan harganya juga sangat wow. Edric bersama Estian ini yang telah mendapat kartu kamar pun, langsung naik ke elevator bersama istri mereka. Dan kamarnya juga bersebelahan jadi ini akan sangat baik
"Nanti sore kalau sudah waktunya keluar jangan lupa kabarin ya, takutnya nanti lupa" kata Elena
"Baiklah dek, kalau begitu kakak masuk dulu yah ayo honey kita masuk" Estian pun telah masuk bersama dengan istri tercintanya ke dalam kamar
"Sayang kita juga masuk yuk, aku pengen tidur lagi seperti tadi tapi tidurnya di peluk kamu yah! "
"Tentu saja tanpa disuruh aku pasti peluk kamu baby jadi daripada banyak bicara, sekarang kita masuk saja ke dalam"
"Ini dia yang aku cari, akhirnya aku ketemu lagi sama ranjang. Setelah satu jam lebih berada di atas udara akhirnya sekarang aku bisa tidur nyenyak! " Elena menjatuhkan tubuhnya di ranjang
"Kamu langsung tidur baby, nggak mau mandi dulu apa? " tanya Edric
"Nggak usah cepatlah kamu sini tidur samping aku sayang, aku mau tidur"
Edric yang saat ini juga ingin beristirahat pun berjalan mendekat ke arah ranjang, lalu berbaring di samping istrinya. Namun raut wajah Elena terlihat belum puas seperti ada yang kurang, dengan spontan Elena pun bilang sesuatu hal ke Edric
"Sayang kamu jangan berbaring dulu, duduklah lagi cepat duduk karena masih ada yang kurang. Kalau masih kurang aku nggak bisa tidur! "
"Apanya yang kurang istriku cantik kan aku berbaring di samping kamu sudah, peluk sudah, kalau dicium juga tinggal dicium. Terus apa yang kurang? "
"Suami tampanku tersayang memang susah kalau punya pasangan yang nggak peka yah! " kata Elena
Elena pun ikut duduk seperti suami tampannya itu, dan dengan perlahan Elena membuka satu-persatu kancing kemeja Edric. Kemudian setelah terbuka dia langsung melepasnya, dan membuangnya ke lantai. Dengan cepat Elena langsung membaringkan Edric ke ranjang dan Elena pun langsung mengambil posisi yang nyaman untuk tidur
• • • • •