
"Kalau begitu sekarang kamu tidur ya Kin, aku mau turun dulu taruh piring dibawah" kata Elena sambil membawa baki berisi piring dan gelas kotor
"Iya El, aku juga mau istirahat makasih ya :)" jawab Kinna lalu menyelimuti dirinya dan menutup matanya
Elena keluar dari kamar Kinna sambil membawa baki di tangan nya, sampai di dapur Elena meletak kan nya di tempat cuci piring sekaligus mencuci nya. Karena ada piring yang lain juga, Elena pun mencuci semua piring yang ada disana
Selesai mencuci piring Elena mengeringkan tangan nya, lalu berjalan untuk duduk di sofa ruang tamu. Dia menyalakan ponselnya dan mulai melihat-lihat akun media sosial nya, melihat pesan-pesan dari followers nya dan teman-teman nya
Tiba-tiba mama Kinna masuk dari pintu depan dan memanggil Elena, dia yang di panggil pun sedikit terkejut sebab dia sangat fokus menatap ponsel yang ada di tangan nya
"Elena... " panggil mama Kinna
"Iya aunty Elena ada disini, ada apa? " sahut Elena menoleh ke mama Kinna
"Bisa kesini sebentar nggak, aunty mau bicara sesuatu sama kamu" kata mama Kinna yang langsung membuat Elena beranjak dari duduknya
Elena berjalan keluar menuju teras rumah, tempat mama Kinna berada
"Ada apa aunty? Aunty mau bicara apa sama aku? " kata Elena duduk di bangku sebelah mama Kinna
"Maaf kalau misalnya kamu bagaimana, tapi apa benar kalau kamu mau menikah nak? " tanya mama Kinna dengan lembut pada Elena
"Pasti aunty tau dari mama ya, iya aunty itu semua benar. Sebentar lagi Elena akan menikah dengan lelaki pilihan papa dan mama" kata Elena menatap depan sambil bersandar
"Kamu sudah benar-benar memutuskan untuk menerima nya nak? " tanya mama Kinna
"Iya aunty, selama Elena kuliah dan tinggal di Indonesia ini. Elena selalu gunakan untuk memikirkan hal ini dengan matang, agar Elena nggak salah dalam mengambil keputusan" kata Elena di akhiri tersenyum
"Aunty yakin ini yang terbaik untuk mu nak" kata mama Kinna dan hanya dibalas dengan acungan jempol oleh Elena
"Elena, apa kamu tau kalau kakak mu sedang menyembunyikan sesuatu darimu nak? " kata mama Kinna dan hal itu langsung membuat Elena otomatis menoleh ke arahnya
"Menyembunyikan hal apa aunty? Kakak selalu cerita apa aja sama Elena, nggak mungkin Elena nggak tau" kata Elena yakin pada ingatan nya
"A.. Apa aunty, nggak mungkin kakak ada di Amerika. Kakak pasti sedang kerja kan, iya kakak pasti kerja" ucap Elena tergagap sambil membuka ponselnya bertujuan untuk menelepon Estian
Tring...
"Halo princess ada apa, apa kamu sudah merindukan kakak? " kata Estian
"Hah, jadi benar kakak ada di Amerika sekarang? Kapan kakak berangkatnya, kenapa nggak bilang dulu sama Elena? " tanya Elena
"Iya kakak emang mau ke Amerika, berangkat dari subuh tapi ini masih transit di Dubai" kata Elena santai
"....." Elena hening tidak ada jawaban sedikit pun
"Elena itu ditanya sama kakak kamu? " ucap mama Kinna
"Kalau begitu nanti kalau kakak udah sampai di Amerika, jangan lupa videocall Elena okay. Nggak boleh dilanggar ini perintah" perintah Elena
"Siap princess, yaudah kakak tutup ya cup" kata Estian memberi kecupan dan langsung ditutup Elena tanpa membalas kecupan kakak nya
Raut wajah Elena langsung berubah menjadi kesal, entah kenapa hari ini dia sangat ingin bertemu dengan kakak nya. Hah... ada-ada saja Elena ini
"Elena apa kamu tau alasan kakak kamu ke Amerika nak? " tanya mama Kinna
"Elena nggak tau aunty" jawab Elena jujur
"Sebenarnya kakak mu pergi ke Amerika karena.... " kata mama Kinna pada Elena dengan sangat jelas dan rinci
"Hah benaran aunty, jadi selama ini kakak?....... Dia jangan diberitahu ya, biar surprise okay" tanya Elena menatap mama Kinna dan dijawab angguk kan olehnya
"Wah Elena nggak nyangka ternyata, ahh Elena jadi pengen nangis" kata Elena lebay sembari mengipas-ngipas matanya dengan tangan
"Kamu benar-benar sangat beruntung, tuhan mengirimkan seseorang yang benar-benar mencintai dan menyayangimu. Tunggu saja saatnya tiba, kamu pasti tidak akan menyangka jika semua yang kamu impi kan akan menjadi nyata" ucap Elena dalam hati yang ditujukan pada seseorang