
Ke esokkan harinya Elena bangun lebih dulu, dia bangun dari ranjang dan berjalan menuju bathroom untuk cuci muka dan sikat gigi. Setelah selesai dia turun ke lantai bawah
Terlihat jika di dapur ada mom Edric sedang masak bersama para pelayan. Meskipun mom Edric berstatus sebagai nyonya, tapi menurutnya masak tetaplah kewajiban nya sebagai seorang istri. Melihat itu Elena langsung menyusul ke dapur, ikut membantu memasak
"Selamat pagi mom... " sapa Elena pada ibu mertuanya
"Selamat pagi juga nak, kamu sudah bangun kenapa tidak tidur saja? " tanya mom Edric
"Elena sudah biasa bangun pagi mom, hari ini mom mau masak apa? " tanya Elena
"Rencana nya mom mau masak nasi goreng jawa hari ini" jawabnya sambil menyiapkan panci
"Nasi goreng jawa? Kalau begitu serahkan aja sama Elena mom, biar Elena yang masak. Mom siapkan lauk nya aja ya" menawarkan dirinya untuk memasak
"Baiklah kalau begitu, mom serahkan nasi goreng nya ke kamu" balasnya sambil tersenyum
Elena mulai menuangkan sedikit minyak di panci. Sambil menunggu minyak nya panas, Elena menghaluskan bumbu nya lebih dulu, ada bawang putih dan merah, kemiri, cabai, dan terasi bakar. Karena minyak nya sudah panas, dia menuangkan telur nya lalu di orak-arik sampai menjadi kecil-kecil
Dia menuangkan bumbu yang sudah di halus kan tadi bersama dengan telur, Elena terus menumis sampai keluar aroma nya. Setelah itu dia memasuk kan nasi putih dan mengaduk nya hingga rata, Elena terus mengaduk sambil tangan kirinya mengambil garam, gula, dan menambahkan kecap manis secukupnya
Terakhir Elena menambahkan sawi yang sudah dipotong dan tauge, lalu menumis nya kembali. Setelah matang dengan sempurna, Elena memindahkan nasi goreng jawa nya ke dalam wadah dan menyajikan nya diatas meja makan. Mom Edric yang melihat kelihaian menantunya dalam memasak, hanya bisa tersenyum
Sambil menunggu mertuanya memasak telur dan ayam sebagai lauk, Elena menyiapkan jus jeruk untuk minuman nya
"Sudahlah nak, biar mom saja yang melakukan nya. Kamu bangunkan suamimu saja" kata mom Edric
"Iya mom, kalau begitu Elena keatas dulu ya" pamit Elena naik menuju lantai atas
Sampai di dalam kamar Elena melihat jika suaminya masih tidur, dia pun membangunkan nya karena Edric juga harus bekerja
"Sayang bangun sayang... Ini sudah pagi loh, kamu nggak kerja? " menepuk-tepuk lengan suami nya
"Sebentar lagi baby 5 menit lagi" ucapnya dengan mata tertutup
"Okay, tapi nanti bangun ya" mengingatkan suami nya
"Hem... " hanya dibalas dengan deheman saja
Elena langsung lalu berjalan ke bathroom untuk mandi, setelah selesai mandi Elena baru ingat jika dia tidak punya baju ganti. Hasilnya dia harus mencari pakaian suaminya yang cocok dengan nya, dan harus sedikit me-modifikasi agar terlihat cocok dengan nya
Dia memutuskan untuk mengambil kemeja putih milik Edric, karena ukuran tubuhnya berbeda jauh dengan suaminya. Jadi saat Elena memakainya, terlihat seperti memakai kemeja oversize. Dia segera memakai kemeja nya dan menyisakan dua kancing atas terbuka, lalu mengambil ikat pinggang bertuliskan 'G'
Terakhir Elena mengambil baggy jacket warna hitam milik suaminya lalu memakainya, saat ini gaya pakaian Elena terlihat sangat modis. Setelah selesai bersiap-siap, dia langsung berjalan ke arah ranjang untuk membangunkan suaminya
"Sayang bangun sudah pagi" kata Elena sembari membuka gorden kamar, agar cahaya matahari masuk ke dalam kamar
Edric membuka matanya perlahan dan menatap istrinya yang sedang melipat-lipat selimut. Dia mengangkat tangan kanan nya ke arah Elena, dia yang paham maksud dari suaminya pun langsung memegang tangan nya dan menariknya agar terduduk
"Terima kasih baby, cup" kata Edric lalu mengecup punggung tangan Elena
Elena yang di perlakukan seperti itu oleh suaminya untuk yang pertama kalinya langsung bersemu merah, Edric yang melihatnya hanya tertawa kecil. Dia beranjak dari duduknya lalu berjalan ke bathroom untuk mandi, sedangkan Elena sedang menyiapkan pakaian kerja suaminya dan meletakkan nya di ranjang
Elena beranjak dari duduknya, mengambil jubah mandi suaminya lalu mengembalikan nya ke dalam bathroom. Sedari tadi Edric terus menatap pakaian yang dikenakan oleh istrinya
"Baby, apa itu pakaianku? " tanya Edric
"Ini? Iya ini pakaianmu sayang, aku hanya meminjam nya untuk hari ini" jawab Elena duduk di ranjang menunggu suaminya selesai
"Kamu boleh memakai pakaianku kapan saja baby tapi, apa sekarang kamu nggak pakai celana? " tanya Edric polos
"Tentu saja aku pakai celana baby, nggak mungkin aku nggak pakai. Tapi saat ini aku pakai safety pants" jelas Elena
"Benarkah, coba aku lihat? " kata Edric masih tidak percaya
Elena hanya bisa geleng-geleng kepala karena tingkah laku suaminya, dia pun mengangkat sedikit kemeja yang dipakainya sampai terlihat 'safety pants'
"Baiklah, kalau begitu ayo kita turun aku sudah selesai" menggandeng tangan istrinya sampai ke lantai bawah
Mereka berdua turun, dan duduk di meja makan untuk sarapan bersama mom dan dad. Elena mengambilkan nasi untuk mom, dad, suaminya, dan untuk dirinya sendiri. Lalu mereka memakan nya
"Nasi goreng nya sangat enak, apa ada koki baru di mansion mom? " ucap Edric
"Tidak ada son, nasi goreng ini buatan istrimu" jawab mom Edric
Uhuk...
Uhuk...
Dia terkejut setelah merasakan nasi goreng buatan istrinya yang ternyata sangat enak, entah bagaimana cara menjelaskan rasanya. Yang pasti ini terbaik
"Bagaimana masakan istri sendiri, lebih enak kan son" kata dad Edric
Mereka berempat sarapan penuh dengan senyuman, orang tua Edric merasa jika keluarga mereka saat ini sangat lengkap tinggal menunggu cucu saja. Setelah selesai sarapan Edric dan Elena berpamitan untuk berangkat, hari ini Edric mengendarai mobil sendiri
Saat ini sedang perjalanan mengantarkan Elena berkuliah, di dalam mobil suasana kembali canggung. Elena yang tidak nyaman, langsung membuka pembicaraan
"Sayang, apa aku boleh bertanya? " Elena memulai pembicaraan
"Tentu aja boleh baby kenapa harus izin, kamu mau tanya apa? " menoleh sekilas pada istrinya
"Apa kita akan tetap tinggal dirumah mom and dad? " menoleh samping menatap suaminya
"Tidak baby, saat ini aku sedang bingung untuk memilih rumah. Dan setelah aku mendapatkan rumah yang pas, secepatnya kita akan pindah ke rumah kita sendiri" jelasnya pada sang istri
"Bagaimana kalau aku ikut memilih juga? "
"Itu ide yang sangat bagus, karena rumah itu akan jadi rumahmu juga" jawabnya
Sampai di universitas Elena langsung keluar, dan Edric langsung berangkat ke kantor. Edric mengendarai mobilnya dengan santai sambil berpikir, dia masih tidak menyangka jika orang yang menjadi istrinya adalah Elena