A3

A3
HAPPY ENDING



"Uekkkkk...Uekkkk..."Tanpa terasa 9 bulan sudah berlalu dan Ariel mulai menunjukkan gejala isi.


Darren terkejut saat bangun tidur di pagi hari dan mendapati suara muntah muntah Ariel di kamar mandi.Darren lalu menyusul ke kemar mandi.


"Kau kenapa?Apa ada yang salah denganmu?"Tanya Darren polos.


"Aku juga tidak tahu,apa aku memakan makanan kadaluarsa atau semacamnya ya?"Jawab Ariel lebih kacau lagi.


"Kau dan sikapmu yang kelewat hemat itu,kau bahkan tetap mempertahankan makanan yang sudah kadaluarsa,kau bahkan bisa membeli 100 minimarket dengan uangku,tapi kau terus saja pelit."Gerutu Darren yang 2 hari yang lalu memakan rumput laut kadaluarsa karena ulah Ariel dah alhasil,ia sedikit muntah muntah.


"Mungkin aku hamil."Jawab Ariel asal.


Tapi Darren malah sudah menatap serius."Benar,mungkin kau hamil!!!!"Darren lalu segera keluar kamar mandi dan menelepon dokter langganan keluarganya kerumah.


"Padahal aku cuma sembarangan bicara."Tutur Ariel asal sebut.


Tapi dari tutur kata Ariel yang sembarangan itu,keinginan Darren malah benar benar terwujud.


"Selamat ya nyonya,anda memang sedang hamil."


Pernyataan dokter wanita itu membuat Darren dan Ariel sangat bahagia.


"Aku benar benar hamil?"Tanya Ariel diulang lagi.


"Iya nyonya,anda sedang berbadan dua sekarang.Anda akan menjadi seorang ibu sejati beberapa bulan lagi."Sahut sang dokter dengan senyum yang masih melekat.


"YESSSSSSSS.Aku menjadi seorang ayah!!"Teriak Darren keras."YUHUUUUUU."


Darren terlihat seperti anak kecil yang sangat bahagia karena mendapatkan kado yang diinginkannya.Akhirnya apa yang ia inginkan sejak dulu terwujud.Darren akan memiliki penerusnya dari rahim wanita yang dicintainya.


Ariel juga ikut bahagia melihat reaksi Darren.Ariel lalu mengelus perutnya dan tersenyum.'Lihatlah kelakuan ayahmu yang begitu senang dengan kabar kehadiranmu.Tumbuhlah dengan sehat dan baik ya didalam sana.Sampai bertemu 9 bulan lagi sayang.' Ariel sudah lebih dulu berbincang dengan bayi kecil didalam perutnya.


***


Calvin masih menyendiri,Vinny yang dulu sempat jahat padanya sudah menikah dan berdamai dengannya.Calvin memutuskan memaafkan kesalahan kesalahan Vinny.Bahkan ia yang menjadi saksi di pernikahan Vinny dan kekasihnya.


Siapa sangka,Calvin yang dulu paling gesit soal perempuan malah yang paling lama menyendiri dan belum memiliki pasangan.Sementara Darren dan Jimmy semuanya sudah menikah.


Hari ini,Calvin kembali ke Taiwan sejenak.Calvin mengenakan setelah jas hitam rapi yang membuat dirinya terlihat tampan,ia juga menyemprotkan beberapa semprotan parfum ke tubuhnya.Di tangannya ia membawa sebucket mawar putih dan masuk kedalam mobil.


Dengan setelan itu,Calvin nampak seperti ingin melamar seorang wanita.Tapi mobil Calvin malah berhenti di area pemakaman.Calvin keluar dan melangkah berjalan kaki kedalam tidak lupa dengan membawa bucket bunga mawar putih di tangannya.


Calvin lalu tersenyum saat melihat sebuah makan dan berjongkok disana.


"Hai,lama sudah aku tidak menjengukmu."Calvin memandang nisan kuburan yang bertuliskan nama Vivian itu.Calvin menaruh mawar putih di atas dada makam Vivian.


Ternyata Vivian masih memiliki tempat spesial di hati Calvin.


"Darren dan Jimmy sudah menikah,sekarang hanya aku yang masih kesepian.Aku rasa aku betah dengan kesendirian ini.Kau juga sepertinya sama denganku ya,kau betah dengan kesendirianmu di dalam berbeda."Calvin duduk lebih santai dengan bersila di atas rerumputan hijau disamping makan Vivian.


"Aku yang playboy tapi malah nasibku yang tragis dan belum juga laku.Andai kau masih hidup,aku mungkin akan melamarmu dan kita akan menikah agar bisa mengejar ketertinggalanku dengan Darren dan Jimmy."Calvin mengingat lagi bagaimana dulu Vivian melindunginya.


Calvin lalu hanya meratap sedih dan kadang tersenyum di pemakaman yang sunyi itu.Hatinya masih di penuhi luka dan cintanya belum bisa tumbuh untuk yang lain.


***


Di London,Sherly sedang berjuang juga melahirkan buah hati pertamanya dengan Jimmy.Jimmy yang masih menyimpan perasaan dengan Ariel sekarang sudah bisa menghilangkan perasaan itu saat Sherly sudah hamil dari benihnya.


Melihat bagaimana perjuangan Sherly di tengah keterbatasannya saat hamil membuat Jimmy luluh dan bisa mencintai Sherly seutuhnya.


Beberapa kali Sherly sempat drop dan mengalami masa kehamilan yang sulit,tapi ia tidak pernah menyerah.Hingga akhirnya semua perjuangannya berbuah manis.


"Terus Sherly,bertahanlah."Jimmy memegang kuat tangan Sherly yang sedang mengejan bayi.


Sherly dengan wajah yang di penuhi butiran peluh terus mengejan dengan sekuat tenaga."Fiuhhh."Rasa sakit sudah tidak terkira lagi dirasakan olehnya.Tapi Sherly tetap tidak menyerah.


Dan akhirnya si puteri kecil sudah keluar dari hotel mewah di rahim ibunya.


Jimmy dan Sherly menyambut puteri kecil nan cantik yang putih bersih.


Jimmy juga membiarkan dirinya menangis bahagia dengan kelahiran puterinya.Jimmy mengecup dahi Sherly yang sudah berjuang keras.


"Terima kasih,terima kasih Sherly."Jimmy tidak hentinya berterima kasih pada pengorbanan isterinya.


Hari ini anggota keluarga baru juga hadir di tengah tengah keduanya.Kesempurnaan keluarga makin lengkap saat Sherly mendapati kakinya tidak lumpuh lagi usai persalinan itu.


Sherly bisa berjalan dengan normal kembali dan mendapatkan malaikat kecil yang cantik yang membawa keberkahan besar di keluarganya.


"Aku akan menamainya Ariel."Tutur Sherly pada Jimmy.


"Tapi aku tidak akan mau punya menantu yang namanya Darren."Canda Jimmy.


"Hahahaha,puteri kecil kita akan menemukan pangerannya suatu saat nanti.Ariel juga sedang mengandung kan sekarang?"


"Iya,Darren terus saja meneleponku dan mengatakan kemahilan Ariel dengan berulang ulang,dia juga pasti sangat senang saat ini."Jimmy terus saja di telepon oleh Darren yang sangat exited dengan kehamilan Ariel.


***


Darren sibuk sekali menjaga Ariel yang terus ia atur,Darren menjadi ayah yang sangat posesif luar biasa.


"Makanlah yang bergizi dan berbaring saja di tempat tidur,aku tidak mau kau kelelahan."Darren menahan Ariel tetap berbaring di tempat tidurnya.


"Darren,aku bosan dan jenuh.Kau tahu jika ibu bayi stress dan tertekan juga tidak baik untuk janin."Ariel sangat kesusahan dengan suaminya yang bawel itu.


"Baiklah,aku akan siapkan jet pribadi dan membawamu kemanapun kau mau."Tawar Darren lagi.


Ariel diam sejenak lalu berkata dengan sungkan pada Darren."Aku ingin mengunjungi ibumu,dia berhak tahu kalau dia akan memiliki cucu sebentar lagi."


Darren lalu tergab di tempat.Nuraninya ingin berontak tapi ia juga rindu pada ibunya dan ingin mengabari kabar rahasia ini.


"Darren,ayolah."Ariel mengguncang pelan lengan Darren.


Darren menatap isterinya yang berhati lembut seperti malaikat tanpa dendam itu."Baiklah,ayo kunjungi ibuku."


Darren dan Ariel mengunjungi ibu Darren yang sekarang hanya mendekam di rumah besarnya sendiri dan sunyi.


Ibu Darren nampak tua karena tidak lagi berambisi apapun,tidak mengurus diri dan uban uban menghiasi kepalanya.


Darren dan Ariel mendekati ibu Darren yang duduk di ruang tengah sambil menatap kejendela.


"Ibu."Panggil Darren.


Ibu Darren kaget mendengar suara puteranya,ia lalu berbalik dan melihat Darren memang benar benar datang.Ibu Darren lalu berdiri dengan wajah gembira.Sudah lama ia menantikan kedatangan puteranya itu dalam kesendirian ini.


"Darren?Itukah kau nak?"Mata ibu Darren sudah berkaca kaca melihat Darren mengunjunginya.


Darren menghampiri ibunya dengan cepat.


"SLAP."Darren lalu memeluk ibunya.


"Ibu minta maaf nak.Ibu menyesal."Ibu Darren menangis dan minta maaf penuh sesal.


"Iya ibu,aku merindukanmu.Aku datang kesini karena Ariel mengajakku dan ingin memberi tahu kalau sebentar lagi ibu akan punya cucu."


Ibu Darren lalu melepas pelukan itu.Ibu Darren beralih memandang Ariel.Ia lalu mendekat dan memegang wajah Ariel dengan kedua tangannya.


"Ariel."Mata ibu Darren berkaca lagi pada wanita yang sering ia jahati tapi tetap berbuat baik padanya.


"Iya ibu."Ariel juga tidak kalah haru dimomen ini.


"SLAP.Ibu Darren lalu memeluk Ariel erat."Maafkan ibu Ariel.Aku sangat jahat padamu."Akhirnya ia minta maaf atas semua kebejatan dan kesalahannya pada Ariel.


"Aku sudah lama memaafkanmu ibu.Ayo kita jadi keluarga yang utuh lagi.Darren dan aku sangat mencintaimu juga."Ariel sangat baik dan tidak berat hati sama sekali walau ibu Darren sudah amat sangat jahat padanya.


Hari ini,keluarga yang retak telah di persatukan kembali.Anggota A3 telah hidup dijalannya masing masing.Darren berhasil menikahi Ariel dan mendapat restu dari ibunya,Jimmy dan Sherly sudah menjadi orang tua sejati dan Calvin bahagia dalam kesendiriannya.Kini anggota A3 telah hidup dewasa di jalannya masing masing.Semua perjuangan sudah berbuah indah dijalannya masing masing.


...TAMAT...