After You Left Me

After You Left Me
Aku Sangat Merindukanmu



Akhirnya mereka telah sampai di mansion megah Keluarga Clark. Melihat bangunan yang mewah itu membuat Kinna tidak bisa berhenti untuk memandanginya , dia terkesima dengan pemandangan yang ada di depan matanya. Lalu Elena dan Kinna turun dari mobil terlihat semua keluarga menunggu kedatangan nya di depan pintu


"Papa.. Mama.. Elena kangen sama kalian"


Elena berurai air mata, lalu berlari memeluk orang tua nya dan di ikuti Kinna dengan menyalami tangan nya


"Iya kita juga kangen sama kamu sayang, kalau gitu ayo kita masuk dulu"


Ajak papa Elena merangkul pundaknya sedangkan Elena menggandeng tangan Kinna


Kinna masih saja terkesiap melihat rumah Elena yang ada di New York ini, Elena dan Kinna duduk di sofa bersama orang tua Elena. Mereka sedang mengobrol tentang kegiatan mereka selama di Indonesia, dan tidak lupa pelayan menyajikan makanan dan minuman di meja


Setelah lama mengobrol bersama di ruang tamu, papa Elena menyuruh Elena dan Kinna untuk beristirahat. Mereka pasti kelelahan karena perjalanan nya yang jauh, Kinna mengikuti Elena naik ke lantai atas di ikuti pelayan yang membawa koper-koper mereka


Setelah sampai dikamar Elena langsung menjatuhkan tubuhnya tengkurap di ranjang, nyaman.. itu yang Elena rasakan saat ini, suasana rumah yang hangat serta berkumpul dengan keluarga. Elena berdiri lalu berjalan menuju koper kemudian membukanya dan merapikan pakaian nya ke dalam lemari begitu juga Kinna yang sudah terlebih dahulu merapikan nya


Selesai nya menata pakaian dalam lemari mereka berniat untuk mandi, setelah mandi mereka memutuskan untuk menonton film bersama di kamar sambil makan popcorn yang sudah dibuatkan pelayan. Karena mereka merasa kelelahan, akhirnya mereka berdua tertidur karena sudah sangat mengantuk


• • • • •


Jam makan malam sudah tiba, semua anggota keluarga sudah berkumpul di meja makan. Hanya saja tadi papa Elena pamit sebentar untuk menelepon seseorang


"Son, apa kamu tidak berniat untuk pulang ke rumah? Sampai kapan kamu akan terus bekerja lembur seperti itu? "


"Oh ayolah pa, aku sangat sibuk malam ini. Banyak dokumen yang harus aku kerjakan" jawab orang itu


"Apa kamu tidak akan pulang jika ada Elena di rumah? " tanya papa Elena lagi


"Apa? Elena ada di rumah? Baiklah aku akan pulang sekarang, kenapa papa tidak memberitahuku langsung? Dasar papa" jawab seseorang itu


"Oke kalau begitu cepatlah pulang, dia pasti sangat merindukanmu" pinta papa Elena pada lawan bicara nya


Pria itu langsung berdiri dari kursi kebesaran nya, lalu menyambar jas dan kunci mobilnya. Dan berjalan keluar ruangan, sebelumnya dia membuka ruangan sekretaris nya dulu


"Julie... " kata pria itu


"I'm going to be home early today. If I still have documents to check, you can email it to me"


(Aku akan pulang lebih awal hari ini. Kalau masih ada dokumen yang perlu aku periksa, kamu bisa mengirimnya lewat email)


(Baik tuan)


Dia berjalan cepat menuju basement, kemudian tancap gas untuk pulang menuju mansion. Sampai sudah dia langsung turun dari mobil, lalu masuk ke mansion. Terlihat keluarga nya sedang makan malam, dia berjalan menuju meja makan lalu menutup mata Elena dari belakang


"Hi princess, long time no see. Did you miss me? "


(Hai princess, sudah lama tidak bertemu. Apa kamu merindukanku?)


Pria itu menutup mata Elena. Mendengar suara yang tidak asing di telinga nya, membuat Elena langsung melepaskan tangan pria yang menutup mata nya.


"Kak tian, Elena kangen banget sama kakak"


Elena berbalik lalu langsung memeluk pria itu, dia menangis tersedu di dada nya. Kemudian pria itu membalas pelukan dari Elena, dan mengelus punggung nya untuk menenangkan nya


"Kenapa saat bertemu aku kamu cengeng sekali hem? "


Pria itu adalah Estian Danforth Clark, kakak kandung dari Elena sekaligus pengusaha muda sukses yang tahun ini berumur 24 tahun. Dan di umurnya yang masih muda dia sudah mempunyai cabang perusahaan di beberapa negara


"Aku nggak cengeng, mata aku cuman kelilipan jadi air matanya keluar deh"


Elena mengelak perkataan kakaknya, dia tidak mau di cap sebagai anak cengeng jika bertemu dengan kakaknya


"Kamu sudah besar juga ya Kinna, kemarilah apa kamu nggak mau memeluk kakak? Apakah kamu nggak merindukan 'ku? "


Keluarga Elena sudah mengenal keluarga Kinna dari dulu, bisa dibilang orang tua mereka bersahabat. Jadi saat kecil mereka sering main bersama, Estian menganggap Kinna seperti adiknya sendiri


"Tentu saja aku sangat merindukanmu kak, sama seperti Elena yang merindukanmu"


Kinna berdiri dari duduk nya, lalu memeluk tubuh Estian. Jadi saat ini Estian sedang memeluk dua gadis kecil, Elena di bagian kanan dan Kinna di bagian kiri


"Kenapa mereka terlihat seperti anak kucing, lucu sekali adik 'ku dan sahabatnya ini" Batin Estian


Mereka menyudahi pelukan nya lalu makan bersama di meja makan, mereka semua tertawa bahagia begitu juga Kinna. Tidak ada kecanggungan diantara mereka semua, orang tua Elena juga menganggap Kinna seperti anak mereka sendiri


• • • • •


Setelah selesai makan malam bersama, Elena dan Kinna menuju kamarnya diantar oleh Estian. Karena dari tadi Elena terus memeluk kakaknya, jadi mau tidak mau Estian pun harus mengantar adik kesayangan nya itu ke kamar