
Darren memutuskan memberi tahu tawaran orang tuanya pada semua yang ada di sini.
"Kalian semua,dengarkan aku baik baik."Darren menatap semua pasang mata yang ada di sini."Termasuk kau juga Ariel."Darren menatap Ariel yang ada di sisinya.
Semuanya mulai menyimak dan diam.
Darren juga sudah siap menerangkan semuanya dengan menarik nafas dalam.
"Begini,ibuku memberiku izin untuk bersama Ariel namun hanya untuk main main dan harus berjanji tidak boleh menjalin hubungan yang serius dengan Ariel.Aku juga harus siap kapanpun untuk diminta berpisah.Aku terpaksa menyanggupinya karena hanya dengan cara itu aku masih diizinkan menemui dan tetap bersama Ariel.Tapi aku sama sekali tidak ada niatan untuk mengikuti dan menuruti omongan ibuku.Aku sangat putus asa saat harus di hadapkan dengan perpisahan dengan Ariel.Jadi,aku mohon kalian semua bisa membantuku."Darren berwajah sedih dan membuat semua yang ada di situ tersentuh dengan apa yang di sampaikannya.
"Terima kasih sudah mau berbagi dengan kami semua Darren."Ariel menatap Darren penuh bangga.
"Kau tidak salah Darren."Jimmy juga memberi dukungan morilnya pada Darren dan tidak sembarang menghujat.Walau dari sudut pandangnya Darren terkesan tanpa pikir panjang untuk kedepannya tapi melihat kejujuran ini,Jimmy patut bangga dan mengacungkan jempol pada Darren yang mau berbagi.
"Jadi,kau ingin kami bagaimana Darren?"Calvin menanggapi dengan lebih serius karena disini,pihak yang paling akan di rugikan adalah Ariel tentunya.
"Tolong bantu aku menjaga Ariel semampu kalian.Aku akan tetap mempertahankan Ariel sampai titik darah penghabisan.Tapi aku juga sadar jika aku tidak bisa melakukannya sendiri.Jika suatu saat orang tuaku berbuat terlalu jauh,tolong tetap bersama Ariel dan jangan pikirkan aku.Kalian semua harus membuatnya tetap selamat dan mendampinginya.Aku akan melakukan sebisaku untuk saat ini."Darren memuliakan dirinya dengan segala kebaikan yang ia inginkan untuk Ariel.
Ariel terharu dan ingin menangis.Jimmy dan Calvin juga kasihan dan salud pada Darren yang sudah berpikir sejauh itu.Sherly dan Vivian juga sadar jika di balik keangkuhan Darren,ia adalah pribadi pelindung yang bisa sangat tegar jika menyangkut orang yang ia cintai.
"Aku akan baik baik saja.Jika hanya berdampak pada hidup susah maka itu sudah biasa bagiku Darren.Aku akan menerima apapun keputusanmu.Tetaplah jadi dirimu sendiri."Ariel berbicara dengan mata yang berembun pada Darren.
"Karena itulah,aku tidak ingin ada dampak dari hubungan ini yang menimpamu.Jimmy dan Calvin aku yakin akan menjagamu dengan baik.Aku sadar jika aku bukan apa apa jika belum bisa menghasilkan sesuatu dengan jerih payahku sendiri.Aku hanya berotak cerdas yang kaya ilmu tapi miskin harta.Aku masih tanggungan orang tuaku dan bukan apa apa tanpa mereka.Karena itu,aku belum punya kuasa lebih untuk menjagamu."Darren yang sekarang ini berada dalam bentuk paling jujur.
Jimmy dan Calvin yang sudah lama bersahabat dengan Darren saja baru melihat diri Darren yang seperti ini keluar.
Ariel semakin terhanyut akan perasaannya.Ia tidak tahu jika sepenting itu artinya untuk Darren.'Darren,kau membuat aku harus lebih bersyukur dan menghargai diriku sendiri lebih dari sebelumnya sekarang.Kau membuatku sadar jika aku harus menjaga diriku sendiri untuk kau yang sudah dengan sekuat tenaga menjaga dan melindungiku.'
"Cut!!!"Sherly menyela di tengah adegan menyentuh itu."Ini sungguh akan menjadi drama yang sempurna.Kenapa suasananya jadi sedih begini,ayo ubah jadi cerita komedi lagi."Sherly mencoba mencaikan suasana seperti sebelumnya lagi.
"Darren,kau akan cocok jika bergabung ke agensi milik keluargaku.Kau akan jadi aktor sukses jika bisa seperti lagi tadi."Calvin juga ikut ikutan.
"Aku sudah sungguh sungguh tapi kalian malah menganggapnya lucu lucuan."Darren kehilangan feel untuk adegan tadi lagi.
"Sudahlah Darren,kami pasti akan melakukan yang terbaik jika menyangkut Ariel.Kau tidak usah khawatir.Kau hanya perlu tetap seperti dirimu yang biasanya.Jika kau seperti tadi,kau malah kelihatan berbeda dan membuat aku yang pria ini juga ingin jadi wanita untukmu."Jimmy menggoda Darren juga.
"Yang benar saja? Kalau wanitanya sepertimu biar saja jadi sasak tinju ibuku."Darren juga menahan tawanya.
Ariel ikut senang dengan suasana yang kembali ceria.Ariel lalu menggenggam tangan Darren diam diam di bawah sana.
Darren menyadarinya dan ikut menggenggam Ariel juga dengan kuat.Apa yang ia katakan tadi tidaklah main main dan memang tulus dari hatinya yang terdalam.
***
Setelah sekian jauh perjalanan,keduanya sudah sampai di sebuah rumah dengan gerbang besar nan megah.Saat pintu itu terbuka,deretan pohon cemara nampak tertata rapi saling berjajar berbaris.
Rumput rumput di halaman juga di bentuk sedemikian rupa hingga menarik.Rumah mewah bernuansa putih itu sudah nampak dengan air mancur luas di depannya.
Orang tua Darren langsung di sambut begitu keluar dari mobil.
"Toni Wang,sahabatku."Pria dengan rambut di sisir keatas dengan uban yang sudah mulai menyerimpil di sisi sisi rambut hitamnya itu langsung memeluk ayah Darren.
"Jackie,kau sebegitu senangnya melihatku sampai harus menggelar karpet merah ini untukku?"Ayah Darren takjub pada cara penyambutan dari sahabat seperjuangannya itu.
"Tentu saja,kau adalah tamu kehormatan disini."Pria itu melepas pelukannya dan menepuk sebelah pundak ayah Darren sambil tersenyum.
"Jangan lupakan aku juga."Seru ibu Darren yang kehadirannya ingin di akui juga."
"Biarkan para lelaki itu Elva."Ibu Shena yang menjawab ibu Darren tadi.
"Lina Ren,si perenang cantik yang bicara padaku sekarang."Ibu Darren juga senang bersahut omongan dengan calon besan idamannya itu.
"Ayo masuk,kita bicara di dalam saja.Dan aku ini bukan perenang lagi.Aku hanya ibu rumah tangga biasa."Ibu Shena merendahkan dirinya.
"Bisa saja,kau tetaplah wanita hebat."Puji ibu Darren lagi.
"Tentu saja kau yang lebih hebat.Si ratu bisnis."Ibu Shena kenal betul ibu Darren yang merajai dunia bisnis itu.
Setelah saling memuji dan melepas rindu.Semuanya masuk kedalam.Ibu Darren langsung mengatakan inti kedatangannya jauh jauh kemari.
"Aku ingi Shena bisa dekat dengan puteraku,Darren."
"Elva,maksudmu putera tunggalmu itu?"
Ibu Darren mengangguk menanggapi pertanyaan ibu Shena itu.
Ibu Darren lalu melanjutkan omonganya."Kalian pasti bingung karena aku datang kemari dan mengajukan permintaan ini.Darren berulah dan menjalin kasih dengan gadis kalangan bawah.Aku ingin Shena mengalihkannya dan kalau bisa merebut sepenuhnya hati Darren."
"Darren memadu kasih dengan gadis biasa? Setahuku Darren itu kritis dan punya standar tinggi.Bagaimana bisa?"Ayah Shena juga angkat bicara sekarang.
"Aku juga tidak tahu.Aku dan isteriku terlalu sibuk sampai lalai menjaganya dan terjadilah hal tidak di inginkan ini."Ayah Darren memasang wajah sesalnya.
"Ayah ibu."
Pembicaraan itu terhenti saat seorang gadis manis dengan rambut panjang dan poni rata tiba tiba keluar dan ikut ke ruangan itu.