After You Left Me

After You Left Me
81. Il Nostro Compleanno



Meskipun Edric juga ikut berbelanja tapi tetap saja hari ini dia berulang tahun, jadi dia beli hadiah untuk istrinya dan juga untuk dirinya sendiri. Setelah hadiah sudah selesai dibeli Edric masih berpikir panjang, apa Elena akan senang dengan hadiah yang dia berikan. Tidak pakai lama mereka berempat memutuskan untuk langsung tancap gas lagi menuju mansion Keluarga Winnight


Perjalanan menuju mansion Keluarga Winnight mobil mereka pun berjalan secara beriringan, yang pertama adalah Edric, kedua Estian, dan ketiga adalah Daniel dan Nindya. Saat itu kondisi jalan raya sangat lancar jadi mereka bisa berpencar, Edric memutuskan untuk mengambil jalur kiri dimana itu adalah jalur agar cepat sampai, sedangkan Estian beserta Daniel dan Nindya lebih memilih untuk lewat jalur yang normal saja asal selamat sampai tempat tujuan


[DISISI LAIN]


"Kuenya sudah siap belum sayang? " tanya mom


"Sudah mom ini tinggal pasang lilin saja" jawab Elena


"Kalian semua sudah harus siap okay, saat nanti son masuk ke rumah kita langsung mulai"


"Kak Justin punya korek api nggak, sekalian nyalain juga lilin di atas cakenya ini" kata Elena


"Mana saja cakenya yang pakai lilin, biar sekalian aku nyalain semua" tanya asisten Justin


"Semua kuenya ada di meja dapur, kakak kesana saja buat nyalain lilinnya" kata Kinna


Asisten Justin berjalan ke dapur untuk menyalakan semua lilin yang sudah terpasang di atas kue, dan selesai. Justin kembali lagi berkumpul di belakang pintu bersama orang yang lainnya, tidak lupa untuk membawa salah satu kuenya


"Disini yang bawa cake siapa saja? " tanya dad


"Elena, Kak Kinna, Kak Justin, sama yang satunya lagi nggak ada dad" jawab Elena


"Baiklah kalau begitu biar ditaruh disitu saja"


"Nyonya baru saja ada dua mobil yang masuk tapi sepertinya itu bukan mobil tuan Edric, melainkan mobil orang lain" kata satpam melalui HT


"Tidak apa-apa kalau begitu terima kasih pak"


Setelah mom berbicara dengan satpam melalui HT, tiba-tiba ada suara ketukan dari pintu utama. Dengan perlahan Elena membuka pintu tersebut lalu terlihat Estian, Daniel, dan Nindya. Dad langsung menyuruh mereka bertiga masuk, sedangkan saat ini mereka bertiga sedang bingung


"Kenapa lampunya masih dimatikan, apakah partynya belum dimulai aunty? " tanya Estian


"Lah kamu gimana tian ya belum dimulai, orang yang ulang tahun saja belum datang. Hanya ada menantu mom! "


"Tapi aunty seharusnya yang sampai duluan itu Edric bukan kita bertiga, soalnya dia ambil jalur yang cepat sedangkan kita ambil jalur normal" kata Daniel


"Daripada nggak tahu pasti Edric dimana, mendingan kamu telepon saja suamimu dek" kata Estian


"Telepon? Baiklah kalau begitu"


Elena menaruh kue ulang tahun yang dipegangnya di meja sembari melepas topi ulang tahun, lalu Elena mengeluarkan ponselnya dari saku celana dengan cepat dia mendial nomor suaminya. Tidak lupa juga Elena menyalakan loud speaker agar semua orang juga dengar apa yang mereka bicarakan


"Halo ada apa baby? " kata Edric di seberang sana


"Sayang sekarang kamu sampai dimana, kamu jadi kesini benaran kan? "


"Tentu saja jadi tapi ini macet banget baby, mungkin dua puluh menit lagi baru sampai"


"Dua puluh menit lagi lama banget sayang, iya sudah nggak apa-apa cepatan sampai ya aku tunggu"


"Iya baby maafin aku ya, aku sayang kamu"


"It's okay sayang, aku juga sayang sama kamu"


Setelah mengucapkan kata saling menyayangi yang sering mereka ucapkan, Elena langsung mengakhiri panggilan tersebut lalu menatap semua orang yang ada di sekitarnya. Terlihat mom & dad yang selalu tersenyum melihatnya, begitu juga lainnya


"So sweet of you guys" kata Kinna


(Kalian berdua sangat manis)


"Sejak kapan orang yang sangat dingin itu bisa minta maaf, dia benaran Edric yang kita kenal kan? " kata Justin


"Tentu saja dia Edric yang kita kenal, coba dengar suaranya saja mirip" jawab Daniel


Setelah menunggu kedatangan Edric tidak sampai dua puluh menit, satpam rumah memberi kabar lagi melalui HT jika mobil Edric sudah masuk ke dalam mansion dan saat ini sedang parkir di garasi. Karena itu semua orang yang sebelumnya bersantai-santai langsung berdiri dan bersiap-siap


Tok


Tok


Tok


"Halo guys aku sudah sampai" kata Edric masuk ke dalam rumah dengan keadaan gelap gulita, sambil membawa paper bag di tangan kanannya


...Happy Birthday to you, Happy Birthday to you...


...Happy Birthday Dear Edric & Elena...


...Happy Birthday to you...


Papa menyalakan lampunya dan semua orang keluar dari persembunyian, lalu tidak lupa juga menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk yang berulang tahun. Karena Elena juga berulang tahun Estian pun mengambil kue yang dipegang adiknya, lalu mendorong Elena agar berada di tengah-tengah seperti Edric


"Happy Birthday kedua sayangnya mom, panjang umur dan sehat selalu. Jangan lupa cepat kasih mom cucu, mama sayang sama kalian berdua" kata mom


"Buon Compleanno figlio, dad harap kamu menjadi suami yang baik untuk menantu dad. Jangan sampai kamu menyakitinya, karena dia adalah orang yang baik" kata dad


(Selamat ulang tahun son)


"Happy Birthday nak jaga selalu anak papa karena dia sudah menjadi tanggung jawabmu sebagai suami, selalu sayangi dan cintai dia seperti kamu menyayangi orang tuamu. Happy Birthday untuk anak bungsu papa, panjang umur, jangan pernah melawan suami, hormati suamimu, papa sayang sama kamu" kata Papa


"Selamat ulang tahun menantu mama sehat selalu, panjang umur, lindungi anak mama dengan baik, dan sayangilah dia seperti kamu menyayangimu kedua orang tuamu. Selamat ulang tahun juga anak mama, doa mama sama seperti tadi yang pasti semoga kalian jodoh dunia dan akhirat" kata Mama


"Happy Birthday Edric dan adekku sayang semoga semua keinginanmu segera terkabulkan, sayang sama adekku yang telah menjadi istrimu, pokoknya jangan sampai kamu menyakitinya" kata Estian


"Happy Birthday Edric dan adik iparku panjang umur, jaga sahabatku yang benar, jangan sampai dia nangis karena sedih, jangan sampai kamu menyakitinya, jadi suami yang baik untuk Elena, dan terakhir cepat buatkan keponakan untukku" kata Kinna


Dan masih banyak lagi ucapan dari mereka semua yang hadir di 'Birthday Party' Edric & Elena. Orang tua Edric dan orang tua Elena mengadakan pesta kecil - kecilan, dan hanya di hadiri oleh keluarga dan orang terdekat. Seperti asisten Justin dan istrinya, asisten Daniel dan sekretaris Nindya, sekretaris Julie dengan anaknya, ada yang masih ingat Julie?


• • • • •


Setelah berkumpul bersama dengan orang terdekat yang sudah di anggap seperti keluarga satu jam yang lalu, sekarang semua orang itu sudah pulang dan hanya tersisa Tuan & Nyonya keluarga Winnight dan Calrk, Edric, Elena, Estian, Kinna. Saat ini juga mereka sedang berkumpul di ruang tamu


"Hadiah dari kita semua di buka dirumah saja sayang sekarang kamu buka hadiah dari suami kamu" kata dad


"Benaran boleh buka disini dad? " tanya Elena


"Bukalah sayang kenapa tidak boleh, son apa kamu tidak memberi istrimu hadiah? " kata dad


"Tapi baby aku nggak punya hadiah buat kamu, sebenarnya ada tapi hadiahnya hanya peluk dan cium kamu nggak apa-apa? " kata Edric


"Itu sudah lebih dari cukup sayang, kamu sayang sama aku saja aku pasti bahagia" kata Elena


"Il compleanno di tua moglie, ma non le hai fatto un regalo son. Apa gunanya kamu punya perusahaan yang besar, kamu juga CEO dari perusahaan itu tapi beli hadiah untuk istri saja tidak bisa? " celoteh dad pada anaknya (Edric)


(Istri kamu sedang ulang tahun, tapi kamu tidak memberinya hadiah son)


"Parah banget kamu dric, nggak apa-apa sayang nanti kakak kasih hadiah lagi" kata Estian


"Nggak usah kakak terima kasih" jawab Elena


"Lah aku malah di omelin, aku hanya bercanda dad tian. Mana mungkin aku nggak beli hadiah untuk istriku yang cantik ini, maaf yah baby ini hadiah kamu" kata Edric memberikan paper bag pada Elena


Elena menerima paper bag tersebut lalu langsung membukanya, saat melihat boxnya saja Elena sudah paham apa benda itu. Elena menatap mata suaminya dengan berlinang air mata, lalu membuka green peel dari box tersebut. Disaat Elena mengeluarkan benda itu dari dalam box, Elena langsung menangis


"Wah bagus banget terima kasih banyak sayang, aku sayang kamu"


Elena memeluk erat Edric sembari berderai air mata, Edric yang melihat istrinya menangis hanya bisa tersenyum sembari mengelus punggung & mencium pucuk kepala Elena. Disaat Edric memegang kedua pipi Elena bertujuan untuk menatap matanya, Elena malah menangis


"Sudah jangan menangis baby nanti aku jadi ikut sedih loh, sudah yah sayangku ulu ulu"


"Kenapa kamu kasih istrimu ponsel son? " tanya dad


"Jadi begini dad, saat kami berdua saja di dalam kamar istriku selalu sibuk sendiri dengan ponselnya. Aku kira kenapa, ternyata istriku bilang kalau ponselnya selalu tiba-tiba mati sendiri, terus lambat banget, jadi aku memutuskan untuk hadiah ponsel. Dan lihat ini aku beli case couple untuk kita" Edric mengeluarkan ponselnya yang sudah terpasang case dan case untuk Elena


Elena yang sangat senang pun berdiri lalu duduk di pangkuan Edric dan mengalungkan tangannya ke leher Edric. Elena mendekatkan bibirnya ke Edric lalu melum**nya, Edric juga membalas ******* istrinya itu. Mereka berciuman di depan keluarga mereka, karena terlalu lama berciuman tangan Edric pun lolos masuk ke pakaian yang dipakai Elena. Elena yang masih sadar jika mereka tidak sedang berdua saja pun langsung melepaskan ciumannya


"Apakah aku sedang menonton film romantis erotis secara live saat ini? " kata Estian


"Kakak... " jawab Elena menelusupkan wajahnya di dada Edric


"Tian jangan begitu, lihatlah adekmu sangat malu saat ini" kata papa


• • • • •