
Setelah mengantarkan makan siang tadi, Elena dan Kinna tidak langsung pulang. Tapi mereka menunggu Estian sampai jam pulang kerja, karena Estian berjanji akan mengajak mereka pergi ke suatu tempat
Karena Estian sudah selesai bekerja, dia pun memenuhi janjinya untuk mengajak Elena dan Kinna pergi ke suatu tempat. Tidak lupa juga Estian mengajak Justin bersama mereka
• • • • •
Tidak terasa akhirnya mereka telah sampai di tempat yang sangat terkenal di dunia, dan juga tempat ini menjadi simbol dari kota New York. Saat ini mereka sedang berada di Times Square, Manhattan, New York. Setelah sampai mereka berempat langsung turun dari mobil, dan sang driver langsung pergi meninggalkan mereka
...[Instagram story yang dibuat Elena dan Kinna]...
Estian menggandeng tangan Elena dengan erat, dia takut tiba-tiba adiknya ini menghilang dari pandangan nya. Sedangkan Kinna dan asisten Justin hanya jalan berdampingan, tepat di sebelah Elena dan Estian
"Kakak apa aku pernah kesini? " tanya Elena
"Tentu saja kamu pernah kesini, tapi saat kamu masih berusia empat tahun"
"Benarkah? Kenapa aku tidak mengingatnya? "
"Itu karena kamu masih terlalu kecil saat itu dek" Estian menggosok-gosok kepala adiknya
Mereka berempat berjalan bersama menuju tempat perbelanjaan, sampai di tempatnya mereka langsung masuk. Terlihat banyak sekali barang-barang yang sangat berkualitas disana, mulai dari pakaian, sepatu, dan lain-lain
"Karena besok kalian berdua sudah harus kembali ke Indonesia, sekarang kalian boleh belanja sepuasnya. Tapi ingat hanya boleh belanja barang yang dibutuhkan, okay? "
"Kak tian serius? " tanya Kinna
"Iya aku serius, dan Justin kamu juga boleh ikut belanja bersama mereka"
"Wah, makasih kakakku sayang"
Elena yang bahagia, meskipun ini hari terakhirnya berada di Amerika pun langsung mencium Estian secara bertubi-tubi
Cup
Cup
Cup
"Terima kasih kak tian" kata Kinna
"Thank you so much, my boss" Justin juga ikut berterima kasih pada Estian yang sangat baik padanya
"Justin apa kamu mau mati, kenapa kamu menyebutku dengan kata my boss. Menggelikan sekali" jawab Estian
"Tapi, bukankah benar kalau kamu adalah bos ku tian? "
"Iya itu memang benar, tapi saat kamu mengucapkan kata itu. Terasa seperti aku adalah milikmu, bukankah itu menggelikan? "
"Ayolah tian aku hanya berterima kasih padamu sebagai sahabat"
"Karena sudah sampai ditengah-tengah, waktunya kita berbelanja! " kata Estian
"Apa kita akan belanja berempat kak? " tanya Kinna
"Nggak, kita akan membagi kelompok. Tim pertama aku dan Elena dan tim yang kedua Justin dan Kinna. Bagaimana? "
"Baiklah kak aku setuju" jawab Elena dan Kinna
"Justin jangan lupa untuk menjaga Kinna dengan baik"
"Tenang aja dric, aku pasti menjaganya"
Justin menyetujui perintah bos nya, lalu mereka semua berpencar sesuai dengan tim nya. Elena dan Estian berada di lantai khusus pakaian, sedangkan Justin dan Kinna berada di lantai dua untuk memilih sepatu
• • • • •
"Kenapa kita berada di pakaian pria dek, apa kamu nggak belanja? "
"Ayolah pakaian Elena sudah banyak, saat ini Elena akan memilihkan pakaian yang santai untuk kakak. Apa kakak tidak bosan hanya memakai jas? "
"Tapi memakai jas itu memang sudah keharusan dek"
"Baiklah baiklah... "
Elena sangat fokus memilih pakaian untuk kakaknya, sampai-sampai dia tidak sadar jika sudah meninggalkan Estian. Estian yang sadar jika adiknya tidak ada di sampingnya pun mulai kebingungan mencari keberadaan nya
Saat Estian mondar-mandir mencari keberadaan Elena, tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya dari belakang
"Estian... "
"Hey kebetulan sekali, kenapa kalian berdua selalu membuatku terkejut? "
Tentu saja mereka yang dimaksud Estian adalah Edric dan Daniel
"Maafkan kita, tapi apa yang kamu lakukan disini tian. Apa kamu sedang berbelanja bersama kekasihmu, mungkin? "
"Kekasih darimana, orang nggak punya"
"Terus kenapa kau berada disini? "
"Aku menemani adikku berbelanja, tapi entah kemana tiba-tiba dia menghilang"
"Jadi Estian disini karena menemani adiknya berbelanja, tapi entah kenapa aku sangat penasaran bagaimana wajah adiknya itu" Batin Edric
Mereka bertiga melanjutkan untuk mengobrol di tempat yang sama, sambil berdiri. Karena ingin menghargai sahabatnya, akhirnya Estian menunda untuk mencari keberadaan Elena
Tapi disaat berbincang dengan Edric dan Daniel, sangat terlihat jelas jika Estian tidak fokus dengan apa yang mereka bicarakan. Pikirannya terus melayang memikirkan keberadaan adik tersayangnya itu
• • • • •