After You Left Me

After You Left Me
Menasehati Bosnya



Setelah Daniel menutup telepon dari nyonya besarnya Daniel langsung menaruh ponselnya Edric kembali, kemudian tancap gas mengemudikan mobil lebih kencang supaya cepat sampai di kantor. Saat perjalanan Edric masih saja terdiam menatap ke arah depan, terlihat jika pikirannya kosong


• • • • •


Akhirnya mobil yang Daniel kendarai sudah sampai di depan perusahaan Winnight Company, Daniel memberhentikan mobilnya lalu menoleh ke samping ke arah Edric. Dilihatnya lagi Edric masih saja terdiam, dia tidak menyadari jika mereka berdua sudah sampai di depan kantor


Karena tidak mau Edric seperti itu terus, Daniel pun mengangkat tangan kanan nya lalu di goyang-goyangkan di depan mata Edric. Tapi bosnya itu masih juga belum merespon, akhirnya Daniel memutuskan untuk menepuk pundak Edric dan ternyata cara itu sangat berhasil


Plaaakkk


"Apa yang kau lakukan Daniel, kenapa kamu memukulku? " menatap asisten nya dengan tajam yang ada di sampingnya


"Maafkan aku Edric tapi kita sudah sampai di depan kantor, apa kamu nggak akan turun? " Daniel meminta maaf lalu dia menunggu jawaban bosnya itu


"Ah.. kita sudah sampai kantor, kalau begitu tentu saja aku akan turun"


Daniel keluar dari mobil lalu melangkahkan kakinya menuju pintu Edric, dia membuka pintunya kemudian Edric pun keluar dengan wajah berbeda


Terlihat jelas saat di dalam mobil tadi Edric seperti orang ling-lung, tapi sekarang coba lihat menatap wajahnya saja bisa membuat orang ketakutan bahkan sampai merinding


"Wah coba lihat, bos sekaligus sahabatku ini sangat cepat dalam mengubah ekspresinya. Yang tadinya dia hanya diam saja seperti orang tak bernyawa, sekarang coba lihat. Melihat auranya saja sudah membuat orang lari terbirit-birit atau mungkin sampai kencing di celana? " Batin Daniel sambil tertawa


Melihat asisten nya tertawa Edric langsung menoleh ke arah nya


"Apa yang kamu tertawakan hah, apa ada sesuatu yang lucu dariku? " tanya Edric


"Ti... tentu saja tidak ada tuan, sama sekali tidak ada" menjawab dengan terbata-bata karena Daniel kaget jika Edric melihatnya tertawa


Setelah ditegur oleh tuan nya, Daniel langsung mencoba untuk profesional. Dia menetralkan suaranya, lalu berjalan di belakang Edric dan tidak lupa juga dia melemparkan kunci mobilnya pada sang penjaga.


Masuk melewati para karyawan, dan semua karyawan yang melihat Edric dan Daniel lewat langsung menundukkan kepalanya untuk memberi hormat. Mereka berdua masuk ke dalam elevator, Daniel menekan tombol yang mengarahkan elevator menuju ruanganya dan juga ruangan Edric


• • • • •


Edric duduk di kursi kebesaran nya, kemudian lihatlah wajahnya kembali lagi seperti semula seperti saat di dalam mobil tadi sambil menunduk menatap bawah. Karena kesal melihat wajah sahabatnya yang tidak seperti biasanya, akhirnya Daniel membuka suara


"Edric aku mau tanya, aku harap kamu menjawab dengan jujur. Sebenarnya apa alasanmu menolak perjodohan ini? "


Edric yang diajak bicara pun, mendongakkan kepalanya menatap asistennya


"Aku nggak bisa terima perjodohan ini niel, karena aku sudah mempunyai orang yang aku cintai"


"Sekarang dia ada dimana? " bertanya secara santai sebagai sahabat bukan sebagai bos dan bawahan


"Aku nggak tahu dia ada dimana sekarang, yang pasti saat terakhir kali aku bertemu dengan nya dia berusia 9 tahun dan aku 13 tahun. Aku selalu menghabiskan waktu bersamanya setiap hari, dia sangat baik padaku dan tentu saja mulai dari pertama aku bertemu dengan nya aku tau jika aku mencintainya bukan sebagai adik tapi sebagai perempuan"


"Iya lalu? " tanya Daniel


"Namun aku sangat ingat, pada tanggal 12 Januari tahun 20XX adalah hari dimana aku nggak pernah melihatnya lagi sampai sekarang" jelas Edric


"Lalu apa salahnya mencoba dric, apa kamu mau mengecewakan hati mom dan dad mu? Apa kamu mau di cap menjadi anak yang durhaka pada orang tua? "


"Aku akan memikirkan nya lagi niel, aku masih belum bisa terima semua ini"


"Aku harap kamu tidak membuang kesempatan ini dric, dan tolong pikirkan ini dengan baik jangan sampai salah dalam mengambil keputusan okay. Aku hanya bisa membantu sampai sini"


"Hem..."


"Baiklah kalau begitu aku akan kembali ke ruanganku, ada pekerjaan yang harus segera aku urus dan meminta tanda tanganmu" Daniel beranjak dari duduknya lalu keluar dari ruangan CEO


• • • • •