
Pulang sekolah,Ariel berjalan bersama Calvin ke parkiran motor untuk pulang bersama.Tepat saat itu,Vivian menghampiri Ariel.
"Ariel.."Panggil Vivian yang sekarang sudah di samping Ariel.
"Hai,Vivian."Rona wajah Ariel kelihatan senang melihat sahabatnya itu.
Tapi tidak untuk Calvin.'Mengganggu saja.' Calvin jelas tidak menyukai kehadiran Vivian yang mengganggu momennya berdua dengan Ariel saat ini.
Ariel lalu teringat sesuatu.'Hari minggu nanti,kencan Vivian dan Calvin akan batal.Bagaiamana ya aku menebusnya.Aha.....' Ariel sudah kefikiran sesuatu untuk membuat Vivian tidak berkecil hati.
Ariel lalu meghentikan langkahnya.Diikuti Calvin dan Vivian.
"Calvin,tolong antarkan Vivian pulang ya.Aku masih mau mampir ke suatu tempat."Seru Ariel mendadak.
Wajah Vivian langsung memerah dan gugup juga serba salah.
Tapi Calvin tentu saja protes."Tapi kenapa? Bukankah kita sudah sepakat mau pulang sama sama?"Calvin menghadap Ariel.
Ariel yang membelakangi Vivian komat kamit tanpa suara pada Calvin memohon agar Calvin mau menurutinya.
Calvin jadi serba salah.'Sial,benar firasatku.Vivian hanya menjadi pengganggu.Ariel melakukan ini pasti karena aku sudah bilang akan membatalkan kencan besok dan pergi ke desa bersamanya.Baiklah,aku harus sedikit berkorban.'
"Iya,baiklah.Aku akan pulang dengan Vivian."Jawab Calvin pasrah.
Ariel tersenyum lebar.Tapi Vivian malah malu malu dan gugup.'Bagaimana ini? Aku gugup sekali,apa yang harus aku lakukan?? Aku bahkan tidak wangi lagi.' Vivian gugup setengah mati dan mengkhawatirkan hal yang bukan bukan.
Tidak perlu menunggu lama,Vivian sudah menunggangi motor Calvin dan berlalu pergi.Ariel sempat melambai pada keduanya sebelum pergi.
Calvin sangat ogah saat Vivian mendekap di belakangnya.Calvin membawa motor dengan pelan agar Vivian tidak perlu memeluknya.Calvin bahkan tidak mengajak Vivian bicara sama sekali selama perjalanan.
Ariel berjalan kaki menapaki jalan yang sunyi itu saat pulang sekolah sendirian.
Saat itu tiba tiba sebuah mobil berhenti di sisinya dan si pemilik mobil menurunkan kaca mobilnya.
"Ayo naik."Rupanya itu Jimmy yang ingin memberi Ariel tumpangan.
"Benar kau mau membawaku?? Tapi buka kaca jendelanya ya,aku mabuk dan bisa memuntahi mobilmu."Jawab Ariel yang tidak menolak tawaran Jimmy namun bersyarat.
Jimmy tertawa."Baiklah,ayo naik."Jimmy setuju dengan syarat Calvin.
"Ayo mampir ke rumahku,akan aku perlihatkan karya orang tuaku.Mereka adalah seniman tembikar hebat juga."Jimmy sangat membanggakan orang tuanya.
"Boleh saja,tapi ajak aku makan juga ya.Perutku lapar sekali."Ariel memegang perutnya.
"Hahahaha,baiklah.Di rumahku ada tukang masak yang enak.Makanlah sepuasmu."Nada bicara Jimmy terdengar ringan padahal baru saja ia akrab dengan Ariel.
Sampailah Ariel di kediaman Jimmy.Rumah Jimmy seperti pemiliknya yang penggila seni.Banyak karya seni yang terpajang seperti lukisan,tembikar,keramik,guci dan lainnya.Semuanya tertata rapi,indah dan terawat di rumah ini.
Ariel menganga takjub pada rumah Jimmy."Apa ini benar benar rumah? Aku merasa seperti di museum."Decak Ariel kagum.
"Sudah tutup mulutmu yang menganga itu,nanti masuk nyamuk ke dalamnya."Jimmy mengajak Darren berkeliling rumahnya.
"Orang tuamu mana Jimmy?"Tanya Ariel sambil berjalan beriringan dengan Jimmy.
"Mereka masih di luar negeri.Orang tuaku sedang melobi seorang pelukis untuk menjual lukisannya yang berharga.Sudah beberapa hari,aku rasa mereka sudah di perjalanan pulang."Sahut Jimmy santai.
"Kau kesepian ya di rumah ini?"Tanya Ariel lagi.
"Tidak,sama sekali tidak.Aku bisa mengunjungi Darren dan Calvin kalau kesepian.Atau mengajak Sherly nonton dan makan bersama."Sanggah Ariel lagi.
Ariel mengelus kepala Jimmy."Anak pintar,"Puji Ariel.
Jimmy merasa sangat tenang dan senang di perlakukan Ariel seperti itu."Terim kasih.Ayo lihat koleksi tembikar orang tuaku"
Lagi lagi Ariel kagum saat sampai di ruangan koleksi tembikar orang tua Jimmy.
"Semuanya terlihat benar benar indah Jimmy."Mata Ariel masih memandangi semua tembikar itu.
"Tentu saja,ini semua terdiri dari buatan orang tuaku dan yang mereka dapatkan saat berkeliling dunia.Semua bernilai seni tinggi dengan harga selangit."Jelas Darren sambil menatap Ariel.
"Kalau begitu,boleh aku bawa satu?"Ariel bercanda lalu tertawa.
Jimmy juga ikut tertawa bersama.Saat itu,Jimmy tidak tahu jika orang tahu jika orang tuanya sudah di rumah.
Jimmy bercanda canda dengan Ariel dan tidak sengaja menyenggol tembikar kesayangan ibunya.Hal itu kebetulan terlihat oleh ibunya yang baru saja masuk ke ruangan itu bersama suaminya sambil membawa koleksi baru beberapa tembikar yang mereka dapat dari luar negeri.
"PRAKKKKKKKK"Tembikar itu lebur dan pecah seketika mengahantam lantai.
"Tidaaakkkkk!!!!"Teriak ibu Jimmy histeris dari belakang.
Ibu Jimmy lekas memegang pecahan serpihan tembikar kesayangannya itu."Tidak,anakku..."Ibu Jimmy menyayangi tembikar itu dan mengangap itu anaknya.
Jimmy dan Ariel panik.
Jimmy lalu duduk di dekat ibunya."Ibu maaf,aku tidak sengaja."Jimmy ketakutan dan merasa bersalah.
"PLAKKKKK"Ibu Jimmy langsung menampar Jimmy di saksikan Ariel dan ayahnya.
Tamparan itu terdengar kuat dan keras.Jimmy hanya terdiam dan memegang wajahnya.
"Itu semua salahmu Jimmy,lagi pula kenapa kau masuk ke ruangan ini dan bahkan mengajak temanmu?! Kau sudah tahu kan disini banyak barang berharga."Ayah Jimmy juga tidak membela Jimmy dan ikut menyalahkan Jimmy.
Ariel tidak percaya dengan apa yang dilihatnya,bagaimana mungkin barang lebih berharga dari anaknya sendiri di mata orang tua Jimmy.
Ariel lalu menghampiri Jimmy."Kau tidak apa apa?"Tanya Ariel.
Jimmy masih terdiam dan memegang pipinya yang sakit.Ia bahkan tidak mampu bicara dan matanya berkaca.
Ariel mulai protes dan tidak terima."Nyonya,apa pantas anda begitu!! Tembikar itu hanya benda mati,tapi anda tega melukai anak anda sendiri yang hanya karena benda mati itu!!! Lihat!!! Jimmy terluka!!! Tubuh,hati dan perasaannya pasti hancur."
"Siapa kau berani bicara seperti itu!! Apa kau tahu harga tembikar ini? Apa kau tahu juga ini buatan seniman tembikar dunia yang tidak semua orang bisa mendapatkan karyanya!!!"Sahut ibu Jimmy penuh emosi.
"Jika itu yang anda permasalahkan,apa anda tahu yang anda tampar tadi adalah ciptaan yang lebih tinggi dari semua seniman di dunia ini!!! Jimmy adalah anak anda yang juga ciptaan Tuhan!!! Seniman mana yang anda katakan bisa lebih hebat dari tuhan!! Seniman yang anda banggakan tadi hanya bisa mengolah tanah liat menjadi tembikar,tapi Tuhan bisa membuat tanah liat menjadi manusia!!! Tuhan bisa membuat setetes ****** menjadi manusia!!!! Sekarang katakan padaku dimana letak kehebatan seniman dunia yang anda di banggakan di banding tuhan!! Lihat saja tembikar yang di buat seniman itu,jatuh lalu lebur.Ia tidak merasa sakit sekalipun telah pecah berkeping seperti itu.Tapi Jimmy,ciptaan Tuhan.Karya seni yang tidak akan ternilai dengan uang berapapun,dia makhluk hidup yang saat anda sakiti tubuhnya memang tidak lebur.Tapi perasaannya jelas hancur!!! Anda kira anak anda yang tidak ternilai ini bisa di bandingkan dengan tembikar bodoh itu yang bahkan masih bisa di takar dengan uang!!!! Apa anda bisa deskripsikan berapa harga anak anda yang tadi anda tampar demi barang yang sudah hancur itu."Ariel membentak keras memberi teguran pada orang tua Jimmy.
Untuk pertama kalinya Jimmy menitikkan air matanya.'Baru kali ini ada seseorang yang membelaku seperti ini.!!! Dia tidak meremehkanku seperti Darren dan Sherly yang menganggap aku seperti tidak berharga.Tapi di matanya aku baru sadar kalau aku sangat berharga dan terlalu merendahkan diriku selama ini.'
Orang tua Jimmy malu pada diri mereka sendiri.Mereka sadar jika mereka salah.Ibu Jimmy hendak memegang Jimmy namun Jimmy segera bangun dan menarik tangan Ariel.Jimmy masih marah dan keluar dari ruangan itu.
Jimmy menggenggam tangan Ariel.Setelah keluar emosi Ariel sudah mereda.
"Kapan kita makan? Perutku sudah lapar."Ariel menatap Jimmy."Aku sudah keluar banyak emosi dan sekarang perutku lapar."
Jimmy tertawa."Baiklah,ayo makan.Kau boleh makan semua yang kau inginkan."Jimmy sangat senang dengan kehadiran Ariel.
Di ruang makan,Ariel tanpa sungkan menghabiskan nasi 5 mangkok juga sayur dan daging.Semua menu di lahap Ariel.
Jimmy geleng geleng."Tubuhmu yang kecil benar benar menipu.Ternyata makanmu banyak."
"Biar saja,makanan seenak ini sayang jika tidak di habiskan.Ayo kau makan juga."Jawab Ariel dengan mulut penuh makanan.
Jimmy tersenyum.'Gadis yang apa adanya.Tidak perlu hal mewah atau tempat bagus saja dia sudah bahagia.Pantas saja Calvin tergila gila padanya.'
Setelah menyuruh supirnya mengantar Ariel pulang,Jimmy di datangi kedua orang tuanya.
Ayah dan ibu Jimmy minta maaf pada Jimmy atas apa yang mereka lalukan.Akhirnya mereka sadar jika di dunia ini,Jimmy sangat berharga dan tidak ternilai.