
"Ayah,ibu."Darren memeluk hangat kedua orang tuanya yang kembali ke rumah setelah sekian lama.
"Puteraku."Ibu Darren mengecup kepala Darren.
Ayah Darren juga menepuk lembut punggung puteranya."Darren,kau semakin tampan seperti ayah muda dulu."Ayah Darren membencandai puteranya itu.
Adegan berpelukan di sudahi.Ibu Darren mulai protes dengan perkataan suaminya tadi."Apa? Darren mirip dirimu saat muda dulu?? Sudah jelas,Darren itu mirip denganku."
"Itulah ibumu,kalau bukan bibit dariku apa putera kita yang mendekati sempurna ini bisa lahir???"Ayah Darren meladeni mulut comel isterinya.
"Asal tahu saja,saat mengandung Darren,aku bermimpi melihat naga emas.Karena itulah Darren bisa hebat.Darren puteraku pastilah jelmaan dewa.Aku adalah ibu yang beruntung karena bisa melahirkannya."Ibu Darren sangat membanggakan puteranya.
"Sudah sudah,ayo kita makan.Aku sudah lapar karena menunggu ayah dan ibu datang."Darren lalu merangkul orang tuanya di sisi kiri dan kanan.
"Puteraku semakin tinggi saja.Kelak kau harus menjadi penerus ayah dan menjalankan perusahaan dengan baik ya."Ayah Darren menatap dan menitipkan harapan besar pada puteranya itu.
"Iya ayah,tenang saja.Aku akan menjadi penerus keluarga ini."Darren juga dengan lantang mengatakan tekadnya.
Darren bercerita banyak pada orang tuanya tentang ini dan itu.Ia benar benar rindu dengan kehadiran orang tuanya seperti ini.
***
"Halo,Ariel.."
"Iya,ada apa Darren kau menelepon malam malam begini?"
Darren rupanya menelepon Ariel setelah bercengkrama dengan orang tuanya tadi.
"Orang tuaku sudah di rumah."Darren tidak bisa menahan kesenangannya dan membaginya ke Ariel.
"Benarkah? Kau pasti senang ya."Ariel juga ikut senang terdengar dari nadanya yang gembira.
"Orang tuamu..."Darren terlajak bicara dan baru ingat jika Ariel adalah yatim piatu."Maaf Ariel,aku lupa."Darren menepuk bibirnya dan merasa bersalah karena sembarang bicara.
"Tidak apa apa,aku baik baik saja."Ariel memaklumi omongan Darren.
"Darren!!! Kami mengapeli pacarmu."
Darren kaget karena mendengar suara Calvin disana."Ariel,kenapa si tengil itu ada di sana??"
"Calvin dan Jimmy ada disini,ada teman Jimmy juga dari Shanghai,namanya Yixing."Ariel rupanya diam diam saja perihal Jimmy,Calvin dan Yixing yang ada di tempatnya.
"Yixing?? Dia kan batal bertunangan dengan Jimmy."Darren juga mengenal Yixing.
"Ya begitulah,itulah dia."Ariel membenarkan omongan Darren.Yixing juga sudah memberi tahu di awal tadi.Yixing mengatakan kalau ia sekarang memilih berteman saja dengan Jimmy.
"Darren,aku akan disini sampai larut malam.Kau jangan iri dan belajar saja ya yang benar."Lagi lagi Calvin menyabotase ponsel Ariel.
"Dia mematikan teleponku lagi!!!"Darren menatap ponselnya yang sudah mati."Asshhhhhhhh."Darren lalu memukul tempat tidurnya dengan kuat.
"Haruskah aku menikah saja agar Ariel tetap disisiku!!!"Darren kebakaran jenggot dan tidak tenang karena pacarnya di datangi oleh dua sahabatnya yang juga memiliki perasaan pada Ariel.Darren cemburu berat dan jadi resah.
***
"Calvin,kau jahil sekali.Darren pasti sedang marah sekarang."Ariel komplen lagi pada Calvin.
"Biarkan saja,paling juga dia akan menyusul kesini.Kan lebih asik kalau semakin ramai."Calvin santai saja kalaupun nanti akan di amuk oleh Darren.
"Kalian ini.!!!"Ariel tentu merinding dengan candaan Calvin dan Jimmy itu.
"Kalian sangat akrab ya."Yixing ikut nimbrung karena di bawa oleh Jimmy.
"Mereka ini dulunya menindasku,tapi lama kelamaan kami malah dekat dan jadi sahabat Yixing."Ariel juga ramah pada anak baru itu.
"Jangan bahas hal dulu dulu lagi,aku jadi ingat bagaimana menyakitkannya kau menolakku dan diam diam malah jadian dengan Darren."Calvin yang sudah punya pacar baru masih saja mengingat luka lamanya.
"Kau hebat Ariel,kau bisa mendapatkan Darren.Setahuku,Darren itu pria dingin dan tidak tertarik dengan wanita."Yixing dengan suaranya yang lemah lembut juga mengagumi Ariel.
"Aku juga kadang masih tidak percaya."Ariel jadi malu malu kucing."Oh iya,Yixing,apa kau sudah punya pacar??"Ariel juga penasaran.
"Tidak,aku belum punya pacar."Yixing menyangkal sambil tersenyum dan tangan yang melambai lambai.'Kau beruntung Ariel,aku bisa tahu jika Jimmy juga menyukaimu.Cara Jimmy memandangmu sangat berbeda.Dulu aku tersisih karena Sherly,sekarang aku juga tersingkir karenamu.Sebenarnya pria yang masih aku sukai sampai sekarang adalah Jimmy.' Yixing rupanya masih menyukai Jimmy,Yixing sempat kecewa karena pertunangannya yang di batalkan dulu karena Jimmy menolak.Saat itu,Jimmy masih tergila gila dengan Sherly.Yixing hanya bisa merelakan dengan lapang dada.Sejak saat itulah,Yixing tidak pernah membuka hatinya lagi untuk pria lain.
Yixing gadis yang lemah lembut dan memang cenderung mengalah.Yixing tidak membenci Jimmy walau menanggung kecewa yang dalam.Yixing masih menanti dan hanya bisa menanti.
Jika dulu ia kalah pada Sherly yang memiliki segalanya,angkuh dan sombong.Kali ini,Yixing sedikit aneh karena ia kalah pada gadis biasa dari kalangan bawah.Walau memang di akui,Ariel lebih cantik dari Sherly.Hanya saja,Ariel terlalu sederhana untuk Jimmy yang berselera seni tinggi.
Yixing adalah seorang pemusik,ia lihai memaikan cello dan biola.Sesuai dengan perawakannya yang anggun dan elegan.
"Jimmy,bagaimana dengan pameranmu?"Ariel bertanya pada Jimmy perihal keikutsertaannya dalan pameran sekolah waktu itu.
"Lancar,banyak yang melirik karyaku."Jimmy menjawab Ariel dengan percaya diri.
"Tapi kau kan kalah dalam skill saat tes uji coba unjuk gigi membuat tembikar.Temanku dari sekolah lain sudah cerita,aku saja yang diam diam."Calvin da mulut besarnya malah buka suara.
"Kau ini!!!!"Jimmy melotot memandang Calvin yang sudah mempermalukannya di depan Ariel.
"Hahahaha,tidak apa apa.Aku yakin,saat itu Jimmy memang mengalah.Kalau ia sungguh sungguh,tidak akan ada yang bisa mengalahkannya.Iya kan Jimmy."Ariel tetap menyenangkan hati Jimmy.
"Ariel,kau memang yang terbaik.Aku akan selalu di pihakmu."Jimmy setuju dengan Ariel yang sudah membelanya.
"Dia pasti besar kepala karena perkataanmu tadi Ariel."Calvin agak jengkel karena kalah.
"AKU DATANG."
Tiba tiba saja semua mata tertuju pada suara itu.
"Darren."Ariel langsung senang dengan kehadiran Darren yang ikut bergabung.
"Iya sayang.Aku datang untukmu."Darren mengedipkan sebelah matanya untuk Ariel.
Jimmy geleng geleng kepala,sedangkan Jimmy mencolok jarinya ke dalam mulut seakan memaksa ingin muntah karena kata kata Darren yang menjijikkan tadi.
Darren langsung duduk di samping Ariel."Maaf ya ratuku,aku terlambat.Kau pasti sudah merindukan rajamu ini ya."Darren semakin berlebihan.
"Malu dilihat yang lain Darren,apa kau salah minum obat tadi?"Ariel juga geli melihat tingkah Darren.
"Raja..raja,Jimmy kalau dia raja maka kita adalah pembelot yang akan memberontak dan mengkhianati rajanya.Ayo serang."Calvin sudah bersiap lagi menganggu Darren.
"Tentu!!! Ayo kita lengserkan raja lalim itu dan rebut ratunya."Jimmy juga ikutan usil dan memihak ke Calvin.
Jadilah malam itu penuh tawa lagi,saat Ariel dan Yixing melihat A3 yang sedang bercanda seperti anak kecil.