
Tepat sudah lima hari setelah kejadian Elena yang secara tiba-tiba menangis saat sarapan pagi, dan hari ini seperti biasanya Elena dan Edric dan juga Estian beserta Kinna sedang berada di mansion. Entah apa yang akan terjadi akhir-akhir ini, saat minggu mereka semua selalu meluangkan waktun untuk berkumpul bersama disini
Sekarang Edric dan Estian berada di kolam renang, sedangkan istri mereka sedang berurusan dengan dapur. Hari ini Elena akan untuk membuat makanan kesukaannya saat tinggal di Amerika, yaitu Cuban Sandwich. Dan bahan yang sangat di butuhkan untuk pembuatan sandwich ini adalah rotinya yang sangat khas yaitu roti kuban
Untung saja di dapur mansion selalu tersimpan roti kuban buatan mamanya, jadi Elena bisa memakai roti itu. Dan roti ini juga halal karena tidak pakai lard atau minyak babi, jadi para pekerja di mansion disini bisa memakannya. Setelah semua bahan telah di siapkan Kinna pun menyalakan kompor dengan api sedang, lalu Elena mulai membuatnya
"Kak Kinna sudah pernah buat cuban sandwich ini belum? " tanya Elena
"Kalau buat sih belum pernah, tapi aku pernah lihat papa bikin cuban sandwich ini"
"Baiklah sekarang lihat aku saja, pertama kita potong samping kiri dan kanan rotinya karena yang dipakai hanya bagian tengahnya. Lalu kita belah roti ini jadi dua bagian, dan seperti ini" jelas Elena
Setelah semua roti kuban telah dibelah menjadi dua bagian, mereka berdua menuangkan salah satu roti (bagian) dengan mustard, diberi keju swiss atau keju slice yang berlubang, smoked beef, lalu ham yang sebelumnya sudah digoreng, acar (timun), kembali diberi smoked beef, keju swiss, dan yang terakhir roti lagi untuk menutup bagian atas
Setelah semua roti sudah tersusun rapi dengan berbagai macam isian, Elena pun menaruh sandwich itu di atas grill teflon untuk di panggang. Tidak lupa disaat sandwich dalam posisi di panggang, mereka menekan sedikit keras semua sandwich itu dengan panci teflon atau menggunakan spatula
• • • • •
Cuban Sandwich yang telah jadi langsung ditata oleh Kinna serapi mungkin, karena mau bagaimana pun kakak ipar sekaligus sahabatnya ini sangat pandai dalam plating. Kemampuannya tidak bisa diragukan lagi, karena semua ini Kinna dapatkan dari papanya yang berprofesi sebagai Chef. Setelah Kinna selesai mem-plating dengan cantik, dia memindahkannya ke meja makan dan kebetulan papa bersama dengan mama datang kesini
"Kalian berdua lagi masak apa kok aromanya sampai tercium di lantai atas? " kata papa
"Serius pa, ini adek sama Kak Kinna lagi buat cuban sandwich mumpung ada roti kuban jadi sekalian saja deh adek buat"
"Karena papa sama mama disini, cepat cobain cuban sandwich buatan kami" kata Kinna
"Kalau dilihat dari penampilannya sih kayaknya enak, tapi tidak tahu bagaimana rasanya? " kata papa lalu langsung mengambil satu potong sandwich dimakan berdua
"Emm ini enak sekali, memang kalian berdua ini sangat pintar memasak" puji papa yang membuat Kinna dan Elena bahagia
"Omong-omong suami kalian kemana sih, kok mama lihat dari tadi adek sama Kinna berdua saja? " tanya mama
"Seperti biasa ma mereka berdua sedang berenang di belakang, mama pasti tahu kan kalau suami Kinna sama Edric itu selalu bersama seperti pasangan istri dan suaminya" kata Kinna
"Haha iya mama tahu, sudah kalau begitu kalian mau kesana kan mama sama papa ikut juga yah sekalian cari udara segar" kata mama
"Oh iya Pak Jay, tadi kan Elena sama Kak Kinna buat cuban sandwich banyak banget jadi jangan lupa ajak semuanya untuk makan ya. Sayang kalau nggak di habisin! " kata Elena pada Pak Jay yang kebetulan lewat (Kepala Pelayan)
"Baiklah nona Elena dan nona Kinna, terima kasih banyak! "
• • • • •
Elena jalan membawa satu piring cuban sandwich buatannya tadi untuk suaminya, begitu juga dengan Kinna. Tidak lupa papa sama mama juga ikut kesini, sekalian mama melihat beberapa bunga cantik yang dia tanam. Setelah sampai terlihat Estian masih di dalam air, sedangkan Edric sudah duduk di kursi santai sambil sibuk memegang ponsel di tangan kanannya
"Selamat sore Edric & Estian" kata papa
"Tidak apa-apa Edric santai saja"
"Sayang apa kamu akan terus berenang seperti itu, istirahat dulu lah. Kesinilah dan makanlah makanan buatan istrimu cepat" mama sibuk memanggil anak sulungnya
"Honey kenapa kamu lama banget katanya cuman sebentar saja? " setelah keluar dari dalam air Estian langsung memeluk Kinna
"Sayang buruan lepasin pelukannya, kalau mau peluk nanti saja sekarang kamu basah bajuku jadi ikutan basah kan"
"Honey aku sangat merindukanmu, cium dulu lah disini baru aku lepasin pelukannya"
Kinna mengecup dada bidang suaminya yang memang telanjang dada karena dia berenang, karena kecupan itu dilakukannya berkali-kali oleh Kinna membuat tangan Estian sedikit mengendur. Dengan cepat Kinna merangkulkan kedua tangannya di leher Estian dan menciumnya di depan mama, papa, Edric, dan juga Elena
"Kenapa semakin hari kemampuan berciumanmu semakin meningkat honey? " tanya Estian membuat Kinna bersemu merah
"Adek rasa semua itu bisa terjadi karena kakak sering mencium Kak Kinna benar bukan, apakah aku salah kakak-kakakku? " Elena menggoda sepasang suami istri itu
"Itu memang benar dek, kakak sangat sadar kalau kakak sudah kecanduan dengan bibir kakak iparmu ini.Tapi pasti bukan kakak saja? " kata Estian
Setelah Estian mengatakan itu dengan cepat Edric meraup bibir merah muda Elena, bahkan Elena yang punya bibir itu pun sangat terkejut tapi tetap saja dia membalas ciuman suaminya. Entah kenapa author suka banget nulis adegan ciuman mereka, apalagi kalau ciumannya depan anggota keluarga kayak gini feelnya dapat banget :)
"Setelah melihat ini sepertinya mama dan papa bisa tenang, karena sangat terlihat jika kalian sama-sama mencintai pasangan kalian. Jadi mama dan papa tidak akan kepikiran untuk meninggalkan kalian! " kata mama
"Meninggalkan kita kemana ma? " tanya Estian aneh
"Kan sebentar lagi mama sama papa akan pergi ke Amerika untuk menjemput grandma yang sudah selesai berobat" jawabnya
"Papa juga ingin berpesan sebaiknya luangkanlah waktu kalian untuk honeymoon, karena kalian semua masih muda. Manfaatkan waktu kalian semua sebaik mungkin sebelum kalian punya anak! " kata papa
"Sebenarnya kalau untuk pergi honeymoon Edric dan Elena juga ingin pa, tapi mau gimana lagi saat ini kan Edric sibuk kerja harus cari hari yang pas"
"Begitu juga dengan tian pa, tapi coba nanti tian cek lagi jadwal tian ke depannya. Siapa tahu ada waktu yang tidak sepadat saat ini jadi kita bisa pegi" kata Estian
"Ya sudah jangan lupa nanti kamu lihat jadwal kamu ke depannya, Edric juga. Semoga jadwal itu tidak sepadat biasanya, tapi kalian tidak ada niat menunda mempunyai anak kan? " tanya papa
"Tentu saja nggak ada sedikit pun pa, malahan tian ingin cepat punya anak! " kata Estian
"Edric juga mau secepatnya Elena ini hamil pa, nggak ada niatan sedikit pun untuk menunda"
"Baiklah berarti kalian harus berusaha lebih keras okay, sudah papa sama mama masuk ke dalam dulu yah"
• • • • •