
Malam harinya,Jimmy,Darren dan Calvin berkumpul di rumah Darren.Ketiganya lebih banyak diam dan sibuk dengan fikiran masing masing.Tapi yang mereka fikirkan semua sama,itu "Ariel".
Jimmy tidak seperti orang bodoh dan menyedihkan yang hanya mengejar dan mengemis cinta Sherly.Ariel memang tidak berkelas,tapi Ariel sangat menghargai kehadirannya.
Calvin juga merasa nyaman bersama Ariel,dimana ia bisa jujur dan merasakan debaran indah setiap apa yang Ariel lakukan padanya.
Yang paling parah Darren,bibir Ariel yang waktu itu jatuh di bibirnya membuat ia terus terbayang baik di hari hari dan di mimpinya.Darren terus melihat halusinasi Ariel di fikirannya.
"Tidak bisa begini.!!"Darren tiba tiba memecahkan lamunannya juga sahabatnya.
Jimmy dan Calvin juga tersadar.
"Ada apa Darren?"Tanya Jimmy pertama.
Darren gugup dan takut ketahuan dia sedang membayangkan dan teralihkan oleh Ariel.Darren lalu berkilah."Maksudku kita tidak bisa membiarkan gadis kampung itu di sekolah terus,kita harus segera menyingkirkannya sesuai rencan."Terang Darren gugup.
"Rencana apa maksud kalian?"Tanya Calvin yang masih tidak tahu menahu tentang rencana yang Darren katakan.
Jimmy yang sudah tahu lalu nampak keberatan karena ia sendiri sudah terkena pesona Ariel."Aku rasa kita tidak usah terlalu jahat Darren,"Jawab Jimmy yang masih tidak memedulikan pertanyaan Calvin.
"Ck!!!"Gertak Darren."Aku kira kau masih bisa sejalan denganku!! Tapi kau juga sepertinya sudah seperti Calvin!!! Tidak ada yang becus!!!!"Darren marah lalu meninggalkan dua sahabatnya itu.
Jimmy juga serba salah.Ia dilema harus menurut pada Darren atau menolong Ariel yang sudah membelanya.Tapi saat ini pilihan hatinya lebih condong pada Ariel.Karena itu Jimmy tidak mengejar Darren.Untuk apa ia harus jahat pada orang yang sudah baik padanya.
Momen yang hanya berdua ini,Calvin gunakan untuk bertanya lagi tentang rencana Darren yang tidak di ketahuinya.
"Jimmy,tolong jelaskan.Rencana apa yang kalian maksudkan?"Tanya Calvin dengan nada memohon.
Jimmy menatap Calvin lemah dan memutuskan memberi tahu semuanya walau Darren sebenarnya sudah melarang.
"Begini,sebenarnya Darren sudah berecana saat ulang tahunnya yang tidak lama lagi.Ia akan mengundang Ariel dan mempermalukan Ariel di sana sehingga Ariel tidak punya muka lagi untuk sekolah."Jawab Jimmy sejujurnya.
"Apa!!!! Kalian tega sekali!! Aku tidak akan membiarkan itu terjadi." Calvin marah dan emosi mendengar apa yanga sudah Darren rencanakan.
"Sudahlah,jangan emosi dulu.Lebih baik kita bersiap untuk ke desa Ariel besok.Pastikan kau tidak ada kencan yang harus di dulukan."Jimmy mencoba menenangkan Calvin.
Calvin masih kesal."Ada satu kencan yang harus aku cancel dan aku patahkan hatinya."Jawab Calvin yang merujuk pada Vivian.
Darren yang menyendiri di sebuah ruangan di rumahnya yang sangat luas itu tidak kuasa menahan emosi karena sahabatnya sudah tidak ada lagi yang sejalan dengannya."Jadi mereka sudah berani menentangku!!! Persetan sekali dengan apa yang mereka pikirkan tentang Ariel sampai membuat mereka yang dulu membencinya sekarang menjadi pemujanya.Baiklah,jika mereka tidak mau ambil andil,maka aku tetap akan melakukannya sendiri.Hal ini sangat mudah dan aku pasti bisa."Darren tetap melawan perasaannya yang sebenarnya sudah goyah terhadap Ariel.Tapi ia malu dan tidak mau mengakuinya sehingga masih memenangkan egonya untuk tetap membenci dan menyingkirkan Ariel.
Setelah pulang dari tempat Darrren,Calvin mengajak Vivian untuk bertemu.
Vivian sangat bahagia sampai mengobrak abrik lemari bajunya untuk mencari pakaian yang tepat untuk bertemu Calvin.
Calvin dan Vivian sepakat bertemu di sebuah taman kota.
Saat ini mereka berdua sedang duduk berdua di bangku taman kota itu.
'Niat sekali bertemu denganku sampai harus berdandan berlebihan begitu.Sama seperti gadis pada umumnya yang jelas jelas jatuh hati padaku.' Calvin tersenyum karena merasa lucu setelah mengomentari penampilan Vivi.
Calvin tidak ingin berlama lama lagi."Vivian."Calvin memanggil Vivian dan membuat Vivian mengahadap ke arahnya.
"Iya,"Jawab Vivian lembut dan malu malu.
"Aku tidak bisa pergi besok denganmu."Calvin langsung mengutarakan maksudnya tanpa bertele tele.
Vivian semakin kaku."Kenapa?"Namun ia masih memberanikan diri untuk bertanya.
"Aku akan pergi ke suatu tempat dan tolong,dari gelagatmu yang jelas itu.Maaf aku harus menolakmu terlrbih dahulu.Aku tahu kau menyukaiku,tapi maaf,sudah ada seseorang yang mengisi hatiku."Calvin dengan jelas menolak Vivian agar Vivian tidak lagi mengharapkan cintanya dan melanjutkan cinta yang bertepuk sebelah tangan itu.
Calvin lalu pergi dan meninggalkan Vivian yang patah hati itu sendiri.Vivian menangis tersedu sambil menutup wajahnya.Orang yang ia sukai tidak membalas cintanya dan menolaknya.
Namun Calvin merasa sangat lega.Ia harap kedepannya Vivian tidak lagi menjadi penghalang hubungannya dengan Ariel karena tidak lama lagi Calvin berniat akan menyatakan pernyataan cintanya langsung pada Ariel.
Esok harinya.Ariel,Jimmy dan Calvin mulai berangkat ke desa Ariel.
Jimmy khusus mengeluarkan mobil van super mewahnya yang di lengkapi fasilitas dapur,tempat tidur,sofa duduk,tv,toilet dan juga kulkas agar perjalanan ini tidak terasa melelahkan.
Ariel hanya bisa menganga melihat mainan anak konglomerat itu.
"Hap." Calvin menutup mulut Ariel yang menganga itu."Tutup mulutmu atau gajah bahkan bisa masuk kesana."Canda Calvin pada Ariel.
Ariel hanya tertawa saat di bercandai Calvin.Tapi tidak untuk Jimmy yang sedang meneguk minuman ringan di dekat kulkas.'Apa apaan Calvin itu,seenaknya saja menyentuh mulut Ariel dengan tangan yang belum tentu highenis itu.' Jimmy sewot sendiri dengan kelakuan Calvin
Jimmy mendekat pada Ariel sambil membawa minumannya.
"Aku minta."Ariel langsung saja menyambar minuman di tangan Jimmy dan meneguknya.Padahal minuman itu bekas bibir Jimmy tadi.
Jimmy lalu berdebar.Ariel juga mengembalikan lagi minuman Jimmy yang hanya di minumnya beberapa teguk tadi.
Jimmy memandang lubang minumannya yang tadi terkena bibir Ariel.Perlahan Jimmy menenguk lagi di tempat bekas bibir Ariel meneguk minumannya tadi.'Ini bekas bibir Ariel tadi? Baru kali ini aku meminum minuman kaleng senikmat ini.'
Jimmy meresapi minuman itu karena jelas bekas bibir Ariel.
Tanpa ketiganya ketahui.Di belakang mereka,Darren juga ikut membuntuti.Ia tidak terima karena hanya ia anggota A3 yang tidak di ajak.
"Kalian fikir bisa bersenang senang tanpa aku? Tentu saja tidak semudah itu kawan."Darren masih cemberut di dalam mobil dan memandang mobil para sahabatnya di depan.
Darren jauh jauh ikut karena semalam di hantui lagi mimpi saat bibir Ariek jatuh ke atas bibirnya waktu itu.Darren tidak bisa tidur lagi matanya berkantung karena begadang hingga pagi.
Jarak tempuh menju desa Ariel cukup jauh dan memakan waktu yang lama di perjalanan namun semua itu tidak terasa karena Ariel terus mengenalkan ragam permainan pada Calvin dan Jimmy.Tebak nama buah buahan,bermain tebak tebakan dan teka teki juga bermain lomba tatap mata.Calvin dan Jimmy yang adu panco dan bernyanyi bersama sama di mobil van itu.
Semuanya bergembira bersama Ariel.Tapi tidak untuk Sherly yang mondar mandir tidak jelas di kamarnya.Biasanya pada hari libur,Jimmy akan mengajaknya keluar atau jalan jalan dan makan bersama di luar.Tapi tidak kali ini,bahkan pesan darinya pun tidak di buka oleh Jimmy.
"Kemana dia!!! Apa dia benar benar sudah lupa padaku!!!!"Sherly menghentakkan kakinya dengan kuat saking kesal lalu melemparnya sembarangan.