After You Left Me

After You Left Me
85. Hanya Tiga Hari Kan?



Tiga jam telah berlalu setelah acara pernikahan Estian & Kinna selesai, Kinna tidak bisa langsung istirahat karena dia harus mengawasi semua pekerjaan para karyawannya. Ini semua terjadi karena Kinna memakai jasa catering dari restoran milik keluarganya, dan juga posisi Kinna sebagai Manajer dari Restoran itu


Saat mengawasi semua karyawan Kinna tidak sendirian karena dia bersama Damian, yang menempati posisi di restoran sebagai Asisten Manajer Restoran. Kinna yang semakin lelah akhirnya menyerahkan semuanya pada Damian, sedangkan Kinna langsung berjalan mencari keberadaan suaminya


"Sayang... " panggil Kinna yang melihat Estian berdiri jauh di depannya, dia langsung berjalan menghampiri Estian


"Gimana pekerjaanya nyonya Estian Clark, sudah selesai apa belum kok ditinggal? " tanya Estian sambil memeluk pinggul Kinna


"Sudah selesai semua sayang, kamu juga sudah ketemu sama semua kolega kamu kan? "


"Sudah kok honey, tapi aku masih nggak percaya kalau hari ini kita sudah sah menjadi suami istri. Rasanya baru kemarin aku melamar kamu di Pulau Seribu, dan ternyata sekarang kita sudah menikah"


"I..Ih Iya... " jawab Kinna menggigil karena kedinginan


Estian yang memang terlalu peka langsung melepaskan jasnya lalu memakaikannya pada Kinna, betapa besar rasa cinta Estian kepada Kinna. Kinna tersenyum saat melihat perlakuan Estian padanya, dengan cepat Kinna langsung menghadiahi sebuah kecupan tepat di bibir Estian


"Kamu nakal banget sih honey, untung saja aku cinta kalau nggak! " kata Estian


"Kamu nggak cinta sama aku sayang? " Kinna menatap tajam mata Estian


Cup


Cup


Estian membalas kecupan istrinya tadi di tempat yang sama yaitu di bibir, bisa-bisanya istri kecilnya itu salah paham padanya. Bagaimana bisa Estian menikahi Kinna jika dia tidak mencintainya, tentu saja Estian sangat mencintai Kinna tidak perlu ditanya okay!


"Pertanyaan macam apa itu, tentu saja aku cinta sama kamu honey. Jika aku nggak mencintaimu, kenapa waktu itu aku melamarmu dan sekarang aku menikahimu? "


"Tapi tetap saja aku butuh bukti sayang, maukah kamu menerima hukuman dari istrimu ini? "


"Aku akan melakukan apapun, asal itu bisa membuatmu bahagia honey"


• • • • •


Estian dan Kinna yang tadi masih berada di tempat di langsungkannya pernikahan (Taman Mansion) pun, saat ini telah sampai di Bangunan Utama. Tidak pakai lama Estian langsung masuk dengan keadaan menggandeng tangan Kinna, terlihat di ruang tamu semua anggota keluarga sedang berkumpul


"Pas sekali semua orang sedang berada di lantai bawah, sekarang saatnya melakukan tugasmu. Jangan gugup sayang, aku mencintaimu" kata Kinna


"AKU JUGA SANGAT MENCINTAIMU HONEY, ISTRIKU YANG SANGAT CANTIK" teriak Estian yang membuat orang seisi mansion langsung menatap ke arahnya


Otomatis semua orang pun tertawa, begitu juga dengan para pekerja mansion termasuk Pak Jay. Masih ingat dengan Pak Jay? Mama dan Papa yang mendengar itu hanya bisa mengelus dadanya, karena mereka sangat terkejut


"Kakak nggak perlu bilang adek sudah tahu kok, kalau kakak cinta banget sama Kak Kinna" kata Elena


"Kamu bikin mama kaget saja tian, mama sama papa tahu kok kalau kamu cinta sama istrimu" kata mama Estian (Mrs. Clark)


"Sudah daripada ketawa terus lebih baik sekarang kita makan malam, dan makanannya papa buat spesial buat anak dan menantu papa! " kata papa Kinna (Mr.Brown)


Setelah makan malam Kinna langsung membawa semua piring ke dapur, sedangkan Elena membersihkan meja makan bekas makan malam tadi. Setelah selesai semua Mr & Mrs.Brown pamit untuk pulang, mereka pamit ke besan mereka. Dan terakhir adalah pamit kepada putri kesayangan mereka


"Papa sama mama mau kemana? " tanya Kinna jalan ke arah mereka bersama Estian di sampingnya


"Papa sama mama mau pulang sayang, ini sudah malam papa juga nyetir mobil sendiri jadi harus pulang cepat yah"


"Owh begitu, Pa Ma Kinna sayang sama kalian berdua terima kasih yah" Kinna mewek lalu berjalan maju dan memeluk mamanya dan terakhir papanya


"Iya papa juga sayang sama kamu" jawab Mr.Brown ke Kinna lalu melepaskan pelukannya dan menatap wajah anak satu-satunya ini


"Sudah jangan menangis lagi, hari ini adalah hari yang bahagia untuk kamu kenapa kamu malah sedih. Sudah yah papa sama mama pulang dulu, Cup" Mr.Brown memberi kecupan di dahi anaknya


"Tian jaga anak mama baik-baik yah! "


• • • • •


Saat ini mereka berdua sudah berada di dalam kamar mereka, entah kenapa tidak ada rasa canggung antara Estian & Kinna. Kinna yang memang sudah lelah sejak tadi, langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan keadaan masih memakai wedding dress lalu menutup matanya. Estian yang melihat itu hanya bisa menggeleng


"Kok langsung tidur honey, make up kamu belum di hapus loh kalau wajahnya jerawatan gimana? " kata Estian


"Sekarang mata aku lengket banget kayak ada lemnya sayang, nggak bisa dibuka


Estian langsung jalan ke dalam bathroom miliknya, dan mengambil botol kecil yang ada di depan cermin. Estian mencuci tangan sampai bersih, kemudian dia kembali lagi ke samping ranjang dan melihat jika posisi Kinna masih sama seperti sebelumnya


"Uh sayang kamu lagi apa? " tanya Kinna


"Aku lagi bersihin wajah kamu honey, soalnya kalau nggak cepat di bersihin nanti malah jerawatan"


"Kamu bersihinnya pakai apa sayang, Oil Make Up Remover ya? " tanya Kinna lagi


"Iya biar bersihnya maksimal, benar kan? "


"Pinter banget sih suamiku, uh makin sayang deh"


• • • • •


Setelah selesai mencuci muka dan juga sudah berganti dengan pakaian tidur ternyaman yaitu lingerie, Kinna langsung menghampiri Estian yang sudah berbaring di atas ranjang. Kinna ikut masuk ke dalam selimut lalu menatap Estian yang juga menatap ke arahnya, Kinna langsung memegang kedua pipi Estian


"Sayang maafin aku yah, sepertinya kita nggak bisa melakukan 'itu' sekarang" Kinna membuka suara


"It's okay honey aku tahu kamu pasti capek, aku juga capek. Kamu nggak perlu khawatir, karena kita berdua bisa melakukannya saat kondisi tubuh kita sama-sama baik okay? "


"Sebenarnya bukan karena itu sayang"


"Lalu karena apa, apa karena kamu belum siap? "


"Bukan sayang, tapi karena saat ini aku sedang haid"


"Owh kamu lagi haid, dari sekarang sudah hari ke berapa honey? "


"Kamu tenang saja sayang karena ini sudah hari ke-2, haid aku hanya 5 hari. Jadi setelah 3 hari berlalu kita bisa melakukannya ya! "


"Hanya menunggu selama 3 hari saja kan honey, tidak lebih? "


"Iya sayang hanya 3 hari saja, menahannya 3 hari saja kamu bisa kan? " jelas Kinna dengan ekspresi layaknya anak kecil yang memberi penjelasan setelah berbuat kesalahan


"Hahaha kamu lucu banget sih honey, tentu saja aku harus bisa menahannya. Selama 24 tahun ini aku sudah berhasil menahan itu, masa saat ini menahan selama 3 hari saja nggak bisa"


"Oh begitu sayang makasih yah, Cup" mencium pipi Estian


"Sekarang kamu hadap sana, biar aku peluk kamu dari belakang"


Kinna menurut dengan perkataan Estian dan langsung membalikkan tubuhnya, jadi saat ini posisi Kinna sudah memunggungi suaminya. Tangan kanan Estian masuk ke dalam lingerie yang dipakai Kinna, dan seketika Kinna sangat terkejut


"Ka-Kamu mau apa sayang? " kata Kinna


"Perut kamu masih nyeri nggak, aku elus saja yah biar rasa sakitnya nggak begitu terasa"


"Iya sayang makasih yah, aku jadi makin cinta sama kamu nih gimana dong? "


"Nggak apa-apa dong itu malah baik, aku juga sangat mencintaimu. Cup" mencium pundak polos Kinna


"Besok pagi kamu mau di bikinin apa, biasanya kamu kalau lagi haid minum apa? "


"Biasanya aku minum wedang jahe sayang, kenapa memangnya? "


"Iya sudah kalau begitu besok aku buatin wedang jahe khusus buat istriku ini! "


"Emang kamu bisa? " tanya Kinna


"Bisa lah masa nggak bisa" jawab Estian bangga


Estian terus mengelus perut istrinya yang sedang haid agar rasa sakitnya tidak begitu terasa, sampai pada akhirnya mereka berdua sama-sama tertidur di dalam selimut. Berbeda lagi ceritanya dengan dua pasangan suami istri yang berada tepat di kamar sebelah


Disaat semua orang telah tidur, bahkan yang pengantin baru pun juga tidur. Edric dan Elena malah melakukan aktivitas yang sangat menguras tenaga, padahal di dalam kamar terdapat AC. Tapi entah kenapa rasanya pendingin ruangan itu tidak berfungsi dan membuat mereka semakin berkeringat :^


Uh dasar si Edric, sekali coba enak langsung dihajar habis ya istrinya! Hihihi :)


• • • • •