
Pagi yang indah dengan udara yang sangat segar di lewati oleh sepasang suami istri yang baru kemarin menikah, senyuman selalu terlihat dari bibir mereka berdua. Mereka sangat bersyukur dengan takdir yang menyatukan mereka, karena saat ini status mereka berdua bukan hanya sebagai sahabat melainkan sebagai pasangan hidup
Terlihat tangan Estian sedang sibuk berkutat dengan salah satu peralatan dapur, sedangkan Kinna hanya duduk diam sambil tersenyum menatap ke arahnya. Kinna mengabadikan setiap momen menggunakan ponsel di tangannya, karena saat ini suaminya yang dikenal sebagai CEO yang dingin itu sedang berurusan dengan peralatan dapur
"Gimana suamiku sayang, wedang jahenya sudah jadi apa belum? " tanya Kinna yang duduk di Mini Bar (Dapur)
"Sedikit lagi pasti jadi, tunggu sebentar lagi ya honey istriku tercinta"
"Masih pagi sudah sayang-sayangan, romantis sekali kalian berdua" kata mama yang tiba-tiba saja muncul dari ruang tengah
"Hah mama bikin tian kaget, mama sudah bangun terus papa mana kok nggak ada? Biasanya kan papa sama mama selalu bareng, tapi sekarang kok mama hanya sendirian? " tanya Estian
"Sekarang papa berada di teras rumah, dia sedang mengobrol bersama para pekerja mansion. Mama ke dapur karena mau buatkan papa kamu teh hangat"
"Oh jadi begitu ma baiklah, silahkan membuat teh hangat untuk suami mama tercinta"
"Nyonya biar saya saja yang buatkan teh hangat, jadi anda bisa kembali. Nanti kalau sudah jadi baru saya antarkan ke depan" kata salah satu pekerja mansion yang bekerja di bagian dapur
"Tidak usah biar saya saja, saya ingin menikmati pagi hari ini bersama anak dan menantu saya. Lebih baik kamu kerjakan hal yang lain" tutur mama dengan ramah
"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu nyonya, tuan muda, nona muda" pamit sang pekerja itu
• • • • •
Tidak lama wedang jahe yang dibuat Estian tadi pun telah jadi, dengan cepat Estian langsung mematikan kompornya lalu mengambil gelas dari kabinet atas. Kemudian dengan sangat hati-hati Estian menuang wedang jahe tersebut ke dalam gelas secara perlahan
"Nah akhirnya selesai juga wedang jahe buatan aku, tapi minumnya hati-hati ya honey soalnya masih panas! " kata Estian
"Iya sayangku terima kasih banyak ya" jawab Kinna
"Selamat pagi semuanya... " sapa wanita yang jalan ke arah mereka
"Selamat pagi juga anak bungsu mama, kamu sudah bangun? " tanya mama kepada wanita itu, siapa lagi kalau bukan Elena
"Sebenarnya adek sudah bangun dari tadi ma, hanya saja suami adek itu loh nggak mau ditinggal. Katanya dia mau tidur lagi, tapi harus peluk adek" kata Elena yang terdengar seperti curhat
"Hehe ada-ada saja menantu mama yang satu itu, sudah adek duduk sini di sebelah mama"
"Sebentar ma masih ada yang kurang" Elena jalan ke tempat Estian duduk lalu memeluknya, dan langsung bergantian memeluk istri kakaknya yaitu Kinna
"Selamat pagi Kakakku sayang, cup" kata Elena lalu mencium pipi kanan Estian
"Selamat pagi juga adekku sayang, cup" Estian mencium pucuk kepala Elena
"Selamat pagi juga untuk Kakak iparku sekaligus sahabat terbaikku"
"Selamat pagi juga El, kamu kayaknya senang banget hari ini memangnya ada apa sih? " tanya Kinna
"Pasti sangat senanglah istriku, orang kita kemarin malam- " sahut Edric yang baru saja sampai di dapur, namun dengan cepat Elena langsung menutup mulut suaminya
"Eh eem nggak apa-apa kok ma" jawab Elena gugup
"Kebetulan Edric dan adek ada disini, kalian mau wedang jahe nggak? Kalau mau biar aku siapin sekalian"
"Baiklah boleh, terima kasih tian" jawab Edric
Setelah menuangkan wedang jahe tadi sebanyak dua gelas, Estian langsung menaruhnya di depan Edric & Elena. Kemudian Estian langsung duduk di samping istrinya, jadi saat ini mereka berlima sedang duduk di bar stoole secara berhadapan
"Tian apa saat ini kamu sudah beli rumah untuk di tinggali bersama Kinna? " tanya mama tiba-tiba pada Estian
"Sebenarnya kalau beli rumah belum ma, namun untuk rumahnya sendiri tian sudah ada beberapa pilihan yang bagus. Jadi Kinna bisa tinggal pilih mau rumah yang mana, memangnya kenapa ma? "
"Bisakah untuk sementara waktu kamu sama Kinna tinggal disini dulu saja, soalnya mama dan papa kan sering ke Amerika untuk pengobatan grandma. Jadi sayang mansion ini tidak di tempati, adekmu tidak bisa karena sudah punya rumah sendiri?! "
"Emm kalau itu sih aku terserah sama Kinna saja ma, kalau dia setuju ya nggak apa-apa"
"Untuk itu aku nggak masalah sayang, sepertinya lebih baik kalau kita tinggal disini untuk sementara waktu" jawab Kinna
"Baiklah kalau itu mau kamu honey, okelah ma kita bisa tinggal disini untuk sementara"
"Terima kasih ya anak-anak mama, mama sayang sama kalian. Edric mama titip anak bungsu mama ini ke kamu ya, sebagai suaminya kamu harus jaga istri kamu sebaik mungkin. Begitu juga dengan kamu Kinna, mama titip anak sulung mama yang tampan ini ke kamu ya, karena mama yakin kalau Estian pasti sangat mencintaimu. Dan pesan untuk kalian berdua menantu mama, siapa tahu suatu saat nanti kedua anak mama ini menangis karena mama dan papa, kalian harus bisa menenangkan Estian & Elena untuk kami okay? " kata mama
"Edric janji sama mama kalau Edric pasti jaga Elena sebaik mungkin, Edric akan berusaha selalu untuk membuat Elena bahagia. Meskipun Edric sadar kalau Edric masih kurang sebagai suami Elena, tapi Edric janji akan selalu menjaga Elena"
"Kinna juga janji sama mama kalau Kinna akan jaga Kak Estian sebaik mungkin, itu karena Kinna sangat mencintai anak sulungmu ini ma. Kinna akan selalu berusaha menjadi seorang istri yang menghormati dan mencintai suaminya"
Estian yang sangat terenyuh karena perkataan itu langsung memeluk mamanya erat dan disusul oleh Elena, lalu Edric juga ikut memeluk mama mertuanya dan terakhir Kinna ikut memeluk juga. Mereka saling memeluk sampai tidak sadar jika air mata mereka sudah sampai di pipi
• • • • •
Setelah saling mengobrol bersama mamanya pagi ini tadi, Estian dan Edric langsung berangkat ke kantor secara bersamaan. Hanya saja mereka mengendarai mobil pribadi yang biasanya dipakai ke kantor, tapi meski begitu mereka tetap akan bertemu. Kenapa? Itu semua karena perusahaan milik mereka dekat, atau bisa dibilang saling bersebelahan
Jika di deskripsikan dua perusahaan besar itu saling bersebelahan, hanya saja ada satu tempat ditengah yang memisah dua gedung pencakar langit itu. Kawasan sekitar perusahaan itu terlihat lebih modern daripada kawasan diluar, itu semua bisa terjadi karena pembangunan proyek yang berhasil. Jadilah kawasan ini terlihat seperti sedang berada di luar negeri, namun tidak hanya perusahaan mereka berdua saja karena masih banyak perusahaan yang lain disana [Kawasan Perusahaan]
"Gedung perusahaan ini sudah dipakai kurang lebih dua minggu, sedangkan peresmian gedung belum dilaksanakan. Jadi pada rapat hari ini saya akan membahas masalah peresmian gedung" kata Estian yang duduk di kursi khusus miliknya
"Tuan Estian ingin peresmian gedung dilakukan dengan baik tanpa ada masalah sedikit pun, karena itu kita harus mempersiapkannya dari sekarang. Dan juga tuan memberi kita waktu maksimal selama satu minggu! " kata Sekretaris Julie
"Dan satu lagi, saya ingin peresmian gedung nanti itu terlihat sangat berkesan. Karena saya berencana akan mengenalkan seseorang kepada kalian"
Mereka langsung memulainya dengan baik dan teliti, karena sebelumnya tuan mereka (Estian) bilang jika dia akan mengenalkan seseorang kepada mereka. Bukankah berarti orang itu sangat spesial bagi tuan mereka, karena Estian mengenalkannya pada saat peresmian gedung perusahaan
• • • • •